Dari Ketombe ke Psoriasis ke Firman Tuhan

Hari ini baru aja dari dermatologist di RS. St Carolus, awalnya seh pengen ke RSCM karena hasil googling kemaren di RSCM ada dokter kulit yang specialis pada penyakit “Psoriasis”. Well sebelum membahas itu lebih jauh saya akan ceritakan dari awal mulanya terlebih dahulu.

Sudah beberapa minggu ini aku mengalami gatal-gatal dan pedih di kulit ku, awalnya aku aku pikir ketombe di kepalaku, tetapi makin lama ketombe ini meluas dikulit kepala ku dan bahkan gede-gede, aku sudah mencoba berbagai shampo dari yang murah sampai yang mahal walhasil nihil. Namun kemudian gatal-gatal dan “ketombe” ini tidak hanya ada dikepalaku, hal itu juga tumbuh di sekitar kemaluanku, sekitaran mata, telinga dan leher. Rasanya sangattttt menderita terutama yang disekitar “kemaluan”. Karena setiap kali mandi terasa sangat pedih. Awalnya aku mencurigai ini akibat pengaruh infeksi jamur. Memang beberapa waktu sebelumnya bos ku yang satu ruangan dengan aku juga diduga terkena infeksi jamur dikakinya.

Oleh karena itu aku memutuskan untuk pergi ke salah satu RS di Bekasi, disana dokternya menduga aku juga terkena infeksi jamur (walau aku sedikit mempertanyakan dokter ini karena seharusnya dia mengambil sample kulit) anyhow aku diberikan 4 macam obat yang harganya fantastis sekali aku menebus obat harganya mencapai 800 ribuan. Namun obat ini memiliki efeksamping yang tidak baik, setiap saat aku memakan obat ini aku merasa sangat lemas dan tidak karuan.. kalo bahasa Prancisnya—> Feel like Sh*t hehe. Beberapa minggu aku mengkonsumsi obat ini memang ada pengurangan di permasalahan “fungal infection” but aku benar-benar tidak ingin pekerjaan ku terganggu akibat efek samping obat ini.

Ketika aku berdiskusi dengan bos ku, ternyata dia juga mendapatkan obat yang sama dengan apa yang aku konsumsi dan dia juga merasakan efek samping yang sama feel like sh*t tadi hehe. sampai-sampai minggu lalu ia dikira terkena permasalahan jantung dan sampai harus dilarikan ke Singapura dan memang karena pengaruh obat-obatan tadi. Aku sudah kembali kedokter tadi dan menceritakan side effectnya, ehh bukannya mengganti obat malah dia menambah obat tersebut. Sampai akhirnya aku putuskan untuk stop mengkonsumsi obat tersebut. Well memang akhirnya badanku terasa kembali membaik namun rasa gatal-gatalnya kembali menyerang seperti terasa banyak yang bergerak-gerak diseluruh badan very unpleasant.

Sebenarnya Tuhan sudah berbicara kepadaku melalui temanku Indah, mungkin sebenarnya permasalah utamaku bukan masalah infeksi jamurnya tetapi karena inside my mind. Memang beberap waktu ini aku agak menjadi gampang marah emosi dan kesal. Aku akui beberapa minggu ini wkatu teduh sangat terganggu akibat kesibukan pekerjaan, dimana sebelum aku sakit-sakitan aku selalu meluangkan waktu saat teduh pada siang hari ketika jam makan siang. Dan memang waktu itu mau aku kerja sampai jam berapapun sabtu minggu sering masuk aku tetap merasakan sukacita. Pernah aku pulang kerja jam 9 pagi dari pagi sebelumnya. Tetapi tetap ada kekuatan dan semangat bahkan tidak membuat aku sakit.

Disamping itu, namanya didalam dunia kerja orang berusaha saling menjatuhkan, aku sering mendengar cerita-cerita negatif tentang orang lain, sebelum-sebelumnya hal-hal seperti itu tidak begitu mengganggu pikiran ku. Namun ketika aku hampir tidak memilki wkatu untuk bersaat teduh seolah-olah aku mulai hanyut dalam hal yang negative tadi. Yang sebelumnya aku tidak memilki masalah, sekarang melihat atau mendengar “orang ini” berbicarapun aku tidak suka, rasanya kesaallllll.. heheh jadi curhat neh. Walaupun sebenarnya reasonable rasa kesal dan kemarahanku yaitu ketika pekerjaan-pekerjaan yang tidak beres, tapi ini membuat aku gampang kesal dan marah. Disamping itu aku jadi gampang sakit dan tidak bersemangat.

