Legenda Vampire

Setelah kita sudah membahas Zombie dan Astrologi, kali ini kita akan mebahas legenda yang lain yaitu vampire. Vampire sudah sangat tidak asing bagi kita, sama seperti legenda zombie, vampire telah mengalami comersialisasi film-film, baik itu film barat seperti twilight atau film-film vampire china.

Penulis pernah mengalami ketika SMP dirasuki roh jahat yang menyatakan dirinya sebagai roh vampire. Di Indonesia terutama di Kalimantan sangat tidak asing dengan mahluk jejadian pengisap darah bayi, yang dikenal dengan “kuyang” atau sesosok kepala terbang, bahkan mahluk seperti vampire tidak asing dibeberapa kebudayaan kuno seperti Persia, Babilonia, Romawi & Yunani, Afrika, Asia bahkan dalam kebudayaan Yahudi yang dicatat dalam teks Sefer Hasisidim dikenal dengan istilah “Esteries” yang mengambil rupa sebagai perempuan pengisap darah. Lantas pertanyaannya apakah benar-benar ada vampire, hantu pengisap darah seperti di film-film Hollywood, apakah alkitab pernah menyebutkan keberadaan mahluk pengisap darah seperti vampire ini??

Untuk memahami konteks vampire dalam film-film dewasa ini kita harus melacak karya Bram Stoker seorang penulis Irlandia yang menulis novel terkenal “Dracula”. Tulisannya terinspirasi atas cerita rakyat Rumania tentang Vlad Dracula salah satu bangsawan Rumania yang terkenal akan kekejamannya.

Walaupun sebenarnya Stoker sendirinya tidak pernah ke Rumania. Vlad Dracula memang terkenal akan kekejamannya, ia suka menancapkan musuh-musuhnya pada tiang pancang, sebenarnya tujuan dracula adalah untuk menakut-nakuti pasukan Ottoman Turki yang hendak menginvasi kekaisaran Rumania. Namun cerita mengenai Dracula ini bergeser juga tidak lepas dari legenda mahluk “Strigoi” di Ruimania sendiri. Strigoi konon adalah mahluk jejadian yang bisa mengambil rupa apapun seperti binatang dan mengisap darah. Legenda-legenda ini sangat populer pada abad pertengahan di Eropa ketika terjadi “Black Plaque” (1348-1350).

Black Plaque adalah suatu wabah pendemi yang membunuh sekitar 30 – 60 % populasi Eropa saat itu atau sekitar 450 juta penduduk Eropa. Walaupun sekerang diketahui bahwa wabah ini disebabkan oleh Bakteri Yersinia pestis yang disebarkan oleh sejenis kutu.

Bakteri ini menyerah dalam tiga tahapan:

1. Bubonic Plaque

Ini adalah masa inkubasi bakteri sekitar 2-6 hari, diindikasikan dengan lemas, demam, pusing dan membengkaknya jaringan getah bening dan munculnya bercak-bercak hitam (that’s why they called it black plaque)

2. Septicemic plague

Pada tahapan ini korban mengalami hypotension atau rendahnya tekanan darah dan Hepatosplenomegaly atau membengkaknya limpa dan hati. Pada tahapan ini juga sang korban akan cenderung memiliki perilaku yang aneh seperti meracau dan berhalusinasi, kejang-kejang dan bahkan meninggal dunia. Mungkin inilah salah satu penyebab orang pada masa itu menganggap wabah ini disebabkan karena vampire

3. Pneumonic plague

Ini adalah tahapan penularan person to person.

Bahkan beberapa catatan abad pertengahanpun menuliskan beberapa laporang tentang orang-orang yang menjadi vampire, salah satunya cerita mengenai Jure Grando. Cerita ini ditulis oleh Johann Weichard Freiherr von Valvasor dalam bukunya The Glory of the Duchy of Carniola, Johann adalah seorang ilmuan dan sejarahwan (1643-1691), dalam catatannya Jure Grando adalah seorang petani di desa Kringa (Kroasia), pada tahun 1656 ia meninggal dunia, dan selama 16 tahun setelah kematiannya ia menteror penduduk desa, bahkan menurut Giorgio salah satu pendeta di desa itu menceritakan bahwa pada malam hari terdengar suara orang mengetok pintu, dan setiap rumah dimana pintu itu diketok salah satu anggota keluarganya akan meninggal dunia secara misterius. Bahkan diceritakan pula ketika Bapa Giorgio berhadapan langsung dengan Jure, beliau mengambil salib dan berseru “Demi Tuhan Yesus, engkau vampire berhentilah menggoda kami!”, dan saat itu air mata menetes dari mata Jure. Setelah itu penduduk desa datang dan menggali kuburan Jure dan mereka mencoba menusuk dadanya dengan pancang namun tidak bisa, namun setelah dilakukan doa pengusiran setan oleh Bapa Giorgio, salah seorang penduduk desa itu bernama Stipan Milašić, mengambil geregaji dan memenggal kepala Jure, dan saat itu vampire itu berteriak dan darah keluar dari tubuhnya.

Terlepas kebenaran kisah tersebut, atau memang dipenagruhi oleh wabah “Black Plaque” sebenarnya masih ada beberapa catatan-catatan pada abad pertengahan yang menceritakan kisah-kisah serupa. Ketika saya berada di US tahun 2011 saya sempat mengunjungi museum Ripley’s Believe it or Not di Dallas, Texas. Dan ada salah satu alat pemusnah vampire yang digunakan pada tahun 1840.

Pertanyaannya apakah alkitab juga mencatat tentang mahluk seperti vampire ini??

Didalam alkitab pernah tercatat tentang mahluk yang bernama Lilith (לילית) didalam kitab Yesaya 34:14 yang dalam terjemahan LAI menjadi hantu malam.

Di sana berpapasan binatang gurun dengan anjing hutan, dan jin bertemu dengan temannya; hantu malam saja ada di sana dan mendapat tempat perhentian

Orang Yahudi — kecuali dari kalangan Saduki — percaya adanya “hantu”, namun “hantu” yang dimaksud bukanlah arwah orang mati melainkan setan dalam wujud seperti manusia. Orang Yahudi — menurut Talmud Babilonia Megilla — dilarang menyapa temannya di malam hari karena kuatir kalau-kalau mereka menyapa Lilith ini. Lilith dalam beberap legenda Timur Tengah selalu digambarkan sebagai hantu wanita yang gemar mengisap darah bayi.

Maka kemungkinan adanya orang-orang yang terlibat dengan kuasa kegelapan dan menguasai ilmu hitam tertentu seperti kuyang di Kalimantan. Dan biasanya ilmu-ilmu ini menurun kepada keturunannya. Ini yang disebut kutuk penyembahan berhala seperti yang disebutkan didalam 10 hukum Keluaran 20:3-5

20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.

