Onani/Masturbasi – Something wrong or it’s natural? — Part 2

Oke aku masih punya utang untuk melanjutkan note ku tentang masturbasi/onani setelah sebelumnya ramai membahas isu FPI hehe. Pada Part-1 score untuk onaniers 2 – 0 (seems legit hehe). Pada part ini kita akan melihat pandangan-pandangan yang kontra terhadap onani ini sehingga kita bisa membahas both cover.

1. Alkitab berkata “hendaklah kamu kudus”

Imamat  19

19:2 “Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.

I Petrus  1

1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Kata-kata kudus berasal dari kata (קָדַשׁ) Qadas yang memiliki arti dikhususkan, dipisahkan, dipersiapkan dan tidak dicemarkan, walaupun dalam artian yang lebih primitive lagi yaitu bersih baik itu secara moral dan seremonial. Nah dalam kita taurat sudah diatur tentang kehidupan yang kudus seperti apa, bagaimana orang dapat datang menghadap Tuhan, kita dapat cek dalam kitab imamat:

15:16 Apabila seorang laki-laki tertumpah maninya, ia harus membasuh seluruh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.

Kata-kata najis dalam bahasa aslinya (טָמֵא) “tame” yang artinya tidak bersih, kotor, atau tercemar. Sehingga dalam kata lain orang ini tidak layak menghadap Tuhan. Oleh karena itu dalam aturan torah laki-laki ini harus mempersembahkan korba sebagai pendamaian:

Imamat 15:15 Lalu imam harus mempersembahkannya, yang seekor sebagai korban penghapus dosa dan yang seekor lagi sebagai korban bakaran. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN karena lelehannya.

Namun perlu dicermati jika dalam torah setiap dosa itu akan mendatangkan hukuman, berbeda dengan kasus “lelehan” ini ia tidak dikenakan hukuman, kecuali keadaannya yang disebut najis alias tidak layak, bahkan jika kita membaca keseluruhan ayat dalam Imamat 15 setiap barang yang terkena pun dianggap “najis”. Memang ini mungkin berhubungan dengan masalah hygiene / kebersihan. Tetapi secara seremonial dianggap tidak layak.

2. Yesus menyebutkan tentang perzinahan secara pikiran

Setiap kali orang melakukan onani/masturbasi tentu ia akan memiliki fantasi atau khayalan sexual. Yesus pernah berkata didalam injil, ketika seseorang melihat seorang wanita dengan nafsu maka ia sudah berzinah didalam pikiran. Kata yang digunakan didalam bahasa Yunaninya ialah ἐπιθυμῆσαι (epithymēsai) yang memiliki artian mengingini secara tidak baik, berhasrat mengingini.

Fantasi sexual setiap orang berbeda-beda dan bervariasi dalam tingkat umur, gender, kebudayaan dan orientasi sexual (kapan-kapan kita akan bahas mengenai orientasi sexual) bahkan jika kita ingin jujur ini hal yang lumrah bagi setiap orang entah dia seorang pendeta, penginjil, anak smp, penjahat dan etc. Dalam suatu studi di Amerika di tahun 2004 hanya 50% orang yang melakukan fantasi sexualnya. Beberap fantasi yang umum ialah: oral sex, sex ditempat yang romantis, diperkosa (diperkosa??? are you kidding me? haha). Nah sekarang pertanyaanya apakah anda termasuk yang 50% itu hahaha?? silahkan jawab sendiri-sendiri..

3. Paulus menyebutkan untuk tidak menyerahkan anggota-anggota tubuh kita sebagai senjata kelaliman

Didalam roma 6:13 terjemahan GOD’S WORD Translation (1995):

I’m speaking in a human way because of the weakness of your corrupt nature. Clearly, you once offered all the parts of your body as slaves to sexual perversion and disobedience. This led you to live disobedient lives. Now, in the same way, offer all the parts of your body as slaves that do what God approves of. This leads you to live holy lives.

Lihat ketika itu Paulus “I’m speaking in a human way because of the weakness of your corrupt nature” : aku berkata secara manusia karena kelemahan alamiah kita. Artinya apa? Paulus menyadari penuh secara manusia hal-hal seperti ini memang merupakan sesuatu yang bersifat alamiah namun jika tidak dikendalikan maka akan berakibat buruk bagi kita, kemudia paulus melanjutkan tulisannya dan berkata berkata “Clearly, you once offered all the parts of your body as slaves to sexual perversion and disobedience” jelaslah, dahulu kamu pernah menyerahkan seluruh bagian tubhmu sebagai budak penyimpangan seksual dan ketidaktaatan (Sexual perversion = penyimpangan sexual, namun dalam bahasa aslinya digunakan kata akatharsía yang bermakna kecemaran). Memang didalam konteks ayat ini jika kita merunut dalam sejarah bangsa Roma pada waktu itu didalam festival-festival mereka sex bebas seperti orgy dan pedofillia adalah hal yang lumrah. Contoh saja dalam perayaan valentine era romawi, ini merupakan perayaan untuk memuja Dewi Aphrodite, dan biasanya menggunakan cara orgy.

Memang kita akan bertanya, lantas masturbasi apakah termasu dalam penyimpangan? seperti yang paulus katakan bahwa kita ini memilki kelemahan sifat alamiah yang corrupt, artinya ini juga sesuatu yang alamiah dalam manusia tetapi bersifat corrupt yang mengarahkan kita kepada ketidaktaatan kepada Allah.

Well sepertinya sekarang score kita sudah 3-2… namun kita masih belum menemukan titik terang tentang masturbasi ini apakah ini sesuatu yang dilarang atau tidak. Bahkan jika kita membaca beberap artikel kesehatan sebenarnya masturbasi ini dianjurkan dan beberapa pendapat ahli kesehatan masturbasi tidak begitu berdampak buruk bagi kesehatan. Beberapa penelitian mengatakan kegunaan masturbasi ialah untuk melepaskan depresi dan bahkan dalam suatu penelitian oleh The Cancer Council Australia pada tahun 2004 dikatakan pria yang melakukan masturbasi secara berkala memilki kemungkinan kecil terkena penyakit kanker prostat (entah penelitian ini mendapat validasi dari penelitian yang lain). Secara psikologis pula masturbasi dapat digunakan untuk mengendalikan” nafsu” misal ketika pasangan suami istri yang berjauhan, atau dalam bahasa sederhananya ketimbang selingkuh atau ketimbang berzinah masih mending onani.

Well no we are end up dengan score 3-3 alias seri. Sekarang pertanyaanya apakah ini sesuatu yang salah atau tidak? Pada Part-3 alias part terakhir aku akan menjembatani pandangan fundamentalis, moderate dan medis sehingga kita menemukan titik temu terhadap permasalahan ini. Haha sorry now I still have to make you carious about how the end of this notes.

Bekasi 21/Feb/2012

2 thoughts on “Onani/Masturbasi – Something wrong or it’s natural? — Part 2

  1. Pingback: Onani/Masturbasi – Something wrong or it’s natural? — Part 3 | littleflocks

  2. Pingback: Onani/Masturbasi – Something wrong or it’s natural? — Part 1 | littleflocks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s