Bahaya Plastik Bagi Kesehatan

Oke actually rasanya kesal.. sebenarnya note ini hampir selesai awalnya somehow ketika aku mengklik save draft nya walhasil misbar.. bubar kabeh.. but Never Give Up.. do it again.. Cheer up LittleFlockers.
Beberapa kali postingan ku kita sering mendiskusikan masalah theologia, puisi bahkan masalah politik. But kali ini kita akan membahas tentang kesehatan yang sering kali kita anggap remeh salah satunya ialah plastik.
Plastik sudah kita kenal sebagai pembungkus atau wadah paling serbaguna dan murah untuk beberapa produk makanan dan kita sering kali amnesia atau mungkin karena ketidaktahuan kita terhadap jenis dan pengaruhnya bagi kesehatan kita. Dalam keseharian kita sering kita membungkus makanan dengan plastik, padahal beberap jenis plastik ketika terpapar panas ia akan mengeluarkan bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan kita.
Dalam salah satu berita yang dilansi oleh inilah.com, diberitakan bahwa banyak mainan anak-anak yang berasal dari cina tidak memenuhu SNI (Standard Nasional Indonesia), dan tentunya kita tidak ingin anak atau adek/keponakan kita mengalami dampak buruk dari kandungan mainan anak ini.
Bahkan dalam berita lain banyak penjual gorengan yang menggunakan plastik dalam campuran minyak gorengnya untuk membuat gorengannya tahan lama dan crispy. Bagaimana kita mengenal bahan dan jenis plastik??
Mengenal Jenis-Jenis Plastik
Pada umunya plastik ada dua jenis :
Thermoplastic = Dapat di daur ulang biasanya memiliki simbol:
contohnya ialah botol aqua 
Thermoset = Tidak dapat didaur ulang, dan ini jarang dipakai dalam indsutri makanan. 
Namun untuk mengetahui jenis plastik dari kandungan utamanya ialah melalui angka yang ada ditengah-tengah segitiga kemasan.
1. PETE (polyethylene terephthalate )
Biasa dipakai untuk botol plastik tembus pandang/transparan seperti botol air mineral, botol minuman, botol jus, botol minyak goreng, botol kecap, botol sambal, botol obat, dan botol kosmetik dan hampir semua botol minuman lainnya. Untuk pertekstilan, PET digunakan untuk bahan serat sintetis atau lebih dikenal dengan polyester.
PETE/PET direkomendasikan HANYA UNTUK SEKALI PAKAI. Penggunaan berulang kali terutama pada kondisi panas akan menyebabkan melelehnya lapisan polimer dan keluarnya zat karsinogenik dari bahan plastik tersebut, sehingga dapat menyebabkan kanker untuk penggunaan jangka panjang.
2. HDPE (high density polyethylene)
Memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.
HDPE biasa dipakai untuk botol kosmestik, botol obat, botol minuman, botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan jerigen pelumas dan lain-lain.
Walaupun demikian HDPE hanya direkomendasikan untuk sekali pakai, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Bahan HDPE bila ditekan tidak kembali ke bentuk semula.
3. PVC (polyvinyl chloride)
Yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Jenis plastik PVC ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), untuk mainan, selang, pipa bangunan, taplak meja plastik, botol kecap, botol sambal dan botol sampo.
PVC mengandung DEHA yang berbahaya bagi kesehatan. Makanan yang dikemas dengan plastik berbahan dapat terkontaminasi karena DEHA lumer pada suhu panas.
4. LDPE (low density polyethylene)
Plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. LDPE dipakai untuk tutup plastik, kantong/tas kresek dan plastik tipis lainnya. Walaupun baik untuk tempat makanan, barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan. Selain itu pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia.
5. PP (polypropylene)
Ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, tutup botol, cup plastik, mainan anak, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Bahan yang terbuat dari PP bila ditekan akan kembali ke bentuk semula.
6. PS (polystyrene)
Biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai seperti sendok, garpu gelas, dan lain-lain. Polystyrene dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan ini harus dihindari, karena berbahaya untuk kesehatan, selain itu bahan ini sulit didaur ulang. Banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
7. Other
Other ini ada 4 jenis, yaitu : SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (polycarbonate), dan Nylon. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan sehingga merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.
Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. PC atau Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.
Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berbahaya bagi kesehatan sehingga dianjurkan untuk tidak digunakan sebagai tempat makanan ataupun minuman .
Ironisnya banyak botol susu yang terbuat dari PC dan sangat mungkin mengalami proses pemanasan untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.
Kesimpulan 3 kemasan yg berbahaya
1.PVC (polyvinyl chloride) : Menurut Dr. Leo Trasande of the Mt. Sinai School of Medicine mengatakan bahan ini dapat mengeluarkan bahan beracun Phthalate. Lantas apakah pengaruh Phthalate bagi kesehatan:
  • Menurut Penelitian Dr. Shanna Swan (2005) = Wanita hamil yang terpapar dengan phthalate akan berdampak kelahiran bayi anogenital alias mengalami kelainan pada organ reproduksi.
  • Kerusakan Usus dan Hati
  • Dalam duatu studi pada tahun 2004 yang dilakukan oleh Swedish-Danish epidemiologic team menemukan bahwa ada pengaruh alergi pada anak dengan phthalates
  • Pada suatu study pulan tahun 2009 yang diterbitkan oleh Journal of Pediatrics menemukan bahwa paparan phthalates dapat berpengaruh terhadap kelahiran bayi yang memiliki bobot dibawah rata-rata.