Namun bukan berarti setiap kematian seseorang secara misterius disebabkan karena kuasa kegelapan atau mahluk sejenis vampire. Pengalaman pribadi ku sendiri (cerita dari orang tua ku) ketika aku baru saja dilahirkan rumah kami dikalimantan diganggu oleh “hantuen” sejenis strigoi, dimana biasanya orang yang menguasai ilmu ini dapat mengubah bentuknya menjadi “hadangan” atau sapi atau mahluk-mahluk lain. Bahkan pada suatu malam disekliling rumah terdengar suara orang menggedor-gedor pintu, suara babi, monyet dan orang yang memanggil nama ayahku. Dan saat itu ibu saya yang jagoan neon hehe, mengambil mandau yang terhunus berkata “pergi kalian! saya tidak ada mengganggu kalian”, bahkan ibu ku pernah bercerita di suatu malam pula dikamar tidur ada sosok kakek-kakek yang datang dan memeluk ibuku sehingga tidak bisa bergerak, kemudian beliau sempat menggabil sebuah kayu dan menghunuskan ke dada kakek itu, bahkan menurut ibuku ketika itu aku akhirnya harus diungsikan kerumah keluarga yang lain. Mungkin memang saat itu keluarga ku belum terlalu mengenal kuasa Nama Yesus, tetapi kita sebagai orang percaya mestinya tidak perlu takut akan hal-hal yang demikian.

Ada satu pengalaman lain, saat itu saya dan teman-teman sedang berkumpul untuk berdoa di rumah saya, dan saat itu kami merasa di alam roh kami diserang oleh roh “kuyang” ini (memang karena ada salah satu tetangga saya yang diyakini sebagai orang yang memiliki ilmu ini), dan saat itu kami melakukan doa peperangan. Setelah selesai berdoa, saya mengantar teman saya pulang menggunakan motor, namun entah kenapa saat itu beberapa kali motor di gas namun tidak bisa berjalan, waktu itu saya masih tidak berfikir macam-macam, namun waktu itu motor semakin aneh, tidak bisa dikendalikan bahkan tidak bisa di rem. Sampai di samping museum Balanga (museum di Palangkaraya) saya teringat khotbah pendeta ku tentang kuasa Darah Yesus. Dan saat itu aku tumpang tangan atas motorku dan berseru “Darah Yesus berkuasa!” anehnya setelah itu motor tidak ada masalah lagi. Itulah kuasa darah Yesus.

Bagi anda yang memiliki histori occultisme dalam keluarga anda atau anda sendiri pernah terlibat didalamnya termasuk astrologi, minta darah Yesus mematahkan dan menyucikan dan  tergantung iman anda, namun kadang anda membutuhkan bantuan orang lain yang mendoakan anda pelepasan atau excorsime. Saya secara pribadi pun ketika lahir baru didoakan pelepasan, namun ingat ini bukan suatu keharusan, karena dengan iman kita ini diselamatkan.

Dewasa ini, vampire tidak hanya menjadi suatu legenda lagi, di beberap negara vampire telah menjadi suatu jenis keagamaan. Adanya “church of vampire”, dimana didalam ibadah dan ritualnya mereka melakukan pengisapan darah dan melakukan hubungan sexual. Tidak seperti di film-film dimana korbannya hasil penculikan dan dibunuh secara brutal. Disini gilanya mereka adalah orang-orang yang secara sukarela membiarkan orang lain mengisap darahnya dan menikmati secara sexual (biasanya mereka disbutkan sebagai pendonor). Ini sesuai nubuatan yang tertulis didalam alkitab:

II Timotius  4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.

Karena itu sodara-sodara mari kita berjaga-jaga dan siap sedia. Tuhan Yesus memberkati

I Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Pandangan Alkitab Tentang Astrologi

Sesuai janji saya kali ini kita akan membahas topik-topik yang berbau sci-fi, dimana sebelumnya kita sudah membahas tentang Zombie Apocalypse, kali ini kita akan membahas mengenai Astrologi. Sebelumnya saya sudah membuat suatu polling mengenai Astrologi. Dari hasil polling kita ada sekitar 25% yang merasa setiap ramalan bintangnya cocok dengan apa yang terjadi, sisanya seimbang antara yang buat iseng-iseng saja dan yang menolak dengan tegas mau cocok atu tidak ramalannya.

Bisnis horoskop memang telah menjadi bisnis yang besar tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri, lihat saja begitu banyak tabloid atau majalah ada rubrik khusus untuk ramalan bintang. Hal ini terjadi karena kegunaan horoskop hanya satu kali saja, setelah itu basi dan harus beli yang baru.

Mengenal Astrologi

Astrologi berasal dari dua kata yaitu “aster” dan “logia”. Aster = bintang dan logia = ilmu, sedangkan horoscope berasal dari kata “hora” dan “scope”. Hora = waktu dan scope = lihat. Dengan demikian astrologi adalah:

Kepercayaan bahwa keadaan bangsa-bangsa dan individu-individu ditentukan berdasarkan kedudukan bintang-bintang di angkasa yang diberikan oleh horoskop-horoskope dan ahli-ahli astrologi

Kedudukan bintang dibagi atas 12 zodiac (bagian) untuk 1 tahun:

  1. Aquarius (20 Jan – 18 Feb)
  2. Pisces (19 Feb – 20 Mar)
  3. Aries (21 Mar – 19 Apr)
  4. Taurus (20 Apr – 20 Mei)
  5. Gemini (21 Mei – 20 Jun)
  6. Cancer (21 Jun – 22 Jul)
  7. Leo (23 Jul – 22 Agust)
  8. Virgo (23 Agust – 22 Sept)
  9. Libra (23 Sept – 22 Okt)
  10. Scorpio (23 Okt – 21 Nov)
  11. Sagitarius (22 Nov – 21 Des)
  12. Carpricornus (22 Des – 19 Jan)

Kepercayaan terhadap kedudukan bintang ini sudah amat tua, yaitu berasal dari Babilonia dan Mesir. Mereka percaya bahwa bintang memiliki kuasa atas manusia. Oleh karena itu bintang disembah-sembah dan dimintai pertolongan.

Didalam kejadian 11-1-9 dikisahkan tentang menara Babel. Menurut arkeologi, menara Babel adalah sebuah ZIGGURAT, yaitu bangunan yang digunakan untuk keperluan menyembah bintang-bintang dan dipakai untuk keperluan ramalan keadaan manusia.

Sebenarnya kita dapat melihat gejala-gejala astrologi ini didalam PL. Misalnya: Anak lembu emas Harun mirip dengan dewa bintang Mesir Taurus, Ulangan 18:9-12 dan Yesaya 47:11-14

Nabi-nabi Perjanjian Lama jelas menentang astrologi. Dasarnya adalah:

  • Astrologi merupakan bentuk polytheism dan membawa kepada penyembahan bintang-bintang
  • Astrologi merupakan bentuk occultism. Umat Allah harus tanya kepada Tuhan bukan kepada bintang, jika mereka perlu memperoleh informasi

Dahulu astrologi  hanya diperuntukan bagi raja-raja dan bangsa-bangsa. Kemudian Alexander The Great membawa astrologi ke Yunani. Orang-orang Yunani segera menata kembali astrologi tersebut sehingga dapat menjadi suatu ilmu yang dapat diterapkan tiap-tiap orang.

Tokoh utama adalah: Ptolemeus (130 AD). Ia menulis buku berjudul Tetrabiblos yang isinya adalah menginstruksikan metode membuat horoskop dengan melihat posisi 7 bintang yaitu: matahari, bulan, merkurius, venus, mars, yupiter & saturnus pada saat seseorang lahir. Jadi jikalau tahu saat lahir seseorang, maka ramalannya bisa dibuat. Pada saat itulah astrologi tidak lagi diperuntukan bagi raja, tetapi untuk semua orang.

SIKAP GEREJA KUNO

Gereja kuno jelas menentang astrologi. Hal ini dapat kita baca dalam Kis 19:18-20:

19:18 Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu.
19:19 Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.
19:20 Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.