Weekend kemaren temanku Indah juga menceritakan bahwa ayah temannya pernah mengalami hal yang hampir serupa dengan apa yang aku alami dengan gejala yang mirip pula. Ayah teman nya ini mengidap “Psoriasis”. Psoriasis adalah penyakit autoimun yang mengenai kulit, ditandai dengan sisik yang berlapis berwarna keperakan, disertai dengan penebalan warna kemerahan dan rasa gatal atau perih. Bila sisik ini dilepaskan maka akan timbul bintik perdarahan di kulit dibawahnya.. Psoriasis sampai saat ini belum diketahui penyebabnya, walaupun telah ditemukan gen yang bermutasi pada penderita. Penyakit ini dapat mengenai segala usia dan kedua jenis kelamin dengan kemungkinan yang sama.Psoriasis dipicu oleh kelainan herediter pada gen yang membawa kecenderungan, faktor lingkungan seperti trauma dan cuaca, faktor penyakit lain seperti infeksi dan stress, faktor obat-obatan seperti anti malaria, beta blocker, alkohol, serta status imunologi, kanker dan atopi. Dan lebih menegangkan lagi bahwa PSORIASIS sampai saat ini belum dapat disembuhkan secara total.

Maka hari ini aku memutuskan untuk segera memeriksakan ke dokter kulit lain untuk mendapatkan second thought apakah yang aku alami memang fungal infection atau psoriasis ini (which dalam hati aku berdoa dan menolak ini didalam nama Yesus). Dari kemaren aku googling untuk menemukan dokter kulit yang mumpuni, dari hasil browsing ini aku menemukan nama dokter yang praktek di RSCM tetapi seperti ceritaku diawal karena begitu penuh akhirnya aku putuskan ke RS. St Carolus.

Dari hasil pemeriksaan dokter di Carolus ternyata ini bukanlah fungal infection ataupun Psoriasis tetapi memang lebih karena pengarus psikis dan tingkat stress dan juga dipenagruhi oleh typical kulit. Ketika dalam stress ternyata dapat membuat daya tahan kulitku menurun. Sehingga aku disarankan untuk dapat mengelola tingkat stressku. Well puji Tuhan, ternyata bukan Psoriasis. Aku mulai teringat akan FT bahwa hati yang gembira ialah obat tetapi semangat yang patah mengeringkan Tulang.

Amsal 17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Ketika kita tidak mengisi hidup kita dengan FT dan hadiratNya maka kita tidak akan memiliki detoksifikasi terhadap hal-hal yang negative entah itu dalam bentuk gossip, pekerjaan yang mengesalkan. Sebenarnya Tuhan sudah mengingatkan aku melalui temanku tadi, tetapi aku masih kurang menyadarinya. Guys kalau mungkin anda sering mengalami sakit atau tidak enakan badan, coba cek apakah kita sedang mengalami distress?? entah itu akibat tugas dan pekerjaaan, cek juga apakah kita lebih mengutamakan pekerjaan dan studi kita ketimbang untuk menyisihkan waktu untuk berada dikaki Tuhan??? Mencari Tuhan tidak butuh waktu yang lama tetapi waktu yang berkualitas… Kalau didalam ilmu penjaskes kita diajarkan Mens sana in corpore sano yang artinya Jiwa yang sehat terdapat didalam tubuh yang sehat, maka menurutku adalah Corpore Sano in Mens Sana artinya Tubuh yang sehat terdapat didalam Jiwa yang sehat.  Silahkan membaca juga artikel

https://littleflocks.wordpress.com/2012/03/01/a-broken-chair-that-broke-my-heart/

Jakarta, 5/Maret/2012

3 thoughts on “Dari Ketombe ke Psoriasis ke Firman Tuhan

  1. hi.
    aku ngalamin penyakit kayak kamu.. dan aku ngalaminnya udah hampir setahun.. dan sampai saat ini belum ada solusi Ųğ tepat utk ngatasinnya.. 😦😦

    • Coba di cek apakah benar psoriasis atau lebih karen faktor stress.. klo benar psoriasis.. saya pernah dengar dari teman saya di RS. Sardjito Jogjakarta ada treatment yang dilakukan dengan cara penyinaran or something.. dan jangan lupa untuk berdoa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s