Apakah paskah merupakan perayaan Pagan (penyembah berhala)??

Beberapa minggu lagi kita akan merayakan paskah, dalam bahasa inggrisnya “easter”. Menarik mengapa menjadi kata easter, padahal kata “paskah” berasal dari bahasa Ibrani “Pesakh” (פֶּסַח) yang artinya “melalui”. Jika anda ingat ke-10 tulah, pada tulah yang terakhir yaitu meninggalnya setiap anak sulung kecuali rumah yang diambang pintunnya diberikan tanda “palang” dari darah anak domba karena malaikat maut akan “melaluinya”.

Sedangkan kata “easter” berasal dari bahasa Jerman kuno Oestara. Oestara merupakan dewi tertinggi dalam kepercayaan pagan anglo-saxon, setiap memasuki musim semi maka pada bulan itu digunakan untuk memuja dewi Oestara. Oleh karena itu seringkali “easter” dilambangkan dengan kelinci yang merupakan pelambangan dari musim semi. Sampai hari ini kebiasaan merayakan musim semi maish dilakukan dinegara-negara barat karena tradisi. Setelah kekristenan masuk ke eropa dan menjadi agama terbesar, maka terjadi asimilasi beberapa kebudayaan-kebudayaan pagan didalam kekristenan.

Anyhow… walaupun terjadi akulturasi kebudayaan namun tidak menghapus kisah sejati paskah. Karena paskah yang sejati ialah kebangkitan. Oleh karena itu didalam kebudayaan kristen mula-mula ketika merayakan paskah mereka berkata

“Haleluyah Kristus sudah bangkit” dan akan dijawab “Ya memang Kristus sudah bangkit, Halelluyah”

Salah satu acara perayaan spring break sekaligus perayaan St. Patrick day di Stockyard Dallas Fort Worth, Tx

Kebangkitan merupakan fondasi iman kristen, karena tanpa kebangkitan sia-sialah iman kita. Alkitab berkata demikian:

1 Kor 15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.

MENGAPA PENTING??

Mengapa paskah penting?? Paskah membuktikan bahwa Yesus benar Tuhan dan mengalahkan maut, dari semua pendiri agama manapun tidak ada satu orangpun yang lepas dari jerat maut mau sesaleh apapun orang itu.

Tetapi ada yang beragumentasi tetapi, banyak kan kasus orang mati suri dan hidup lagi kenapa dia tidak dijadikan Tuhan. Perbedaannya sangat jauh:

  1. Kematian dan kebangkitannya sudah dinubuatkan ribuan tahun lalu didalam alkitab, orang yang mati suri dan bisa hidup lagi bisa jadi hanya kebetulan. Coba anda bayangkan dari ratusan nubuatan didalam alkitab dalam rentang tahun ratusan tahun semua digenapi secara sempurna
  2. Yesus sudah dengan jelas mengatakan kepada murid2Nya bahwa Ia akan mati dan kemudian bangkit pada hari yang ke-3. Tidak ada satupun orang yang mau mati suri bisa ngomong kesodara-sodaranya “beberapa hari lagi aku akan mati dan pada hari yang ketiga aku akan bangkit lagi”
  3. KebangkitanNya membuktikan semua nubuatan dan perkataanNya sekaligus sebagai pengharapan akan hidup kekal. Orang yang mati suri toh nanti akan mati lagi. Tetapi ketika Kristus bangkit itu memberikan pengharapan bahwa nanti kita akan bersama2 dengan Dia didalam kebangkitan.

I Tesalonika

4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.

4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

4:18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

Serangan lain datang bahwa yang disalib bukan Yesus melainkan Yudas Iskariot ada pula yang berkata mayat Yesus disembunyikan oleh murid2Nya.

Apakah Yudas yang disalib??

Mari kita berlogika?

1. Apakah Tuhan pengecut??

2. Mengapa jika Tuhan mau menyelamatkan Yesus mesti harus melarikan Yesus ke Surga dan mengubah penampilan Yudas menjadi seperti Yesus? Apakah karena Dia terlalu takut dengan penguasa romawi pada waktu itu

Jawabannya tentu tidak!!!…

Bahkan banyak catatan2 sejarah baik kontemporer maupun krsitiani yang membenarkan cerita itu. Dan kebangkitanNya lah yang membuktian, pada waktu kebangkitanNya Ia bertemu muridNya bahkan bukan hanya murid2Nya tatapi kepada lebih dari 500 orang

I Korintus  15

15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.