Didalam kitab Didache (antara bab I -II), terdapat peringatan supaya jangan ikut-ikutan dengan astrologi karena membawa kepada penyembahan berhala. Demikian juga didalam Konsili Laodikea (345 AD) disebutkan bahwa astrologi dilarang dan orang-orang yang terlibat dalam astrologi tidak boleh menjadi pendeta.

Argumentasi orang-orang yang suka astrologi
1. Kalau orang rajin membaca horoskopnya, ia akan melihat bahwa astrologi itu benar, karena sesuai dengan pengalamannya.

Para peramal di Amerika telah ratusan tahun meramal ini itu. Apakah mereka menguasai seluruh uang? Jika saja benar mereka bisa meramal, maka dengan mudah mereka akan menguasai pertandingan olah raga, pacuan kuda, bursa saham, dan lain sebagainya. Tetapi kenyataannya tidak demikian

2. Alkitab tidak melawab tetapi justru mendukung astrologi

Argumentasi ini didasarkan pada kisah Nuh yang “meramalkan” akan datang air bah dan juga kisah 3 orang majus yang jelas-jelas mendalami ilmu perbintangan.

Argumentasi ini jelas tidak benar. Tentang orang majus, mereka bukanlah pakar astrologi, melainkan orang-orang kafir yang bertobat dan masuk Yudaisme. Oleh karena itu mereka mengerti Firman Tuhan, khususnya nubuatan tentang Mesias didalam Bilangan 24:17:

24:17 Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.

Lagipula, bintang yang mereka ikuti bukanlah sejenis bintang biasa atau planet. Bintang tersebut merupakan fenomena supranatural yang muncul, bergerak, hilang, muncul lagi dan diam di tempat tertentu (Matius 2: 2; 7; 9)

Sikap Herodes sendiri pada waktu itu juga bertanya kepada ahli-ahli Perjanjian Lama, bukan kepada ahli perbintangan (Matius 2:3-6)

Sebagai tambahan, orang-orang majus ini tidak memakai satrologi untuk mengetahui maksud jahat Herodes, melainkan Malaikat yang datang kepada mereka dan memerintahkan mera untuk pergi.

3. Astrologi itu benar karena dengan tepat dapat meramalkan masa depan, bukankah ini bukti yang hebat?

Ini adalah kebohongan. Salah satu editor koran di Amerika suatu kali dikejar deadline, padahal horoskop baru belum datang. Apakah yang ia lakukan? Ia memakai horoskop yang lama. Nyatanya tidak ada keluhan, karena tidak ada seorangpun yang tahu. Dan hal seperti itu telah berkali-kali dilakukan.

Tentang ketepatan ramalan, para peramal akan bilang bahwa hal itu membuktikan kebenaran astrologi. Tetapi jika ramalan meleset, maka mereka menjawab bahwa hal itu bukan disebabkan karena bintang-bintang tidak menurut, melainkan orang-orangnya saja yang tidak mau bekerjasama dengan bintangnya. Jadi menurut orang-orang yang mempraktekan astrologi, astrologi adalah ilmu yang tidak bisa gagal.

Jika kita melihat ke belakang, ada banyak ramalan astrologi yang meleset, seperti:

  • Voltaire diramal mati pada usia 32 tahun oleh peramal astrologi – kenyataannya, sampai usia 60 tahun ia masih hidup. Untuk kenyataan tersebut astrolog-astrolog menyampaikan permintaan maaf
  • Tidak ada satupun astrologpun yang meramalkan akan terjadi Perang Dunia II – kenyataannya perang tersebut terjadi juga
  • Seorang astrolog terkenal Amerika bernama Manly Palmer Hall, meramalkan bahwa antara tahun 1960 – 1980 Amerika berada di siklus Sagitarius yang membuat negara menjadi jaya – Kenyataannya, justru tahun-tahun tersebut Amerika dalam keadaan terpuruk

  • Astrolog juga meramalkan bahwa pada tahun 1969, California akan masuk kedalam laut – nyatanya hingga hari ini California masih ada dan dalam keadaan baik-baik saja.

4. Ilmu astrofisika membuktikan kebenaran astrologi

Dr. Takata berkata bahwa sinar matahari mempengaruhi albumin didalam darah, sedangkan Dr. Brown mengatakan bahwa kerang dapat terbuka/tertutup cangkangnya karena pengaruh gravitasi bulan.

Memang diakui ada pengaruh matahari dan bulan dalam kehidupan. Namun tetap saja, hal itu tidak bisa digunakan untuk membenarkan astrologi, karena:

  • Konsep astrologi mengatakan bahwa tujuh benda angkasa mempengaruhi manusia, bukan hanya matahari dan bulan
  • Konsep astrologi mengatakan bahwa bintang-bintang di atas itu menghasilkan pengaruh yang tetap dalam hidup manusia. Faktanya, pengaruh matahari dan bulan itu hanya sementara dan berubah-ubah
  • Konsep astrologi yakin bahwa bintang-bintang mempengaruhi nasib bagi waktu lahir. Faktanya bahwa radiasi matahri dan bulan itu universal dan konstan.
  • Konsep astrologi yakin ada pengaruh matahari dan bulan terhadap tubuh dan jiwa manusia. Lalu manakah pengaruh 5 planet yang lain (Venus, Merkurius, Mars, Jupiter dan Saturnus)?

Jika dipikir dengan akal sehat, manakah yang lebih besar pengaruhnya terhadap kelahirna bayi apakah dokter yang menangani persalinan ataukah bintang yang jauh?

5. Berdasarkan studi statistik jelas horoskop pribadi menentukan nasib, kepribadian, pekerjaan orang tersebut.

Astrologi mengatakan jika pengaruh planet Mars (Dewa Perang) itu sangat kuat, maka anak akan menjadi atlet atau tentara. Jika yang dominan adalah Venus orang akan berzodiak Libra, maka orang tersebut akan memiliki artistik yang tinggi, namun teori astrologi seperti itu ternyata tidak ada buktinya, alias tidak benar sama sekali.

ASTROLOGI DAN ILMU PENGETAHUAN

Beberapa orang mengatakan bahwa astrologi itu bersifat ilmiah. Apakah benar pandangan seperti itu?

1. Masalah-masalah dengan astrologi kuno

Astrologi kuno didasarkan atas mata telanjang manusia yang melihat bintang-bintang dan langsung menerapkan hal tersebut dalam kehidupannya. Karena keterbatasan mata, tentu ada banyak sekali kesalahan. Misalnya adalah Ptolemeus yang memandang bumi sebagai pusat jagat raya, sedangkan matahari, bulan dan planet-planet lain berputar mengelilingi bumi.

Namun Copernicus membuktikan lain. Apa yang kita lihat tidaklah sama dengan kenyataan yang ada. Copernicus membuktikan bahwa sistem tata surya kita adalah Hellio – Centris yaitu matahari menjadi pusat dan bumi serta planet-planet lain bergerak mengelilinginya.

Seharusnya astrologi sudah hancur dengan kemunculan Copernicus tersebut. Tetapi, mengapa tidak? – Hal ini dikarenakan ada akar keagaamaan dalam astrologi, yaitu ada unsur percaya.

