Sang Pelacur

Sang pelacur yang bernama kedurjanaan mengembangkan sayapnya lagi karena dia telah keluar dari rumah bordil, tapi sayangnya dia terbang dengan sayap-sayap yang patah. Apakah yang dapat dibanggakan dari si pelacur selain dari buah dadanya yang montok, paha yang mulus, mata yang indah ibarat bintang, dan tubuh yang setengah terbuka untuk menarik laki-laki hidung belang, tapi sayang buah dada yang montok itu hanya jadi perasan para setan-setan, hingga mengkerut seperti terong busuk, paha yang mulus sekarang menjadi parutan kehinaan dan tubuh yang molek menjadi gembrot. Apalagi yang dapat engkau banggakan hai bintang jatuh yang habis semarakmu.
Dia dulu punya seorang suami yang sangat mencintainya bahkan sangat mencintainya melebihi dari nyawanya sendiri, namun memang dasar namanya pelacur ia suka melanglang buana, mencari kepuasan sex dari setiap laki-laki yang ditemuinya, namun suaminya tetap setia menunggunya bahkan mau membayar setiap hutang isterinya walaupun ia sendiri tidak berhutang.

Kulaknati kalian demi setiap kumbang-kumbang di taman keindahan, kulaknati kalian demi malam dan siang yang menjadi saksi kedurjanaan sang pelacur, karena akulah pelacurnya, akulah sang kedurjanaan itu, dan kulaknati diriku karena aku pelacur.
Sayup-sayup aku mendengar suara suamiku memanggilku pulang, kemudian aku berteriak kepadanya hei kurang ajar, apa mau mu lagi pada diriku ini, aku bukan isterimu lagi, enyahlah dari hidupku, biarlah aku mati dalam kelaknatan sejak kandungan ibuku, biarlah aku terbang dengan sayap patah, dalam beberapa menit saja aku akan jatuh.. jatuh kedalam lubang kehampaan, lubang ketiadaan, titik hitam, biarlah aku melanglang buana mencari pria-pria yang lebih tampan dan semarak dari pada dirimu, lebih gagah dan perkasa, yang memiliki zakar yang besar seperti zakar kuda-kuda hitam, enyahlah!!, aku bosan dengan engkau hai sang suami pelacur… kemudian aku tertawa mengabaikannya.
Lalu sang pelacur mengembangkan sayap-sayapnya yang patah, ia terbang tinggi. Aku ingin mencapai gerbang mentari, aku ingin memetik bunga darah, aku ingin memetik bunga bangkai disana kata sang pelacur. Saat ia terbang ia melihat wajah suaminya di mentari yang meneteskan air mata, kemudian ia lunglai lemah dan terhempaskan kebumi hingga pingsan. Ketika ia sadar ia berada di suatu jurang yang bernama jurang gertakan gigi, namun ia tak sampai terperosok kedalam karena ia tersangkut oleh sebuah kayu, dan saat ia menengadah ia melihat suaminya.

Suaminya kembali lagi dengan lembut memanggil dia “sayang!!, kembalilah aku mencintai mu”, dan ia mengulurkan tangannya kepada wanita jahanam itu, yaitu aku!!!, ia mengangkat aku, aku kembali pingsan dalam pelukannya. Saat aku membuka mataku lagi ternyata aku terbangun dari mimpiku, dan aku lihat dibelakangku ada kayu yang menahan aku dari jurang gertakan gigi tadi, dan terkejutnya aku melihat suamiku tergantung di kayu itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s