Matius  27

27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

Ahh jangan2 itu cuman rekayasa murid2 Yesus dan Paulus..

Oke mari kita berlogika secara sederhana, tanpa perlu menjelaskan dengan sukar..

Dari ke-12 Rasul + Paulus, jika kita melihat akhir hidupnya tidak ada yang meninggalnya enak, semua mengalami penyiksaan.

  • Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Ethiopia .

  • Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya di seret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.

  •  Lukas meninggal dunia di gantung di Yunani, setelah ia berkhotbah disana kepada orang-orang yg belum mengenal Tuhan.

  •  Yohanes di goreng dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih lanjut, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah di goreng hidup-hidup, ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dah diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara. Pada saat ia berada di sana , ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis kitab WAHYU. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali menjadi uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yg bisa mencapai lanjut usia dan meninggal dengan tenang.

  • Petrus telah di salib dengan kepala di bawah. Kayu salib untuk Petrus dipasang berbeda, ialah seperti huruf X. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Tuhan Yesus.

  •  Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar kebawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yg sama dimana setan membawa Yesus untuk digoda. Ia meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tersebut.
  •  Yakobus anak Zebedeus adalah nelayan dan murid pertama Yesus yg dipanggil, ia dipenggal kepalanya di Yerussalem. Pada saat-saat disiksapun, ia tidak pernah menyangkal TuhanYesus, bahkan ia berusaha berkhotbah trus, bukan hanya kepada tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yg menghukum dan meyiksa dia dengan kejamnya.Sehingga akhirnya orang Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia di hukum penggal, bukan sekedar hanya untuk menyaksikan, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doa nya yg terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai orang Kristen.

  •  Bartolomeus yang lebih di kenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di Asia , antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman cambuk sehingga semua kulitnya menjadi hancur dan terlepas.

  •  Andreas juga di salib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum meninggal, ia di siksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yg turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yg telah di ucapkan oleh Andreas sebelum meninggal dunia : “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul, dimana saya bisa turut merasakan saat-saat disiksa dan disalib seperti Yesus”. Bahkan pada saat ia disiksapun tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus, dua hari sebelum ajalnya tiba. Berkhotbah sambil dihukum cambuk.

  •  Thomas dilempar ke dalam perapian, tetapi karena masih tetap hidup, dia dihujani dengan tombak hingga mati. Dia mati di India .
  •  Yudas saudaranya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.
  • Matias, Rasul pengganti Yudas Iskariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.
  •  Paulus disiksa degan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah yg paling lama mengalami masa siksaaan di penjara. Kebanyakan suratnya dibuat dan dikirim dari penjara.

Siapa yang sanggup menerima siksaan seperti itu hanya demi kebohongan?? apa yang mereka peroleh dari kebohongann itu? uang, status? mereka semua berakhir dengan penyiksaan. Alasannya cuman satu, karena mereka tahu dan mengalami kebenaran bahwa Kristus Tuhan dan Ia bangkit.

Akulturasi budaya

Didalam PERAYAAN (note: perayaan) memang banyak terjadi akulturasi budaya seperti halnya perayaan natal. Namun secara pribadi saya beranggapan tidak masalah, selama kita tidak mengaburkan esensi paskah yang sesungguhnya. Paskah ialah kemenangan, paskah ialah bukti bukan hanya janji tentang keselamatan.

Tradisi paskah di Palangkaraya

Di kota kelahiran saya Palangkaraya kota nan cantik hehe, kami memiliki tradisi untuk menziarahi kuburan keluarga, bahkan hal itu sudah dimulai pada hari sabtu dengan menyalakan lilin di kuburan keluarga ada yang bahkan menginap dikuburan berkumpul bersama keluarga, dan minggu subuhnya dilangsungkan ibadah untuk merayakan paskah. Tujuannya ialah selain untuk mengenang keluarga yang meninggal, tetapi juga mengingat bahwa suatu saat ini akan terjadi kebangkitan orang mati sama seperti Kristus.

