Menanggapi – Bagaimana pandangan atheis mengenai teori penciptaan?

Sudah lama tidak menulis dikarenakan kesibukan dan ini baru beli modem.. so aku bisa melanjutkan hobiku lagi. Kali ini aku ingin membahas topik yang rada serius yaitu mengenai Evolusi vs Penciptaan. Beberapa waktu yang lalu aku chat dengan Mega Rambang. Mega menunjukan salah satu link page FB : Anda bertanya Atesi menjawab. kali ini aku akan memabahas salah satu note dari page ini.

Bagaimana pandangan atheis mengenai teori penciptaan?

1. Argumen kosmologis

Inti dari argumen kosmologis secara adalah semuanya pasti memiliki penyebab, alam raya pasti punya penyebab. Dan satu-satunya penyebab yang dapat memenuhi tugas tersebut adalah Tuhan. Argumen ini berakhir dengan menghipotesiskan keberadaan Tuhan sebagai yang sederhana dan tanpa penyebab. Namun, argumen ini sangat lemah karena standar gandanya. Jika semua memiliki penyebab, maka begitu pula dengan Tuhan. Bahkan, penyebab keberadaan Tuhan jauh lebih kompleks daripada penyebab keberadaan alam semesta. Jika mungkin bagi Tuhan ada tanpa penyebab yang lebih agung dari Tuhan, kenapa alam raya tidak dapat ada tanpa sebuah sebab yang lebih hebat daripada alam raya sendiri?

Tanggapan: Good point dari teman atheis kita, statement menarik ialah:

Jika mungkin bagi Tuhan ada tanpa penyebab yang lebih agung dari Tuhan, kenapa alam raya tidak dapat ada tanpa sebuah sebab yang lebih hebat daripada alam raya sendiri?

Well berbicara kemungkinan maka kita sedang berbicara probabilitas, didalam probabilitas tidak ada absolutisme, atau kemutlakan. Bisa ya bisa juga tidak.

Oke mari kita melihat dari sisi Fisika, teman kita ini melupakan salah satu Hukum yang terkenal, yaitu Hukum kekekalan Energi. Bahwa Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, untuk memunculkan sesuatu dibutuhkan energi. Pertanyaannya didalam ketiadaan, kehampaan apa yang menggerakan sehingga terjadi suatu mekanisme penciptaan alam semesta. Oke para ilmuan bisa bertheori tentang teori kabut nebula, atau big bang.. but one question left is who & what drive it?

Alkitab menjelaskan siapa Dia.. Dia adalah Alfa dan Omega.. Yang Awal dan Yang Akhir, bersesuaian dengan Hukum kekekalan energi bukan. Orang boleh berkata yang menggerakan penciptaaan adalah evolusi, atau kebetulan, big bang, kabut nebula or apa pun itu.. tetapi itu semua adalah sebuah kata yang menunjukan keeksistensian Tuhan… apapun itu, tentu ada suatu daya/kekuatan yang menggerakannya.. Tuhan adalah nama yang kita berikan dibalik kekuatan yang menggerakan penciptaan itu.. dan ini yang saya percayai.. saya mempercayai keberadaan Tuhan.

Yoh 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

2. Argumen Teologis

Argumen ini membandingkan alam raya dengan sebuah mekanisme, contohnya adalah mekanisme jam. Kita sering menemukan argumen bahwa mekanisme rumit seperti jam tidak mungkin dapat ada hanya dengan kebetulan murni. Begitu pula dengan alam raya yang lebih rumit, maka lebih beralasan untuk menganggap alam raya tidak muncul karena kebetulan Sehingga, pasti ada suatu perancang atau arsitek agung di belakangnya, yaitu Tuhan. Analogi tersebut gagal karena alam semesta bukanlah mekanisme seperti jam. Saat kita melihat manusia kita tidak mencari pembuat manusia, tapi kita berpikirbahwa manusia memiliki ibu dan lalu memikirkan mekanisme evolusi. Evolusi menjelaskan kemunculkan rancangan yang kita temukan dengan mekanismenya yang perlahan dan dalam jangka waktu yang lama.

Tanggapan: Good point…

Benar membandingkan tentang kerumitan penciptaan dengan sebuah jam tentu bukan “apple to apple”.. mari kita lihat text alkitab:

Kej 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

וְהָאָ֗רֶץ הָיְתָ֥ה תֹ֙הוּ֙ וָבֹ֔הוּ וְחֹ֖שֶׁךְ עַל־פְּנֵ֣י תְהֹ֑ום וְר֣וּחַ אֱלֹהִ֔ים מְרַחֶ֖פֶת עַל־פְּנֵ֥י הַמָּֽיִם׃

Dalam bahasa Ibrani nya dikenal kata TOHU WABOHU.

