Benarkah Tanggal 25 Desember Yesus Lahir???

Sebentar lagi umat Kristiani akan merayakan natal, tepatnya tanggal 25 Desember. Perayaan natal telah memicu banyak kotroversi dan perdebatan mengenai sejarah tanggal 25 Desember dan Apakah benar Yesus lahir pada tangal tersebut. Mari kita kaji dari sisi Historik dan biblical.

Perlu diakui memang tgl 25 Desember bukan lah tanggal kelahiran Yesus, hal ini diperkuat data2 didalam alkitab. Bahkan diperkirakan Yesus bukan lahir pada tahun 1 Masehi.

Sumber-sumber Kristiani tidak mengatakan Yesus lahir pada tahun 1 Masehi. Memang pernah ada pendapat dari seorang Imam Italia Dionysius Exiguus yang hidup di abad 6 mengakibatkan kelahiran menetapkan bahwa tahun kelahiran Yesus adalah tahun 1 Masehi. Namun pendapat ini tidak sesuai dengan catatan sejarah yang sudah ada sebelumnya.

Kelahiran Yesus jelas terjadi sebelum kematian Raja Herodes Agung yang ingin membunuhnya dengan memerintahkan pembunuhan semua bayi berumur di bawah 2 tahun di Betlehem (Matius 2:16).

Flavius Josephus (37-100), sejarawan Yahudi abad pertama, mengatakan bahwa sesaat sebelum Herodes meninggal telah terjadi gerhana bulan yang menurut para pakar perbintangan terjadi pada 13 Maret tahun 4 sebelum Masehi (Antiquities of the Jews, XVII, vi, 167). Dengan mengacu pada taksiran Herodes bahwa bayi yang baru lahir itu tidak lebih dari 2 tahun usianya, maka taksiran intelektual tahun kelahiran Yesus sekitar tahun 4-5 sebelum Masehi.

Dalam tradisi Romawi pra-Kristen, peringatan bagi dewa pertanian Saturnus jatuh pada suatu pekan di bulan Desember dengan puncak peringatannya pada hari titik balik musim dingin (winter solstice) yang jatuh pada tanggal 25 Desember dalam kalender Julian. Peringatan yang disebut Saturnalia tersebut merupakan tradisi sosial utama bagi bangsa Romawi. Agar orang-orang Romawi dapat menganut agama Kristen tanpa meninggalkan tradisi mereka sendiri, Paus Julius I memutuskan pada tahun 350 bahwa kelahiran Yesus diperingati pada tanggal yang sama.

Pendapat lain mengatakan bahwa hari Natal ditetapkan jatuh pada tanggal 25 Desember pada abad ke 4 oleh kaisar Kristen pertama Romawi, Konstantin I. Tanggal 25 Desember tersebut dipilih sebagai Natal karena bertepatan dengan kelahiran Dewa Matahari (Natalis Solis Invicti atau Sol Invictus atau Saturnalia) yang disembah oleh bangsa Romawi. Perayaan Saturnalia sendiri dilakukan oleh orang Romawi kuno untuk memohon agar Matahari kembali kepada terangnya yang hangat(Posisi bumi pada bulan Desember menjauh dari matahari, seolah-olah mataharilah yang menjauh dari bumi).

Pertanyaan terbesar sebenarnya tanggal berapakah Yesus lahir?

Jika Anda ingin menyelidiki, Anda dapat memulai dari ayat ini…

* Lukas 1:5,

“Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.”

Kemudian…

* 1 Tawarikh 24:10,

“yang ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia;”

KETERANGAN :

Injil Lukas 1:5 mencatat bahwa Zakaria, suami Elisabet, kakak ipar Maria ibu Yesus, menjadi imam dari rombongan Abia. Menurut 1Tawarikh 24:10 rombongan Abia mendapat urutan ke-8 dalam tugas di Bait Suci. Tiap rombongan bertugas rutin satu minggu, dua kali dalam setahun.