Saya ingat dahulu setiap paskah kami sekeluarga pergi ke Kuala Kapuas dan berkumpul bersama keluarga disana untuk mendatangi kuburan kakek ku, suasananya sangat ramai, lilin dimana2 seperti pasar malam, walau ada beberapa tradisi yang kurang bagus yaitu berjudi.

Kesimpulan

So apapun tradisi yang anda gunakan dalam merayakan paskah, ingat paskah meruapakan perayaan Kebangkitan Kristus. Tetapi kita juga mengingat ketika Tuhan menyelamatkan orang Israel yang diambang pintu rumahnya ada darah anak domba.

Hari ini sudahkah anda menerima darah Kristus itu didalam pintu hati anda dan menjadi tanda perjanjian abadi? seperti yang tertulis didalam kitab:

Yehezkiel  9

9:6 Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!” Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.

T didalam aksara ibrani (תו – “TAV”) tetapi didalam aksara kuno berbentuk salib. Haleluyah… Kristus sudah bangkit.. selamat paskah syalom

4/22/2011

Kilgore, Texas

6 thoughts on “Apakah paskah merupakan perayaan Pagan (penyembah berhala)??

  1. sangat menarik utk dibaca dan direnungkan,,saya baru mengetahui akhir hidup rasul2 dan penulis2 injil melalui blog ini, slamat paskah 2012,halleluya….

  2. Pingback: Meluruskan salah faham antara Kristen dan Islam « littleflocks

  3. JESUS TIDAK MATI DI TIANG SALIB.

    Terjadi gempa bumi dahsyat sehingga tirai dalam Bait Allah carik terbelah dua dari atas sampai kebawah dan batu batu gunung terbelah belah, dan kubur kuburpun terbuka dan beberapa mayat orang suci bangkit pula dari kuburnya. Matius 27:46-56. Dengan adanya gempa bumi besar apakah tidak terjadi kekacauan yang sangat hebat? Karena penyalib pasti akan lari ketakutan untuk menyelamatkan diri sehingga lupa akan orang orang yang disalib termasuk Jesus. Apakah Jesus juga sudah mati setelah disalib dengan rentang waktu hanya beberapa jam dengan peristiwa gempa dahsyat? Orang disalib baru mati setelah lebih dari puluhan jam karena kehabisan cairan dan infeksi. Jesus belum mati saat terjadi gempa dahsyat karena gempa berselang tidak beberapa lama setelah disalibnya Jesus. Setelah terjadi gempa dahsyat Jesus lepas dari salib kemudian menyelamatkan diri dan tidak pernah mati disalib.

    Tidak terbunuhnya Jesus dikayu salib terkuak juga dalam Johanes 19:34-42 ”seorang dari prajurit menikam lambung Jesus sehingga keluar darah dan air”. Keterangan ini menunjukkan Jesus belum mati ketika masih ditiang salib sebab orang mati jika ditusuk lambungnya tidak akan keluar darah dan air. Setelah Jesus diturunkan dari salib oleh Nikodemus dan Jusuf Arimatea lalu dibubuhi minyak mur dan minyak gaharu limapuluh kati beratnya. Kemudian dikapani dan ditaburi rempah rempah sebelum dikubur dibukit batu/digoa. Jesus yang belum mati karena keluar darah dilambung dan luka salib diobati oleh Jusuf Arimatea dan Nikodemus dengan minyak mur dan minyak gaharu yaitu obat anti infeksi dan pemampat darah. Setelah kurang dari empat puluh dua jam sebelum Minggu pagi Jesus sudah sembuh karena obat yang dibalurkan dilukanya kemudian keluar dari kubur. Jadi Jesus dikubur masih dalam keadaan hidup. Harap diketahui kuburan orang Jahudi jaman dahulu berada di goa goa gunung kemudian ditutup dengan batu sehingga masih ada sirkulasi udara. Mengubur jenazah bukan ditimbun tanah seperti bayangan kita.