2. Ptolemeus hanya melihat ada 7 bintang

Ptolemeus hanya melihat ada matahari, bulan, venus, mars, jupiter, saturnus dan merkurius. Ia tidak tahu selain itu masih ada planet-planet yang lain, yaitu:

  • Uranus – ditemukan tahun 1781
  • Neptunus – ditemukan tahun 1846
  • Pluto (sekarang bukan planet) – ditemukan tahun 1930

Lalu dimanakah pengaruh 3 planet baru ini bagi kehidupan manusia? Beberapa jawaba diberikan dan semuanya tidak ilmiah:

“Sebab baru ditemukan, tiga planet itu tidak ada pengaruhnya bagi manusia”

“Ada pengaruhnya, tapi kecil. Jadi tidak perlu dipersoalkan”

3. Ptolemeus memandang bumi sebagai bidang datar

Ptolemeus menjelaskan bahwa 12 zodiak adalah sabuk imajiner yang hanya bisa dibuat di kedudukan-kedudukan tertentu saja. Misalnya di Yunani bisa dibuat, tetapi di Alaska, Canada, Finlandia, Siberia itu semua tidak bisa dibuat. Jadi sifatnya terbatas

4. Astrologi Ptolemeus diwarnai dengan takhayul dan penyembahan benda-benda angkasa

Planet dipandang sebagai dewa-dewa yang memiliki emosi, kemauan dan akal. Mars adalah dewa kemurkaan, venus adalah dewa cinta, dan saturnus adalah dewa jahat.

 

PENILAIAN KRITIS SEBAGAI ORANG KRISTEN

1. Astrologi memandang rendah manusia sebagai objek permainan bintang-bintang

Hal ini sangat berbeda dengan Alkitab. Alkitab memberitahu kita bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Manusia diberi kuasa untuk mengauasai bumi dan segala isinya (Kej 1:27-28)

Jadi manusia tidak dilihat sebagai objek permainan nasib. Bahkan bagi orang Kristen, bintang-bintang itu memuliakan Tuhan, tidak menentukan nasib.

Mazmur 148:3 Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang!

2. Astrologi meramal ini itu tetapi sebagian besar tidak jadi

Perhatikan ayat Firman Tuhan berikut ini dan lakukanlah perbandingan terhadap astrologi:

Ulangan 18:21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? –
18:22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”

Jadi jika satu saja ramalan astrologi tersebut tidak terjadi dalam kehidupan nyata, maka palsulah astrologi tersebut. Ini sungguh berbeda dengan nubuat-nubuat didalam alkitab. Nubuat-nubuat tersebut terjadi semua, tidak ada yang gagal.

3. Astrologi merupakan bagian dari Occultisme

Occultisme artinya adalah yang rahasia / tersembunyi. Ini dilarang oleh alkitab, demikian pula dengan astrologi. Dengan astrologi manusia mencoba untuk:

  • Mendapatkan pengetahuan supranatural tentang hari depan
  • Mendapatkan pintu terbuka dalam dunia roh untuk menghubingi roh-roh orang mati
  • Berhubungan dengan setan dan roh-roh jahat

Dengan demikian, jelas Alkitab menetang astrologi

4. Astrologi bersifat Polytheistis

Dasar dari astrologi adalah adanya bintang-bintang yang mempengaruhi hidup manusia. Dengan demikian bintang-bintang itu identik dengan dewa-dewa yang punya kuasa menentukan nasib manusia.

Ini sangat bertentangan dengan Alkitab yang percaya Monotheisme. Jadi orang Kristen jangan sekali-kali tertipu dengan agama polytheisme kuno ini, yang menyelubungi diri dengan istilah-istilah modern.

5. Astrologi jelas tidak menyukai kekristenan

Tokoh-tokoh astrologi utama acapkali memperkatakan pandangannya yang menentang kekristenan. Misalnya Dr. Logan yang mengatakan bahwa kisah Adam dan Hawa itu bohong belaka, begitu pula dengan bajir di zaman Nuh. Ia juga berkata bahwa Yesus bukanlah Juruselamat, dan ia sangat sukad dengan orang-orang yang anti kekristenan.

Begitu pula dengan tokoh Linda Goodman, ia juga tidak suka Yesus Kristus. Katanya Yesus hanyalah manusia biasa seperti kita.

Bukankah dengan demikian kita tahu bahwa tokoh-tokoh tersebut termasuk antikristus?

I Yohanes 2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

6. Astrologi suka reinkarnasi

Menurut astrologi, begitu kita lahir kita memiliki nasib-nasib tertentu yang dipengaruhi oleh bintang-bintang. Dalam hal ini, karma seseorang juga turut berperan dalam menentukan hari lahir kembali. Jiwa akan memilih saat ia terlahir kembali (reinkarnasi) untuk menyesuaikan diri dengan pergeseran bintang.

Kajian Psikologis dan Theologis mengenai Homosexual – Part 3

Ini part terakhir pembahasan kita mengenai homosexualitas? Jika di part pertama dan kedua kita sudah melihat berbagai pandangan baik itu pandangan gereja, masyrakat, psikologis maka pada bagian ini kita akan melihat pandangan theologisnya. Memang dari Part 1 & Part 2 kita mendapat kesimpulan bahwa keadaan homosexual seseorang 50% dipengaruhi oleh genetika tetapi BUKAN oleh faktor heriditas alias faktor keturunan, ada faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi genetika kita ketika kita sedang dalam kandungan atau bahkan dalam masa pertumbuhan dini, sisa faktor lain ialah faktor-faktor non-genetika yaitu “chance” atau kesempatan dan “Peer” alias pergaulan.

Lantas bagaimana kita mejebatani hal ini? Apakah homosexual memang sesuatu yang tidak normal? apakah homosexual dapat disembuhkan?

Foto diatas seems funny.. tetapi kita harus menemukan titik temu antara homosexualitas dan Alkitab.

Mitos bahwa Gay diikat oleh roh homosexualitas

Banyak para kristen fundamentalis dalam hal ini beberap aliran karismatik yang menganggap seseorang menjadi homosexual disebabkan oleh roh jahat yaitu roh homosexual, sehingga cara untuk melepaskannya ialah dengan pelepasan atau exorcism. Didalam alkitab tidak kita temukan ayat yang mendukung hal ini dimana ada roh homosexual. Bahkan perkataan Yesus sendiri mengatakan ada hal-hal yang disebabkan ketika seseoarng itu lahir sehingga orang tersebut tidak menikah.

Dalam banyak penelitian di Amerika seorang “gay” yang berusaha menjadi “normal” dengan dilakukan pelayanan pelepasan memiliki kecenderungan untuk bunuh diri. Banyak kasus-kasus remaja dan anak-anak yang menyadari mereka “gay” dan mendapat tekanan dari lingkungan sekitar menjadi depresi dan cenderung untuk bunuh diri. Sehingga jika tidak mendapatkan informasi yang baik dan how to deal with it? maka tidak heran kasus-kasus serupa banyak terjadi.

Penyelesaian masalah mereka tidak hanya cukup dengan mengatakan ini dosa dan kamu akan masuk neraka jika tidak bertobat, atau kamu harus didoakan pelepasan. Secara jujur saya katakan ini bukanlah solusi yang tepat. Memang ada beberap kesaksian yang secara permature diberikan tentang kelepasan dari homosexualitas, ambil contoh saja kesaksian artis Indonesia Jupier Fotrissimo yang sekarang berubah nama menjadi George Peter (bukan saya mengecilkan kesaksian beliau). Menurut George Peter ia menjadi homosexual ketika waktu kecil akibat perceraian orang tuannya ia dititipkan kepada om nya, yang kemudian melakukan pelecehan sexual terhadapnya. Kemudian secara cepat mengumumkan ke publik bahwa ia sudah lepas.