2. Other (PC/ Polycarbonate): seperti yang sudah dijelakan di atas bahwa Other (PC/ Polycarbonate) memilki kandungan Bisphenol-A (BPA) lalu lantas apakah
pengaruh BPA bagi kesehatan:

  • Obesitas: Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Elobeid, M.; Allison, D. (Oct 2008) dan dimuat dalam Putative Environmental-Endocrine Disruptors and Obesity adanya dampak signifak terhadap kasus obesitas dan paparan BPA kepada manusia.. hmm seems I got many BPA now haha
  • Masalah neurologis: Dalam suatu diskusi panel yang dilakukan oleh U.S. National Institutes of Health menyatakan bahwa janin atau anak-anak yang terpapar oleh BPA akan mengakibatkan pertumbuhan otaknya tidak berjalan dengan baik, dan panel ini juga didukung oleh salah satu laporan U.S. National Toxicology Program pada tahun 2008.
  • Kelainan orientasi sexual: Menarik karena sebenarnay topik ini akan dibahas lebih mendalam dari sudut pandang theologis, budaya dan psikologis-science. Oleh karena itu LittleFlockers mari ikut polling ini:
    anyway dalam suatu penelitian pada tahun 2011, sejumlah tikus jantan yang terpapar BPA menunjukan perubah perilaku dan sifat menjadi lebih seperti tikus betina, bahkan mereka menunjukan ketidak tertarikan terhadap tikus betina alias jadi tikus maho hahah. Dari hasil obeservasi juga ditemukan kandungan sperma dan testosteron tikus yang terpapar BPA sangat rendah. hmm adakah efeknya bagi manusia?? adakah yang mau menjadi sukarelawan haha oke selengkapnya silahkan baca artikel ini http://www.sciencedaily.com/releases/2011/06/110627151712.htm
3.PS (polystyrene) : Ini lebih dikenal dengan styrofoam, dalam beberapa penelitian dikemukakan beberapa dampak styrofoam bagi kesehatan:
  • Mengurangi imunitas
  • Memperburuk siklus menstruasi & mengancam kehamilan
  • Kanker
  • Merusak otak dan saraf
  • Endocrine Disrupter: terganggunya sistem hormon kita sehingga dapat berdampak pada terjadinya tumor, cacat padai bayi dsb..

Lembaga yang melarang penggunaan styrofoam:
  • WHO
  • International Agency for Research on Cancer
  • Environmental Protection Agency (EPA)
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
  • Divisi Keamanan Pangan Jepang
Negara yang melarang penggunaan Styrofoam:
  • Amerika
  • China
  • Indonesai– khusunya Jakarta– lebih khusu lagi hanya di Ancol.. haha what?? yes hanya di ancol dilarang makanan dijual dalam kemasan styrofoam
Selain plastik memang memiliki dampak bagi kesehatan, dampak lain ialah lingkungan.. so sebis mungkin minimize penggunaan plastik kalo tidak jadi begini hehe

3 thoughts on “Bahaya Plastik Bagi Kesehatan

  1. Pingback: Kajian Psikologis dan Theologis mengenai Homosexual – Part 2 | littleflocks

    • Shalom mas Jupri..
      Untuk produk ini saya tidak akan comment.. tetapi bicara fiberglass sampai sekarang belum ada indikasi langsung bisa menyebabkan kanker masih memerlukan penelitian lanjutan. Tapi saya quote salah satu pernyataan dokter:

      Fiberglass tanks are the best replacement for unhealthy iron water tanks, according to Fiberglass tanks are the best replacement for unhealthy iron water tanks, according to Dr. Rami Al-Maqtari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s