    • Terjadi gempa bumi dahsyat sehingga tirai dalam Bait Allah carik terbelah dua dari atas sampai kebawah dan batu batu gunung terbelah belah, dan kubur kuburpun terbuka dan beberapa mayat orang suci bangkit pula dari kuburnya. Matius 27:46-56. Dengan adanya gempa bumi besar apakah tidak terjadi kekacauan yang sangat hebat? Karena penyalib pasti akan lari ketakutan untuk menyelamatkan diri sehingga lupa akan orang orang yang disalib termasuk Jesus. Apakah Jesus juga sudah mati setelah disalib dengan rentang waktu hanya beberapa jam dengan peristiwa gempa dahsyat? Orang disalib baru mati setelah lebih dari puluhan jam karena kehabisan cairan dan infeksi. Jesus belum mati saat terjadi gempa dahsyat karena gempa berselang tidak beberapa lama setelah disalibnya Jesus. Setelah terjadi gempa dahsyat Jesus lepas dari salib kemudian menyelamatkan diri dan tidak pernah mati disalib.

      Kalau anda baca ayat itu secara keseluruhan ayat dan membandingkan dalam tulisan injil yang lain maka anda akan menemukan jawababnya.. jelas Ia mati setelah terjadi gempa yang membuat tabir bait suci terbelah menjadi dua.. sebelum saya menjelaskan lebih jauh.. tabir bait suci ini adlaah sebuah tabir yang memisahkan antara ruang kudus dan ruang Maha Kudus. Ruang Maha Kudus ini terdapat Tabut Perjanjian dan hanya seorang Imam besar yang boleh masuk kedalamnya.. itupun setahun sekali setelah Ia melakukan pengrobanan hewan untuk mengaku semua dosa dirinya dan Umat Israel.. ketika tabir bait suci ini terbelah adalah sebuah perlambangan bahwa kasih karunia Allah terbuka lebar bagi siapa saja.. dahulu yang tertutup dan hanya seorang Imam Besar yang boleh masuk.. maka saat ini manusia memperoleh jalan untuk menggapai Allah melalui Kristus..
      Lanjut mengenai kematian kristus.. didalam injil ketika terjadi gempa para prajurit romawi tidak melarikan diri dan beberapa orang masih meliaht dari jauh.. dan ingat sebelum yesus disalibkan.. Ia sudah banyak kehilanga darah ketika dicambuk oleh prajurit romawi.. sebab cambuk yang digunakan pada zaman romawi tidaklah cambuk biasa
      Pencambukan Yesus

      Dan kematian Yesus ini semakin jela ketika lambungya ditusuk dan ternyata keluar darah dan air.. secara kedokteran ini menujukan Yesu benar2 telah kebahisan darahnya..

  4. Tentang penebusan dosa.

    1. Jika pengorbanan Jesus adalah mutlak dan tidak terbatas meliputi segalanya maka manusia boleh bebas sepenuhnya berbuat sesuka hatinya, dan jika doktrin penebusan dosa itu benar maka hukum Tuhan tidak akan lagi mengikat hamba hambanya, sebab hukuman atas dosa telah dibayar oleh Jesus.
    2. Pengorbanan itu seharusnya manusia yang melakukan untuk Tuhan, bukan Tuhan untuk manusia. Jika Jesus itu Tuhan mengapa justru Tuhan yang mengorbankan dirinya sendiri untuk manusia? Ini sungguh mustahil, sebab Tuhan dengan mudah mengampuni dosa dosa manusia dengan tidak menggunakan cara cara sadis dan biadab yang tidak berperikemanusiaan dan sangat mengerikan yaitu disalib.
    3. Mengapa Tuhan baru menemukan jalan keluar mengampuni dosa manusia dalam rentang ribuan tahun semenjak dari Adam sampai dengan Jesus. Bagaimana nasib jutaan manusia yang telah mati, sebelum Jesus disalib untuk menebus dosa? Apakah mereka tidak ada yang ke sorga karena belum pernah mengakui Jesus sebagai Tuhan dan penebus dosa?

    • Terimakasih buat commentnya.. saya akan coba tanggapi..

      1. Jika pengorbanan Jesus adalah mutlak dan tidak terbatas meliputi segalanya maka manusia boleh bebas sepenuhnya berbuat sesuka hatinya, dan jika doktrin penebusan dosa itu benar maka hukum Tuhan tidak akan lagi mengikat hamba hambanya, sebab hukuman atas dosa telah dibayar oleh Jesus.

