Mencintai

Mencintai hanya membawa rasa sakit, tapi tidak dicintai juga membawa rasa sakit, betapa kesia-siaan nya cinta, ia ibarat candu, sakit sedikit bukan membuat orang yang terkena cinta jera, tetapi semakin ia tenggelam, semakin ia ketagihan akan cinta itu.

Cinta tidak mengenal lagi apa itu hitam atau putih, sakit atau bahagia, akhirnya ia temukan dirinya kehabisan daya karena mempertahankan cinta. Aku sungguh mentertawakan kebodohan anak Adam, jika demikian apakah yang harus menusia cari, jika mencintai dan tidak dicintai itu sama-sama membawa kesakitan?

Inilah yang aku sebutkan sebagai siklus kefanaan, siapakah yang mampu lepas dari kefanaan ini, aku hanya ingin segera menusuk diriku, tepat dijantungku, dan aku akan naik keatas, tidak ketimur atau kebarat, tidak pula aku ke utara atau keselatan, sehingga aku menemukan ketiadaan, kehamapaan, sehingga tidak ada aku.

2 thoughts on “Mencintai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s