Tohu (תֹּ֫הוּ): kacau, belum berbentuk, tidak ada apa-apa,

Bohu (בֹּ֫הוּ): Kosong, hampa

Alkitab memang menjelaskan pada mulanya alam semesta ini kacau, tidak berbentuk dsb.. kita tidak banyak mengetahui apa yang terjadi pra-penciptaan manusia, walau ada beberapa theori mengenai ini (tidak akan saya bahas disini). Dan perlu diketahui dimensi waktu Tuhan dan dimensi waktu manusia berbeda, secara pada masa penciptaan dimensi waktu ialah ~ (tak berhingga).

Mari kita kembali ke statement teman kita ini:

Evolusi menjelaskan kemunculkan rancangan yang kita temukan dengan mekanismenya yang perlahan dan dalam jangka waktu yang lama.

Apakah alkitab mengatakan dalam suatu rentang waktu yang cepat? Penciptaan dari keadaan Tohu Wabohu = kacau balau menjadi sesuatu yang Tuhan katakan sungguh amat baik/indah dalam bahasa Ibraninya TOWB (טוֹב) artinya baik, indah, cantik, berlimpah  (Kej 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik).. jawabannya tidak.. Maka dalil ini pun tidak dapat membuktikan ketiadaan Tuhan, tetapi semakin memperkaya pemahaman akan keTuhanan

Apakah Evolusi merupakan fakta?

Evolusi bukan hanya sekedar gagasan atau hipotesis, tapi sebuah proses alam yang dapat dibuktikan mekanisme dan buktinya. Sampai sekarang evolusi belum dapat dibantah oleh siapapun. Evolusi sendiri tidak dapat hanya dikatakan teori karena sudah ratusan tahun terakhir sudah ditemukan bukti yang menunjukkan kebenarannya. Bukti pendukung evolusi sudah sangat kuat. Berikut in adalah bukti2 mengenai evolusi.

Oke lets see your opinion..

1. Bukti fosil

Salah satu bukti paling banyak adalah bukti fosil organisme di lapisan bumi yang tua. Tiap lapisan bumi yang lebih tua mengandung leluhut biota yang sekarang menjadi fosil di lapisan bumi yang lebih muda. Makin tua lapisan fosil ditemukan, makin jauh masa keberadaan biota, makin jauh pula perbedaan dengankerabat yang masih hidup sekarang. Yang paling meyakinkan dari bukti fosil adalah bahwa tiap tipe fosil ditemukan di lapisan yang umurnya sesuai dengan perkiraan. Kita dapat melihat tidak ada mamalia modern yang ditemukan du lapisan berumur 100-200 juta tahun lalu. Hal ini disebabkan karena peristiwa kepunahan alvarez yang mengakibatkan 80% spesies hewan punah.

Good point.. dari pelajaran biologi kita decekoki dengan evolusi dan tentang fosil-fosil dinosaurus dan manusia purba.. pertanyaan kita sekarang apakah benar peristiwa evolusi? bagaimana alkitab menanggapi hal ini…

Alkitab memang tidak memberikan banyak penjelasan mengenai dinosaurus walau dalam beberap text kita menemukan beberapa penjelasan seperti dikitab ayub 40:10..

dalam terjemahan LAI disebut gambaran mengenai kuda nil.. padahal dalam bahas aslinya bahemoth (בְּהֵמָה)– dan jika membaca deksripsi dikitab ayub maka kita tidak menemukan kemiripan dengan kuda nil, ada beberapa kata lain seperti lewiatan.. (tidak akan saya bahas secara mendetail disini) yang deskprisi didalam alkitab menyerupai binatang-binatang purba.

Ayub 40:14 Dia yang pertama dibuat Allah…

kembali ke statement sodara kita bahwa dengan penemuan binatang purba menunjukan adanya evolusi karena tidak ditemukan fosil mamalia modern..

evolusi berpendapat bahwa ini adalah bukti bahwa hidup mulai dengan sebuah sel tunggal, yang kemudian meningkat kepada bentuk-bentuk hidup sederhana, lalu selama waktu yang sangat panjang berkembang menjadi bentuk-bentuk hidup yang ada di bumi sekarang ini.

