Onani/Masturbasi – Something wrong or it’s natural? — Part 3

It’s the final battle between pro and contra about masturbation, whether its natural or not. Pada part-1 & Part-2 sebelumnya kita sudah membahas both cover mengenai masturbasi ini. Sekarang bagaimana kesimpulan kita untuk menyikapi hal ini. Sekali lagi apa yang saya paparkan disini adalah pandangan theologis dan filosfis pribadi saya, jadi tidak dapat dijadikan acuan yang sahih.

Beberapa hal yang perlu kita cermati disini:

1. Alkitab menuntut hidup kudus bagi setiap orang percaya

2. Memang untuk masalah masturbasi alkitab seolah-olah tidak mengatakan hal ini dengan tegas bahwa ini suatu yang salah atau tidak.

Sebelum saya membuat note ini beberapa hari yang lalu saya sedang asik berbincang dengan teman kosanku, sampai akhirnya kita berdiskusi tentang masturbasi ini. Aku menanyakan pengalaman pertama kali dia melakukan masturbasi. Dia mengatakan ketika kuliah. Buat saya cukup terkejut karena biasanya orang mengenal hal seperti ini ketika menginjak masa pubertas which is for me pubertas ku ketika umur 4-5 tahun hahah (note baca Part 1 nya).

Kemudian aku terus mengkorek teman ku ini untuk mendapatkan informasi yang lebi mendalam mengenai pengalamannya. Akhirnya teman ku ini mau terbuka bahwa sebenarnya ia memiliki pengalaman pertama kali ketika SMP, tetapi bukan oleh dirinya tetapi oleh orang lain (mutual masturbation baca part 1). Dan itu oleh seorang laki-laki lain, jadi sempat agak bingung jangan-jangan temen ku ini ??? haha anyway dia melanjutkan ceritanya bahwa dulu ketika dia SMP dia sering kencing dicelana ketika tidur, bahkan ketika mengalami mimpi basah. Waktu itu ibunya membawa dia ke pengobatan alternative. Disitu ia ditanyakan apakah pernah melakukan onani, teman ku ini dengan polos menjawab belum pernah, walau awalnya sang pengobat alternative ini tidak percaya, teman ku tetap berkata dia tidak pernah tahu apa itu “coli” or masturbasi. hehe singkat cerita akhirnya sang “dokter” ini mulai melakukan mutual masturbation terhadap temanku. Awalnya tidak menyenangkan “katanya” namun sampai akhirnya mencapai klimaksnya teman ku ini merasa sangat tidak nyaman, sakit dan mual. Tapi anehnya setelah “treatment” itu dia tidak pernah kencing dicelana lagi.

Memang hal ini belum dibuktikan secara medis apakah masturbasi memiliki pengaruh langsung terhadap kasus teman ku ini. Namun memang beberapa hasil penelitian menunjukan hal yang demikian bahkan dalam suatu penelitian oleh The Cancer Council Australia pada tahun 2004 dikatakan pria yang melakukan masturbasi secara berkala memilki kemungkinan kecil terkena penyakit kanker prostat. Perlu diketahui penyaki kanker prostat adalah salah satu pembunuh terbesar kedua setelah kanker paru-paru bagi para pria, dalam catatan Centers for Disease Control and Prevention ada 30000 pria yang meninggal setiap tahunnya karena penyakit ini.

Menurut Graham Giles salah satu peniliti di the cancer council victoria di Melborne mengatakan ejakulasi dapat mengeluarkan akumulasi zat karsinogenik didalam kelejar prostat. Perlu diketahui prostat mengasilkan fluida pada air mani sebagai wadah untuk sperma, dan fluida ini memiliki konsentrasi tinggi pottasium, zinc, fructose dan citric acid dan juga salah satu zat 3-methylchloranthrene (zat karsinogenik didalam rokok) juga terkonsentrasi didalam prostat.

Walaupun ini sangat terlihat masuk akal, lantas bagaimana kita menjebatani dengan tuntutan hidup kudus didalam alkitab???

Didalam alkitab ditulsikan agar kita tidak melampaui apa yang tertulis..

1 Korintus 4:6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: “Jangan melampaui yang ada tertulis”, supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.

Namun disisi lain aku tidak ingin pengetahuan ini membuat orang akhirnya jatuh didalam dosa seperti yang tertulis didalam :

1 Korintus 8:11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena “pengetahuan”mu.

Sehingga dalam pandangan pribadi saya saya menyimpulkan bahwa:

1. Masturbasi/onani adalah bagian “alamiah” manusia sebagai mekanisme “bilogis” baik itu untuk mengenal “sexualitas” dan juga secara tidak langsung memiliki beberapa postive side efect.

2. TETAPI HAL INI BUKANLAH SESUATU YANG TIDAK DAPAT DIKENDALIKAN. Walaupun ini adalah mekanisme bilogis, sama seperti keinginan sexual kita yang lain. Hal ini dapat menjadi pintu masuk kedalam dosa dan keterikatan. Sehingga dalam pandangan pribadi saya dan juga didukung oleh perkataan FT didalam buah-buah roh.

Galatia 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Penguasaan diri ialah base dari setiap buah-buah roh. Kita harus mampu belajar mematikan diri kita dan menyangkal diri untuk dapat menguasai diri. Tidak lagi kita dikuasai oleh “keinginan” yang dimana jika keinginan itu dibuahi akan menjadi dosa, dan dosa akan menjadi maut. Penguasaan diri ini memerlukan kedisiplinan dan usaha, ia tidak hanya akan anda dapatkan dari “doa pelepasan” atau berdoa terima Yesus secara pribadi. That’s not enough. Kita mesti melatih diri kita setiap saat. Sehingga apa yang kita pikirkan dan lakukan ialah yang manis, yang mulia, yang disebut kebenaran.

Dari 2 point itu saya hendak menyampaikan bahwa, bagi anda (apalagi remaja) yang merasa tertekan dengan masturbasi agar jangan merasa begitu tertekan karena itu memang adalah bagian mekanisme alamiah bilogis kita. Tetapi ini saatnya anda belajar (saya juga) untuk bagaimana mengendalikan setiap keinginan dan nafsu walau tidak mudah.

What’s need to do? Kalau anda yang membaca ini masih berusia remaja atau bahkan anak-anak (seperti saya) anda perlu:

1. Carilah informasi yang benar dari orang-orang yang capable entah itu kakak pembina remaja anda, orang tua anda, pendeta anda, guru anda. Diskusikanlah, agar anda tidak salah arah.

2. Tidak perlu malu untuk terbuka!! dengan anda terbuka anda setidaknya menyelamatkan 50 % diri anda untuk melangkah lebih jauh dari “sekedar” masturbasi. Tapi ingat terbukalah dengan orang yang tepat.

3. Mulailah anda berkumpul dalam komunitas yang dapat membantu anda untuk bertumbuh dan menguatkan hidup spiritualitas anda.

4. Ingat jangan anda sampai merasa tertekan seolah-olah anda telah melakukan dosa yang besar, yang tak terampuni. Anggaplah ini sebagai mekanisme pembelajaran kita untuk mampu menguasai diri. Ingat musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri (keinginannya).

Yakobus  1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Aku menutup atrikel ini dengan mengutip ayat favorite ku didalam :

Filipi  4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Bekasi 4/Maret/2012

2 thoughts on “Onani/Masturbasi – Something wrong or it’s natural? — Part 3

  1. Pingback: Onani/Masturbasi – Something wrong or it’s natural? — Part 2 | littleflocks

  2. Pingback: Onani/Masturbasi – Something wrong or it’s natural? — Part 1 | littleflocks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s