Jadwal tugas imam ditetapkan menurut kalender keagamaan yang dimulai dengan bulan Nisan yaitu pertengahan Maret. Jadi Zakaria bertugas pada pertengahan Mei. Tetapi karena hari raya Syavuot (Pentakosta) jatuh pada akhir Mei dan semua imam diminta bertugas bersama, Zakaria harus menetap di Bait Suci untuk tambahan dua minggu. Akibatnya ia baru pulang ke rumah untuk menemui isterinya pada awal minggu kedua bulan Juni.

Selanjutnya…

* Lukas 1:24,

“Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:”

Akhirnya…

* Lukas 1:36,

“Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.”

KETERANGAN :

Elisabet mulai hamil pertengahan Juni (Lukas 1:24). Pada saat Elisabet hamil 6 bulan, malaikat Gabriel datang kepada Maria, yaitu pertengahan Desember. Maria mulai mengandung saat itu (Lukas 1:36). Walaupun Yesus dikandung dari Roh Kudus (Lukas 1:35), Yesus dilahirkan pada akhir bulan September atau awal Oktober dan saat itulah orang Yahudi merayakan hari raya Tabernakel (Honorof, R.A., 1997, “The Return of the Messiah”).

Hari raya Tabernakel (Sukkot) setiap tahun pada tanggal 15 bulan Tishri dan dirayakan selama satu minggu. Ini berarti menurut ketentuan Taurat tanggal kelahiran Yeshua HaMashiach (Yesus Kristus) jatuh pada tanggal 15 Tishri menurut kalender Yahudi. Menurut kalender international (Gregorian), pada tahun 2005 tanggal 15 Tishri 5766 jatuh pada October 18, 2005 yang lalu; sedangkan pada tahun 2006 jatuh pada tanggal 7 Oktober.

Pendapat Yesus lahir bertepatan dengan hari raya Tabernakel (Sukkot), didasarkan dari hal-hal berikut ini :

Hukum Taurat dalam Imamat 23 menetapkan 7 HARI RAYA untuk diperingati dan dirayakan pada waktu tertentu setiap tahun. Hari-hari raya tersebut meliputi Paskah, Roti Tidak Beragi, Buah Sulung, Pentakosta, Sangkakala, Pendamaian, dan Tabernakel. Semuanya itu adalah hari-hari raya TUHAN. Setiap hari raya mengungkapkan satu segi kehidupan Yesus, yaitu Firman Tuhan yang untuk sementara waktu datang ke planet bumi dalam wujud manusia.

Bahwa 7 hari raya tersebut merupakan nubuatan tentang Mesias yang semuanya digenapi secara utuh oleh Yesus dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Paskah (PESAKH): Yesus adalah domba Paskah kita. Inilah hari kematian-Nya (Imamat 23:5, bandingkan Yohanes 19:14)

2. Roti tidak Beragi (KHAG HAMATSOT): Yesus adalah Roti Hidup, Roti tidak Beragi yang turun dari surga. Ia tidak berdosa karena ragi menyatakan dosa. (Imamat 23:6)

3. Buah Sulung (SFIRAT HA’OMER): Yesus adalah Buah Sulung kebangkitan dari kematian. (Imamat 23:10-11)

4. Pentakosta (SYAVUOT): Yesus adalah Pembaptis dengan Roh Kudus. (Imamat 23:15-16)

5. Sangkakala (ROSY HASYANAH): Yesus adalah Mempelai Pria yang menjemput Mempelai Perempuan (Gereja) dalam Pengangkatan Gereja (rapture). (Imamat 23:24)

6. Pendamaian (YOM KIPPUR): Yesus adalah Mesias orang Yahudi yang datang kedua kalinya. (Imamat 23:27)

7. Tabernakel (SUKKOT) atau hari raya pondok daun: Yesus akan memerintah sebagai Raja Damai dalam Kerajaan 1000 Tahun. (Imamat 23:34)