Jika memang terjadi evolusi maka tentunya harus ada fase peralihan dari bentuk-bentuk kehidupan sederhana menjadi kehidupan sekarang ini, dan harus juga ditemukan fosi-fosil mahluk peralihan, Sampai hari ini para ahli evolusi tidak bisa menunjukan fosil-fosil binatang peralihan ini. Meskipun telah diketemukan sedikit bentuk kehidupan di zaman pra Karnbria (zaman Kambria dimulai 500 juta tahun yang lalu) yaitu berupa ganggang dan jenis-jenis cacing tertentu, tetapi tidak ada diketemukan fosil-fosil dari bentuk-bentuk kehidupan peralihan, yaitu yang menjembatani bentuk-bentuk kehidupan yang sederhana tersebut di atas, kepada bentuk-bentuk kehidupan yang muncul secara mendadak (hingga disebut ledakan Kambria) yang jumlahnya paling sedikit sembilan atau sepuluh jenis.

2. Bukti kesamaan leluhur dari morfologi

Makin mirip organisme, makin dekat kekerabatan mereka. Morfologi ini membuat susunan klasifikasi berdasarkan kemiripan.Spesies yang mirip ditempatkan dalam satu genus, genus yang mirip ditempatkan dalam satu famili, dst.

Apakah dengan kesamaan morfologi dapat membuktikan kebenaran evolusi maka orang-orang Kristen dengan mudahnya bisa juga berkata bahwa semua makhluk tersebut mempunyai Pencipta yang sama yang (sama seperti dalam perkembangan ber-macam-macam janin itu) telah menggunakan pola dan rencana induk yang sama. Maka tidak heran jika kita membandingkan tangan seorang manusia, sirip seekor ikan paus, kaki depan seekor buaya, sayap seekor kalong. Semuanya memperlihatkan penataan tulang dan otot, pembuluh darah dan syaraf yang pada pokoknya sama.

3. Bukti Embriologi

Kita mengetahui bahwa dalam perkembangan awal, embrio tiap hewan nampak sangat mirip, terutama yang kekerabatannya dekat. Embrio manusia pada awalnya tidak hanya mirip dengan embrio mamalia lain, tapi juga mirip dengan reptil, amfibi, dan ikan. Makin tua embrio, makin tampak kekhasan taksonominya.

Again sama seperti jawaban diatas…

semua makhluk tersebut mempunyai Pencipta yang sama yang (sama seperti dalam perkembangan ber-macam-macam janin itu) telah menggunakan pola dan rencana induk yang sama.

4. Bukti Molekuler 

Biologi molekuler adalah salah satu sumber informasi paling pnting mengenai pertalian filogenetik. Semakin dekat kekerabatan organisme, semakin mirip molekul biologis mereka.Gen menjalani perubahan evolusioner sama seperti yang terjadi dengan struktur yang dapat kita amati langsung. Dengan membandingkan gen yang homologdari organisasi yang berbeda, dapat ditentukan kadar kemiripannya.

Salah satu sumbangan biologi molekuler untuk evolusi adalah metode molekuler untuk mengetahui urutan DNA yang lengkap pada genom suatu organisme dan Jam molekuler. Tiap molekul mempunya laju perubahan konstan yang dapat menjadi jam molekuler. Berkat metode jam molekuler, kita dapat mengetahui bahwa waktu percabangan manusia dan simpanse adalah 5-8 juta tahun yang lalu.

[1] J Baggini, “Atheism A very Short Introduction”. Oxford University Press: 2003

Wow ini seperti telah terjadi mutasi genetika yang terjadi selama jutaan tahun sehingga menciptakan dua jalur species yang berbeda. Para genetikawan mengadakan banyak eksperimen, misalnya dengan sinar X dan menghasilkan perubahan-perubahan yang sungguh (aktual) dalam plasma-plasma organtsme-organisme tertentu yang disebut hasil mutasi. Namun, hingga sekarang tidak ada bukti bahwa perubahan-perubahan (mutasi-mutasi) plasma ini pernah menghasilkan suatu bentuk hidup yang baru. Tidak ada satu pun perubahan secara genetika yang cukup membuktikan kebenaran pemikiran bahwa ikan berubah menjadi katak dan reptil menjadi burung, seperti dikatakan oleh kaum evolusionis pernah terjadi jauh di masa silam. Bahwa ada perubahan yang masih terjadi dalam lingkup species jenisnya sendiri misalnya, anjing atau kuda, hal itu nyata. Akan tetapi perubahan seperti itu tidaklah membuktikan kebenaran asumsi para penganut paham evolusi organik bahwa telah terjadi lompatan-lompatan dan perubahan-perubahan besar, yang menghasilkan bentuk-bentuk hidup yang baru sama sekali.

Salah satu pendapat genetikawan John W. Klotz berkata, “Masih belum ada alasan untuk menolak keterangan Alkitab tentang perubahan terbatas dalam ‘jenis-jenis’ yang diciptakan pada awal mulanya.”

Narogong, Bekasi

8-Desember-2011

One thought on “Menanggapi – Bagaimana pandangan atheis mengenai teori penciptaan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s