Apakah benar alkitab sungguh-sungguh menetang kaum homosexual??

Perlu dibedakan antara “BEING A GAY” dan “DOING HOMOSEXUAL ACTIVITY”. Being a gay adalah suatu yang saya jelaskan sebelumnya didalam part 1 & 2. Alkitab dalam PL & PB nampak jelas menentang bentuk aktivitas homosexual (kita akan kaji nanti), dalam salah satu ayat di Kitab Yesaya 56:

56:3 Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN berkata: “Sudah tentu TUHAN hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya”; dan janganlah orang kebiri berkata: “Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering.”
56:4 Sebab beginilah firman TUHAN: “Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
56:5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama — itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan –, suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka.

Dalam bahasa aslinya kaum kebiri adalah (סָרִיס) SARIS, kata ini memiliki beberapa pengertian:

1. Kaum kebiri yang sudah bawaan lahir, artinya orang ini menjadi “kaum kebiri” bukan karena memilih menjadi seperti itu atau juga karena dikebiri (penisnya dipotong orang)

2. Kaum kebiri yang disebakan karena orang lain, ini adalah kaum kebiri yang secara fisik alat vitalnya telah dikebiri

3. Kaum kebiri yang karena pilihannya tidak menikah, bukan berarti mengibiri secara fisik. Walau ada ada juga yang melakukan hal yang demikian. Sebut saja Origenes seorang theolog Kristen pada abad ke-2 yang mengibir dirinya secara fisik.

Ini juga didukung oleh tulisan Ulpian, salah satu penulis undang-udang romawi kuno yang hidup pada tahun (172 -223 Masehi)

“The name of eunuch is a general one; under it come [1] those who are eunuchs by nature [born eunuchs], [2] those who are made eunuchs [by castration or crushing], and [3] any other kind of eunuchs [those who voluntarily abstain from marriage].”

The Digest of Justinian, Vol. IV, University of Pennsylvania Press, Philadelphia, 1985, p. 944.

Ini kosisten dengan perkataan Yesus sendiri:

Matius  19:12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

Hal ini semakin mendukung pandangan bahwa being a gay adalah sesuatu yang bersifat genetika namun bukan hereditas. Lantas bagaimana dengan ayat yang menetang praktek homosexual bahkan Paulus dengan tegas mengatakan bahwa Banci, pemburit tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga. Kembali ke pembukaan saya diatas antara BEING A GAY and DOING GAY ACTIVITIES adalah dua hal yang berbeda. Memang mengenai Homosexual Activities ini masih banyak perdebatan, ada yang mengatakan yang ditentang alkitab ialah perilaku Free Sex nya, bukan perasaan cinta didalam homosexual, ada juga yang mengatakan bahwa yang ditentang adalah aktivitas sex gay (hubungan sex sesama jenis). Seperti di part 2 saya katakan saya tidak begitu tertarik untuk melajutkan perdebatan ini, saya lebih tertarik mengenai what next? Apa yang harus dilakukan selanjutnya?

If I were a gay?

Apa yang dapat dilakukan jika anda gay?

1. Maka pertama perlu anda telaah apa penyebab homosexualitas anda, apakah anda seoarang yang Predominantly heterosexual, only incidentally homosexual = dominannya seorang homosexual tetapi tidak sengaja terlibat aktivitas sex homosexual entah karena kasus pelecehan sexual ketika masih kecil, akibat teman-teman anda. Atau anda adalah Predominantly homosexual, only incidentally heterosexual = dominannya adalah homosexual bahkana sampai Exclusively homosexual. Kedua hal ini memiliki penanganan yang berbeda. Jika anda seorang Predominantly heterosexual, only incidentally homosexual maka masih cukup mudah bagi anda untuk kembali menjadi seorang heterosexual karena untuk tipe ini pengaruh dominannya ialah “chance” = kesempatan dan “Peer” = Pergaulan. Dengan memutuskan mata rantan chance & peer ini maka akan membantu anda untuk kembali menjadi seoarng heterosexual memang terlihat gampang namun sebenarnya tidak. Lalu bagaiman dengan orang yang Predominantly homosexual, only incidentally heterosexual bahkan Exclusively homosexual yang 50% dipenaruhi oleh genetika, maka anda perlu melihat langkah ke-2

2. Maka anda perlu untuk menjawabnya sendiri who are you? Jika anda meyakini anda seorang homosexual maka disini cuman ada dua pilihan yaitu menerimanya sebagai bagian dari personality anda dan tidak hidup didalam free sex atau yang kedua ialah memilih untuk bertahan artinya anda menyadari bahwa secara genetika anda mungkin tidak akan bisa menikah dengan seorang perempuan karena secara sexual anda tidak memiliki ketertarikan namun juga memilih untuk tidak melakukan aktivitas sexual terhadap sesama jenis. Ini yang disebut dengan “kaum kebiri” secara lahiriah. Dan anda memotong rantai “chance” dan “peer” homosexual yang semakin memperkuat personality anda sebagai homosexual.

3. Setelah anda melalui langkah pertama dan kedua, maka yang ketiga ialah anda didalam ke”kurangan:” anda carilah Tuhan, saya teringat dengan doa seorang pemungut cukai didalam :

Lukas 18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Alkitab menyaksikan orang ini pulang sebagai orang yang dibenarkan dari pada seorang ahli taurat yang menganggap dirinya benar. Artinya dengan kerendahan hati kita memohonkan Tuhan untuk menuntun kita karena Ialah yang menjadi hakim atas hidup anda, bukan orang lain. Biarkan Ia yang menuntun hidup anda, jika memang anda terlahir demikian yakinlah Ia tetap mengasihi anda seperti apapun anda, He’s your FATHER anyway, He’ll help and guide us.

Mungkin tulisan ini tidak banyak menjawab, bahkan mungkin banyak orang yang tidak setuju namun ini hanyalah pandangan pribadi saya. Tuhan Yesus mengasihi kita apapun keadaan kita, bagi kita yang merasa diri kita “normal” maka jangan mengahakimi atau melecehkan kaum LGBT, karena penderitaan dan kebingunngan yang mereka alami bukanlah suatu hal yang gampang difahami. Tetap kasihi mereka dengan kasih Kristus. Tuhan Yesus memberkati

Zombie Apocalypse

Kali ini di “LittleFlocks” akan membahas tema Sci-Fi yaitu mengenai Zombie. What? Zombie? yups zombie-zombie seperti yang ada di film-film. Film zombie pertama adalah White Zombie yang dibuat pada tahun 1932 oleh American independent Pre-Code horror film, sampai sekarang film-film zombie menjadi cerita yang laris manis hollywood.

Now questionnya apakah zombie itu real atau tidak sama sekali.. ??