Dalam 7 hari raya tersebut, semua segi kehidupan Yesus yang penting sudah dan akan diungkapkan. Kematian dan kebangkitan-Nya telah dinubuatkan dalam Taurat. Pengangkatan Gereja dan Kedatangan-Nya yang kedua telah dinubuatkan dalam 7 Hari Raya itu, tetapi adakah petunjuk tentang hari kelahiran-Nya? Tentu saja, pada hari raya yang ke-7 yaitu hari raya Tabernakel. Hal ini membentuk suatu pola, kalau hari raya pertama menunjuk pada kematian-Nya, maka hari raya terakhir menunjuk pada kelahiran-Nya; kalau hari raya ke-6 menunjuk pada kedatangan-Nya yang kedua, maka pada hari raya ke-7 menunjuk pada kedatangan-Nya yang pertama.

Hari raya Tabernakel (Sukkot) merupakan hari raya yang paling meriah di antara ke-7 hari raya dan disebut juga sebagai Festival Cahaya. Saat itu Bait Suci bagaikan bermandikan cahaya, di Serambi Wanita dipasang 4 kandil pada empat penjuru seakan-akan ingin menerangi bangsa-bangsa. Ini merupakan petunjuk bahwa Terang Dunia itu sedang datang menerangi bangsa-bangsa yang masih berada dalam kegelapan dosa. Hari raya Tabernakel juga merupakan suatu masa raya yang penuh sukacita. Dalam suasana itulah, malaikat datang kepada para gembala di padang bersama kawanan domba mereka dan berkata, “Jangan takut karena sesungguhnya aku memberitakan kesukaan besar bagi seluruh bangsa” (Lukas 2:10).

Hari raya Tabernakel (SUKOT) setiap tahun pada tanggal 15 bulan Tishri (Bulan ke-7, Ibrani, תִּשׁרִי – TISYREY atau שְּׁבִיעִי – SYEVI’I , Nama Bulan אֵתָנִים – ‘ETANIM ), dan dirayakan selama satu minggu.

Tanggal kelahiran Yesus Kristus menurut tafsir di atas jatuh pada tanggal 15 Tishri menurut kalender Yahudi. Menurut kalender international (Gregorian), pada tahun 2009 tanggal 15 Tishri 5770 jatuh pada hari Kamis, 23 September 2010 yang lalu.

Lalu pertanyaannya bolehkah orang Kristen merayakan natal??

Perayaan hari kelahiran Yesus memang tidak tertulis, bahkan tidak ada anjuran dalam Alkitab untuk “merayakan” Natal, tidak ada anjuran untuk memasang pohon terang, dll.

Tetapi “Memperingati” kelahiran Yesus Kristus itu “mutlak”.

Anda tentu bisa membedakan arti ‘perayaan’ dan ‘peringatan’, perayaan adalah cenderung bersifat pesta, sedangkan ‘peringatan’ lebih bersifat khidmat :

* 2 Timotius 2:8

LAI TB, Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.

Ayat diatas adalah nasehat dari rasul Paulus kepada Timotius, tentang 3 hal yang penting akan Tuhan Yesus Kristus : KelahiranNya, kematianNya, dan kebangkitanNya.

Peringatan, asal katanya adalah ‘Ingat’. Kata “ingatlah” dalam ayat diatas menggunakan kata μνημονευε – ‘mnêmoneue’ dari kata dasar μναομαι – ‘mnaomai’, meletakkan sesuatu di dalam pikiran. Akar kata yang sama juga dijumpai dalam ayat ini:

* Lukas 22:19

LAI TB, Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”

“Peringatan akan Aku”, ‘eis tên emên anamnêsin’. Kata ‘anamnêsin’ adalah akusatif dari ‘anamnêsis’ yang berasal dari ‘anamimnêsko’ yaitu preposisi ‘ana’ (ke/di tengah-tengah) dan ‘mimnêsko’. Nah, ‘mimnêsko’ ini berasal dari ‘mnaomai’, meletakkan sesuatu di dalam pikiran.