      Saya akan mengutip apa kata alkitab untuk menjawab pertanyaan sodara didalam

      6:1. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
      6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
      6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
      6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
      6:5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.
      6:6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
      6:7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
      6:8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.
      6:9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.
      6:10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.
      6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
      6:12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
      6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
      6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
      6:15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!
      6:16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?
      6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
      6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
      6:19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.
      6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.
      6:21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian.
      6:22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.
      6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

      2. Pengorbanan itu seharusnya manusia yang melakukan untuk Tuhan, bukan Tuhan untuk manusia. Jika Jesus itu Tuhan mengapa justru Tuhan yang mengorbankan dirinya sendiri untuk manusia? Ini sungguh mustahil, sebab Tuhan dengan mudah mengampuni dosa dosa manusia dengan tidak menggunakan cara cara sadis dan biadab yang tidak berperikemanusiaan dan sangat mengerikan yaitu disalib.

      Itulah konsep alkitab.. Tuhan yang menggapai manusia, bukan manusia yang menggapai Tuhan.. sebab kebenaran manusia -sesaleh apapun ia adalah ibarat kain kotor. Jika manusia itu benar 99.99% apakah ia layak dihadapan Tuhan?? Tidak!! sebab ada 0.01% dosa.. Allah adalah terang.. dan terang tidak dapat bersatu dengan gelap.. oleh karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia rela mengaruniakan AnakNya yang Tunggal.. Hukum dosa itu sudah ditetapkan Tuhan sendiri.. ketika Ia berkata kepada Adam & Hawa untuk jangan memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat.. sebab ada tertulis:

      Kejadi 2:16-17 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

      jadi Tuhan sudah menetapkan upah dosa adalah maut / kematian. Makanya didalam konsep pengampunan Dosa didalam perjanjian lama diperlukan pengorbanan hewan sebab untuk mendapat pengampunan harus ada darah yang ditumpahkan yaitu darah domba yang tidak bercacat cela.. Namun karena manusia yang berdosa maka korban domba bukanlah korban yang sempurna. Harus Manusia yang tak bercacat cela juga.. oleh karena itu Ia mengosongkan DiriNya dan mengambil rupa seorang hamba.. untuk menjadi Anak Domba Allah yang tak bercacat cela.. Konsep pengorbanan hewan ini anda akan temukan didalam kisah Abaraham ketika hendak mengorbankan anaknya Ishak atau Ismael dalam islam.. tetapi ketika Abraham hendak menyembelih anaknya, Tuhan menghentikannnya dan memberi ganti seeokor domba.. nah itu adlaah typologi tentang Kristus.. sebab kita yang seharusnya mati tetapi Ia menjadi ganti atas kita..

      3. Mengapa Tuhan baru menemukan jalan keluar mengampuni dosa manusia dalam rentang ribuan tahun semenjak dari Adam sampai dengan Jesus. Bagaimana nasib jutaan manusia yang telah mati, sebelum Jesus disalib untuk menebus dosa? Apakah mereka tidak ada yang ke sorga karena belum pernah mengakui Jesus sebagai Tuhan dan penebus dosa?

      Tuhan tidak menemukan jalan keluar ini dengan asal mikir.. tetapi manusia sejak jatuh kedalam dosa kencenderungan hatinya selalu membuahkan kejahtan semata.. sebab itu Tuhan pernah seolah2 menyesal menciptakan manusia itu sebab Ia pernah mengirimkan air bah pada zaman nuh untuk memusnahkan manusia.. tetapi ada satu keluarga yang masih percaya kepadaNya yaitu Nuh.. tetapi konsepsi mengenai pengorbanan ini dapat anda lihat baik ketika adam dan hawa jatuh kedalam dosa.. pada saat manusia sadar bahwa mereka telanjang, saat itu Tuhan membuat sebuah cawat dari kulit binatang.. artinya saat itu ada hewan yang dikorbankan.. kemudian ketika Nuh selamat ketika keluar dari bathera ia pun mengorbankan hewan kepada Tuhan.. kesemuaanya itu adalah suatu typologi untuk sesuatu yang akan datang yaitu pengorbanan Kristus..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s