Almarhum nenek saya pernah bercerita di kampungnya tentang “bangkit” – Bangkit adalah mayat yang bisa berjalan dan bahkan bisa melakukan berbagai aktifitas dimana mayat ini dikuasai oleh suatu roh. Salah satu cerita yang maish saya ingat ialah dahulu dikampungnya ketika ada yang meninggal pada malam sebelum mayat ini dimakamkan, salah seorang anggota keluarganya mendengar suara orang yang sedang memasak didapur, saat itu dia pergi kebelakang dia tidak melihat siapapun namun dari atas ada helaian-helaian rambut yang berjatuhan dan ketika dia meliahat keatas terkejutnya ia meliaht anggota keluarga nya sudah meninggal tadi ada diatas rumah, kemudian ia memanggil mayat tersebut dan memintanya kembali ketempatnya. Cerita ini pada zaman dahulu di kalimantan cukup lazim didengar dan “terjadi” walau saya sendiri belum pernah mengalaminya secara pribadi.

Salah satu kasus yang pernah tercatat ialah kasus Felicia Felix Mentor seorang wanita Haiti yang dilaporkan pada tahun 1907 telah meninggal karena suatu sakit, namun pada tahun 1936 seorang wanita dalam keadaan baju yang compang camping berkeliling dijalan-jalan menuju salah satu pertanian yang ia claim milik ayahnya. Pemilik pertanian itu mengenali wanita tersebut sebagai Felciai Felix Mentor yang telah meinggal beberapa tahun lalu, bahkan suami Felicia pun mengakui bahwa itu adalah istrinya. Kemudia wanita ini dibawa ke salah satu rumah sakit. Dokter yang merawatnya mengatakan :

Her occasional outbursts of laughter were devoid of emotion, and very frequently she spoke of herself in either the first or the third person without any sense of discrimination. She had lost all sense of time and was quite indifferent to the world of things around her.

Zombie memang aslinya adalah kepercayaan yang berasal dari Afrika. “Zombi” juga merupakan nama untuk dewa ular voodoo yang bernama Damballah Wedo asal Nigeria-Kongo yang dekat dengan kata nzambi yang dalam bahasa Kongo berarti “dewa”. Para dukun voodoo yang biasa disebut Bokor konon bisa menghidupkan kembali manusia yang sudah mati namun Zombi tidak memiliki kemauan sendiri sehingga selalu berada di bawah kendali sang dukun.

Namun secara farmakologi ada beberapa racun yang “mungkin” dapat menyebabkan seseorang bisa dalam keadaan zombie, seorang ahli Etnobotani Kanada bernama Wade Davis yang melakukan penelitian pada tahun 1982 di Haiti mengatakan ada dua jenis racun yang dimasukan ke dalam aliran darah (biasanya lewat luka terbuka) dapat mengubah orang hidup menjadi zombi. Bubuk obat pertama disebut coup de poudre (bahasa Perancis untuk “obat penyerang”) yang membuat manusia dalam keadaan “seperti mati” akibat dosis tetrodotoksin. Tetrodoksin merupakan racun mematikan yang juga dikandung ikan buntal dan ikan fugu yang merupakan makanan lumrah di Jepang. Manusia yang diberi tetrodoksi dalam dosis nyaris mematikan (LD50 sebesar 1 mg), bisa berada dalam keadaan hampir mati untuk beberapa hari, tapi terus dalam keadaan sadar. Ramuan bubuk obat kedua dari tanaman genus Datura bersifat halusinogen dan membuat orang menjadi tidak memiliki kemauan sendiri.

Namun juga ternyata didalam dunia binatang juga ada kasus zombie, yaitu pada semut di amazon. Peneliti menemukan empat spesies jamur baru yang bisa mengubah semut menjadi zombie di Amazon. Penelitian yang terbit di jurnal PLoS One itu menunjukkan kalau jamur Ophiocordyceps unliateralis bersifat parasit dan dapat hidup di empat spesies semut (Camponotini sp.) di daerah Zona da Mata, Brazil.

Semut terinfeksi ketika mereka bersentuhan dengan spora yang dilepaskan jamur. Dalam waktu seminggu, semut akan berubah menjadi seperti zombie. “Tingkah laku semut berubah. Mereka menggantung di daun dengan menggigit bagian bawah dedaunan belukar,” jelas Profesor David Hughes dari University of Pennsylvania yang juga pemimpin peneliti. Hughes juga menjelaskan jamur akan tumbuh di kepala semut menjadi seperti antena dan melepaskan sporanya ke udara. Spora itu jatuh ke tanah atau terbawa hujan sehingga dapat bersentuhan dengan semut lain.

Temuan jamur yang membuat semut jadi zombie ini bukan pertama kali. Pada tahun 2009, Hughes juga menemukan semut zombie di Indonesia. Semut-semut zombie tersebut tergantung pada daun setinggi 25 cm di atas tanah pada lingkungan dengan kelembapan 95 persen–kondisi yang sempurna bagi jamur untuk tumbuh.

Pertanyaan nya sekarang mungkinkan terjadi “Zombie Apocalypse” pada akhir zaman nanti seperti di film-filam hollywood??

Jawabannya Mungkin saja, dalam salah satu nubuatan alkitab akan akhir zaman didalam kitab Wahyu:

9:6 Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.

Bahkan pada saat itu orang-orang berharap mati diruntuhkan oleh bukit-bukit batu:

Wahyu 6:15 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
6:16 Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: “Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.”

Dari ayat tersebut kita melihat munngkin ini mengenai zombie apocalypse (ini hanya sebuah kemungkinan, bukan kepastian) karena didalam ayat tersebut dijelaskan manusia ingin mati tetapi tidak bisa mati maka mirip dengan “zombie” bukan hehe. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa mendatang, bisa saja seperti yang digambarkan dalam film Resident Evil, dimana suatu perusahaan bernama “Umbrella” mengembangkan senjata manusia zombie. Karena memang ada beberapa zat kimia yang diyakini bisa menyebabkan manusia dalam keadaan zombie. Apapun yang terjadi pada masa mendatang kita harus siap sedia menyambut kedatangan Kristus yang kedua kalinya agar kita tidak tertinggal. Tuhan Yesus memberkati

Kajian Psikologis dan Theologis mengenai Homosexual – Part 2

Melanjutkan pembahasan mengenai homosexual ini mengingatkan saya akan lagu Lady Gaga yang berjudul I was born this way. Dalam salah satu liriknya:

No matter gay, straight or bi Lesbian, transgendered life I’m on the right track, baby I was born to survive

……….

I’m beautiful in my way ‘Cause God makes no mistakes I’m on the right track, baby I was born this way

Is that true that God makes no mistake? and we are in the right track? mari kita lihat pandangan-pandangan yang mendukung keberadaan LGBT..

(Gambar salah satu Gay Parade)

Pengaruh Genetika???

Perlu disadari orientasi sexual adalah termasuk didalam personality manusia, setiap manusia ini memiliki dorongan dan hasrat sexual, dan manusia juga hakekatnya ialah mahluk sosial yang membutuh cinta. Secara dewasa kita mesti berani mempertanyakan apakah cinta “eros” hanya akan terbatas pada hubungan laki-laki dan perempua saja?