Apakah kita hanya “mengingat” kematian Kristus? Apakah kita tidak “mengingat” kebangkitan-Nya, dan apakah kita tidak “mengingat” kelahiran-Nya pula?

Justru kebangkitan dan kelahiran Yesus Kristus itulah yang menjadi “inti” pemberitaan Paulus seperti dalam 2 Timotius 2:8 di atas. Paskah tanpa Natal tidak akan lengkap maknanya, karena kita tidak mengerti makna dari Paskah itu bila kita tidak mengerti makna KelahiranNya (natal).

“Merayakan” jelas berbeda dengan “memperingati” atau “mengingat”. Merayakan cenderung berhura-hura, berpesta. Tetapi “mengingat” adalah lawan dari kata “melupakan”. Tentu kita tidak akan melakukan tindakan seperti lawan kata ini. Yesus yang lahir di kandang yang hina perlu dijadikan contoh kerendah-hatian umat Kristiani yang melayani dan tidak minta dilayani. Dan menjadikan contoh bahwa Allah yang Maha Mulia dan yang Empunya langit dan bumi itu ternyata lebih memilih cara sederhana dalam kedatanganNya di dunia.

Mengenai Natal/Christmas; Sebenarnya tidak hanya dirayakan secara “religius” oleh umat Kristiani. Pada masa kini orang-orang yang bukan Kristen dimana-mana, misalnya di Jepang, di China dan lain-lain mereka pun ‘merayakan’ Christmas sebagai hari raya untuk bersenang-senang. Bahkan Christmas di seluruh dunia banyak digunakan sebagai “marketing tools”. Di Malaysia, negara Muslim saja saat menjelang natal; Mall, Dept Store, Restaurant dimana-mana didekor sedemikian rupa untuk menarik minat customer/turis. Hal tersebut mungkin karena mereka juga tahu bahwa perayaan Natal pada 25 Desember hanyalah tradisi, bukan perintah yang tertulis dalam Alkitab.

Saya melihat segi positifnya saja, dengan Christmas banyak orang mengemas acara, ie. gathering, dinner dan macam-macam acara lain, untuk bercengkerama dengan keluarga dan sahabat2 mereka walaupun mereka bukan Kristen. Dan perayaan Christmas bisa juga menjadi sesuatu moment bagi tiap orang untuk merayakannya dengan caranya masing-masing.

Karena Perayaan Christmas sudah menjadi ‘tradisi dunia’, maka kita sebagai umat Kristiani harus sungguh menghargai karya penebusan Kristus yang sudah dijalankanNya dengan sempurna. Karena keyakinan akan Yesus tidak dapat dilepaskan dari kelahiranNya sebagai pemenuhan nubuatan para Nabi, Allah yang menjadi manusia Yesus (Matius 1:18-2:12 dan Lukas 1-2).

Walaupun secara ‘tradisi’ kita memperingatinya pada tanggal 25 Desember. Tetapi, marilah kita ‘memperingati’ kelahiranNya, yang dengan lebih berfokus pada syukur dan khidmat kepada Allah kita yang telah rela merendahkan diriNya sebagai manusia. Dan janganlah kita kehilangan makna ‘natal’ yang sesungguhnya, jadikanlah Natal selalu menjadi kabar baik bagi semua orang di sekitar kita, bahwa Allah telah membuktkan kasihNya dalam diri Yesus Kristus Tuhan kita.

Semoga damai dan riang-ria di suasana Natal ini menjadi berkat bagi semua umat manusi. GBU

One thought on “Benarkah Tanggal 25 Desember Yesus Lahir???

  1. Pingback: Meluruskan salah faham antara Kristen dan Islam « littleflocks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s