Untuk memahami personality kita harus memahami molekul informasi yaitu DNA. Rahasia DNA bukan berada dalam sifat-sifat fisiknya yang amat sederhana tetapi dalam informasi yang dibawanya. Molekul-molekul DNA ini mirip cip-cip komputer, walau tampak sama tetapi molekul-molekul ini memiliki fungsi masing-masing yang sangat berbeda bergantung pada bagaiman ia diprogram. Dari urutan genom manusia, kita mengetahui bahwa DNA kita secara kasar memilki 35.000 gen yang berbeda, dan dari 35.000 gen yang berbeda itu kita hanya mengetahui fungsi dari sekitar sepertiganya saja. Walau setiap manusia memilki DNA yang hampir sama yakni sekitar 35.000 gen tadi tetapi bukan berarti identik, terdapat variasi-variasi yang disebut polimorfisme, terjadi kurang lebih satu kali setiap 1.000 basa diantara manusia-manusia yang tidak berkerabat. Karena manusia mengandung total sekitar 3 milyar basa DNA, itu berarti ada sekitar 3 juta perbedaan antara DNA saya dan anda. Ini lah yang bertanggung jawab atas semua perbedaan yang diwariskan di antara kita.

Dari semua studi mengenai personality rata-rata memiliki hasil yang sama yaitu 45 – 50 % kepribadian kita dibentuk secara alamiah oleh kode-kode DNA kita. Selama ini kita diyakini bahwa kepribadian kita dibentuk oleh “nurture” atau bagaimana kita diasuh atau di didik. Dalam salah satu buku yang di tulis Judith Rich Harris yang berjudul No Two Alike, ia mengunkapkan suatu hasil penelitian yang mencengangkan bahwa “Bagaimanapun kita diasuh tidak memiliki dampak sama sekali terhadap kepribadian kita”. Walau bukan berarti sifat orang tua kita dan hubungan kita dengan mereka menjadi tidak penting, tetap orang tua dapat mempenharuhi kita dalam berbagai aspek seperi nilai-nilai iman, sopan santun, kegemaran mu main bola, kesukaan menikmati makanan ibumu.

Bagaimana kita mengetahui bahwa memang gen lah yang bertanggung jawab atas orientasi sexual kita?? yaitu dari penelitian terhadap anak-anak yang kembar identik. Sir Francis Galton salah seorang ilmuan Inggris pada abad ke-19 lah yang juga sepupu Darwin, ialah yang merintis penelitian terhadap orang kembar. Dari banyak penelitian yang dilakukan hampir semua memiliki kesesuaian bahwa anak-anak yang kembar identik atau dikenal dengan Monozygotic (MZ) memiliki kesamaan orientasi sexual ketimbang anak-anak sodara sekandung atau kembar tidak identik/ fraternal atau juga dikenal dengan istilah dizygotic (DZ) bahkan jika kedua kembar Monozygotic ini terpisah sejak kecil dan diasuh dalam lingkungan yang berbeda dan tidak saling kenal. Salah satu contoh penelitian yang dilakukan pada tahun 1952 bahwa ada 100% kesamaan orientasi sexual terhadap 37 pasangan kembar Monozygotic (MZ) dan ada 15% kesamaan orientasi sexual terhadap pasangan kembar fraternal dizygotic (DZ) (Kallmann 1952a,b). Walaupun ada penelitian yang lain yang sedikit berbeda pada tahun 2002 yaitu adanya kesamaan 20-25% kesamaan orientasi sexual pada kembar MZ (Hershberger 2001).

(ilustrasi kembar MZ)

Hal lain yang mendukung ialah penelitian yang dilakukan Alfred C. Kinsey, salah seorang profesor di bidang entomology dan zoology dari Indiana University, Amerika Serikat, dia menerbitkan suatu skala orientasi sexual. Menurut hasil penelitiannya bahwa hanya ada 5-10% yang benar-benar homosexual atau heterosexual, sisanya atau 90% orang berada di tengah-tengah atau bisexual dimana semakin kekanan dari skala itu semakin mengarah menjadi seorang homosexual

0 = Exclusively heterosexual

1 = Predominantly heterosexual, only incidentally homosexual

2 = Predominantly heterosexual, but more than incidentally homosexual

3 = Equally heterosexual and homosexual

4 = Predominantly homosexual, but more than incidentally heterosexual

5 = Predominantly homosexual, only incidentally heterosexual

6 = Exclusively homosexual

Contoh sederhananya ialah misal seorang laki-laki bisa saja kagum ketika melihat seorang laki-laki yang tampan walaupun ia tidak memiliki perasaan sexual terhadap laki-laki tersebut, ini dapat dikategirikan sebagai skala 1 Kinsey. Walaupun teori Kinsey ini tidak sepenuhnya dapat diterima. Dari semua penelitian yang saya jabarkan perlu diakui bahwa nampaknya memang ada pengaruh genetika terhadap setiap orientasi sexual, namun pertanyaan mendasar apakah memang ini sesuatu yang bersifat heredetik atau sesuatu yang diturunkan alias dari sononya atau memang ada faktor eksternal yang mempengaruhi gen atau hormonal?

Homosexual sebagai faktor keturunan??

Ada banyak penelitian yang mencoba menggali faktor heriditas terhadapa orientasi sexual, namun dari beberap penelitian banyak menunjukan ketidak sesuaian. Contohnya :

1. Pada tahun 2000 Kirk et al. melakukan penelitian yang menghitung faktor keturunan terhadap orientasi sexual yaitu 50 – 60 % pada perempuan dan 31 % pada pria

2. Namun Pillard and Bailey (1998) mengatakan tidak ada pengaruh keturunan terhadap orientasi sexual perempuan

3. Hershberger (1997) juga melakukan penelitian yang menyatakan tidak ada pengaruh keturunan pada orientasi sexual pria namun sebaliknya untuk wanita

Dari semua penelitian diatas tidak menunjukan konsistensi, maka perlu diyakini bahwa homosexual bukan suatu yang bersifat heredetik atau keturunan, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa ada pengaruh gen disana. Memang nampak seolah-olah bertolak belakang.

Apa yang menyebabkan seseorang menjadi homosexual jika bukan pengaruh keturunan?

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya memang ada pengaruh genetika, tetapi saya masih tidak meyakini pengaruh hereditas atau keturunan.

Suatu waktu saya pernag menonton dalam acara Oprah Winfrey Show, ditampilkan pasangan suami istri yang ternyata masing-masing adalah gay dan lesbi kemudian akhirnya mereka berpisah dan masing-masing menikahi pasangan gay nya, namun menariknya anak mereka yang saat itu masih berusia remaja tidak memiliki orientasi sexual homosex namun tetap heterosexual alias tetap menyukai lawan jenis.

Seperti yang saya jabarkan sebelumnya bahwa personality kita 45-50% dibentuk karena pengaruh gen, berarti kehomosexual seseoarng 45-50% tidak terlepas dari pengaruh genetika, namun bukan suatu yang bersifat heredetik (ini masih menurut saya). Berarti ada faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi “mutasi” gen seseorang. Dalam salah stau penelitian terbaru pada tahun 2011 terhadap pengaruh Bisphenol-A (BPA) terhadap orientasi sexual. Dalam penelitian terhadap sejumlah tikus jantan yang terpapar BPA menunjukan perubah perilaku dan sifat menjadi lebih seperti tikus betina, bahkan mereka menunjukan ketidak tertarikan terhadap tikus betina alias jadi tikus maho hahah. Dari hasil obeservasi juga ditemukan kandungan sperma dan testosteron tikus yang terpapar BPA sangat rendah dapat dibaca di artikel berikut. Ironisnya banyak bahan plastik tempat makanan kita mengandung bahan Bisphenol-A ini (so hati-hati dalam memilih kemasan makanan, silahkan baca artikel saya tentang bahaya plastik) disamping itu banyak makanan gorengan yang digoreng menggunakan minyak yang dicampur plastik. Memang ini masih bersifat premature karena belum diujikan kepada manusia hehe kecuali ada yang mau?

Disamping itu juga adanya pengaruh hormonal ibu ketika mengandung sang bayi yang dapat mempengaruh perkembangan hormonal dan perkembangan genetis sang bayi. Banyak penelitian yang dilakukan terhadap binatang yang menunjukan perubahan perilaku sexual permanen ketika terjadi perubahan prenatal androgens atau pegaruh hormonal orang tua ketika mengandung sang anak. Perubahan hormonal seseorang sangat bergantung banyak pada faktor-faktor eksternal seperti tingkat stress, asupan gizi, apa yang dikonsumsi. Sehingga ini penting untuk ibu-ibu hamil dijaga kehamilannya dengan kasih sayang dan selalu memperhatikan asupan-asupan gizinya.

Ini pun saya kira sesuai dengan Firman Tuhan, yaitu akibat dosa yang merusak gambaran Allah :

Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa

Disamping faktor genetis yang kita bicarakan masih ada 45-50% yang bukan karena faktor genetis, kira-kira apa sajakah yang mempengaruhinya:

1. Chance alias kesempatan, walaupun seseorang memiliki bakat sebagai seorang homosexual namun jika ia tidak memiliki kesempatan untuk “membuahinya” maka kehomosexualannya tetap hanya akan menjadi “potensi”. Jadi ingat bang napi ini “kejahatan tidak hanya terjadi karena ada niat tetapi ada kesempatan” Waspadalah.!!, waspadalah!! hehe.  Kesempatan ini bergantung pada kondisi sosial kultur dan demografis suatu wilayah, jika misal seseorang dengan bakat genetika gay hidup dan tinggal di hutan belantara maka belum tentu ia akan terbentuk menjadi seorang gay

2. Peer alias pergaulan atau pertemanan, artinya walaupun anda memiliki bakat seorang gay dan memungkinkan memiliki chance atau kesempatan melakukannya, namun jika anda tidak memiliki lingkup pergaulan atau orang yang seoarng gay maka kehomosexualitas itu hanya akan tetap menjadi “potensi”.

Lalu untuk menjawab pertanyaan yang ada di Part-1 apakah gay menular? karena pengaruh pergaulan gay, atau mungkin harus menjauhi teman-teman gay??  Jadi sebenarnya ada 3 faktor utama yang harus saling memenuhi untuk membentuk kehomosexualitasan seseorang yaitu GEN, CHANCE, & PEER. Walaupun anda memiliki kesempatan atau pergaulan itu tidak akan begitu mempengaruhi jika anda tidak memiliki bakat sebagai seorang gay.

Ada suatu cerita yang saya baca di kaskus, tentang anak-anak remaja laki-laki yang tinggal di asrama. Ketika ia masih SMP, ia dan teman-teman laki-laki asramanya melakukan sexual activity, bahkan menurutnya ia sempat menikmati hal tersebut. Namun ketika ia keluar dari asrama tersebut, ia tetap tidak menjadi seoarng homosex atau mempraktekan hal yang pernah ia lakukan ketika SMP. Artinya anak ini memang memiliki kesempatan dan pergaulan tetapi tidak memiliki bakat.

Artinya “gay” itu bukan sesuatu yang menular menjadi perilaku, berkaca dari penelitian Kinsey, jika seseorang bergaul dengan homosex dan melakukan aktivitas seksual dengan sesama jenis tapi ia tidak memiliki bakat genetika maka ia hanya akan memiliki skala 1 alias Predominantly heterosexual, only incidentally homosexual = Dominannya heterosxual hanya secara tidak sengaja melakukan aktivitas homosexual.

Artinya anda bisa bergaul dengan siapapun, tetapi kembali kepada bakat anda, anda punya bakat apapun masih bergantung pada kesempatan dan pergaulan anda. Untuk Part-3 saya akan membahas dari sudut pandang theologisnya

saya tidak begitu tertarik untuk membahas bahwa ini dosa atau tidak, saya lebih tertarik untuk membahas what next? If I am a homosexual? Gampang bagi kita untuk mengatakan ini itu dosa, salah tetapi tidak memberikan solusi apapun. Dan senjata semua orang kristen pada umumnya apapun masalah kita mau itu besar atau kecil yaitu “doa”. Bukan saya mengecilkan kuasa doa, tetapi orang membutuhkan jawaban yang lebih dari sekedar itu. Hal ini seperti ini pun tidak akan hanya selesai dengan doa pelepasan atau pengakuan dosa kepada pendeta atau pastor. Sorry saya tidak bisa menepati janji saya untuk hanya membahas dalam 2 part mengingat topik ini cukup rumit untuk dibahas bahkan pembahasan saya ini masih cukup dangkal. Tuhan Yesus memberkati

Kajian Psikologis dan Theologis mengenai Homosexual – Part 1

Kajian Psikologis dan Theologis mengenai Homosexual

Beberapa waktu lalu kita sudah membahas mengenai masturbasi apakah perilaku tersebut normal atau tidak. Kali ini kita akan mengkaji suatu topik yang kebanyakan gereja menghindar untuk membahasnya, seperti biasa saya akan menyajikan dalam both covers baik itu pandangan yang mendukung dan pandangan yang tidak mendukungnya. Dan kemudian kita mengambil suatu benang merah dari pandangan pro dan kontra.

Menulis ini membutuhkan banyak waktu karena harus mencari banyak referensi dan observasi. Majority kita memahami bahwa perilaku Homosexual adalah dosa, bahkan ada yang mengkategorikan ini sebagai dosa besar. Dan cerita terkenal di kitab suci ialah mengenai penghukuman Tuhan terhadap Sodom dan Gomora. Dimana dari nama kota ‘Sodam’ ini muncul kata Sodomi (analsex), namun benarkah kitab suci menjelaskan hal yang demikian.

PANDANGAN GEREJA

Sekarang pandangan gereja terbagi antara yang mendukung dan yang menentangnya . Saya akan mengambil pandangan gereja Katolik:

“Basing itself on sacred Scripture, which presents homosexual acts as acts of grave depravity, tradition has always declared that homosexual acts are intrinsically disordered. They are contrary to the natural law. They close the sexual act to the gift of life. They do not proceed from a genuine affective and sexual complementarity. Under no circumstances can they be approved” (Catechism of the Catholic Church 2357).

Menurut katekismus Gereja Katholik Homosexual adalah sutau tindakan “grave depravity” = Tindakan bejat, dan secara tradisi gereja homosexual dianggap tindakan yang menyimpang bahkan menentang hukum-hukum alam. Bahkan ditegaskan “under no circumstances” artinya tidak peduli apapun alasannya / situasinya homosexual tidak dapat dibenarkan. Namun ada juga denominasi gereja yang menerima homosexual, salah satunya ialah gereja Episcopal atau di Inggris dikenal sebagai gereja Anglican, bahkan baru-baru ini di Amerika gereja Episcopal mengangkat seorang uskup gay. Namun 80% gereja dari berbagai denominasi Protestan masih menganggap homosexual sebagai dosa, pengecualian bagi aliran Lutheran dimana gereja Lutheran termasuk masih lunak terhadap homosexual yaitu dengan masih mengijinkan seorang homosexual menjadi pelayan gereja asalkan menjauhi tindakan sex sesama jenis. Continue reading