Kesaksian PART 2b: Spark of Revival….

Mendengar kata revival tentunya merupakan hal yang sangat didambakan oleh setiap orang percaya. Kebangunan rohani merupakan fungsi dari kegerakan Roh Kudus dan tanggapan orang percaya atas kegerakan itu. Didalam kegerakan rohani akan terjadi perubahan mental, sosial, dan spiritual. Orang percaya yang dimaksud ialah setiap orang tanpa memandang latar belakang doktrin maupun gerejanya. Ini yang kita hilang sebagai orang yang mengaku percaya, mengatakan kasih namun dengan sesama orang percaya pun kita saling menggigit dan menjatuhkan. Karena itu mengapa Daud berkata sungguh indah dan baiknya bila saudara seiman hidup rukun bersama, sebab ke sanalah Tuhan Memerintahkan berkat-berkatNya.

Didalam Part 2a aku menceritakan panggilan Tuhan pertama kali didalam hidupku. Dan tentu bukan aku saja yang Tuhan panggil ke rumah Bapa (eitss salah haha) maksudku yang dipanggil Bapa untuk menyatakan kasihNya. Tuhan mulai mempertemukan aku dengan teman-teman yang juga sudah mengenal Tuhan lebih dahulu.

Setelah pengalaman pertama ku mendoakan nenek Novrida (part 2a) ada jeda waktu bagiku sebelum aku mulai banyak melakukan pelayanan.Saat itu aku sangat ingin bisa melayani Tuhan dan memilik karunia, nah waktu itu aku membaca buku “Manifestasi Dahsyat” karangan Reinhard Bonke, diakhir buku itu ada doa yang dituliskan oleh Reinhard Bonke untuk meminta karunia, saat itu dengan iman aku membaca doa itu. Ketika itu kira-kira kelas 2 SMP aku hanya memulai dengan giat mengikuti ibadah, KKR, dan juga bersaat teduh. Saat itu aku sanggup bersaat teduh 5 kali sehari bahkan sekali bersaat teduh bisa memakan waktu satu jam lebih, aku mengakui sekarang kehidupanku tidak sama seperti dulu dalam hal bersaat teduh, tentu hal ini bukan untuk dicontoh.

Dahulu kalau ada jadwal KKR aku pasti mengusahakan datang tidak peduli siapa pembicaranya.  But anyway ketika cinta mula-mula rasanya memang begitu,

apapun rela dilakukan namanya juga demi cinta. Seperti cerita ku di part 1, ketika aku masih SD aku rela mengayuh sepeda jauhh banget (ngos..ngosan rasanya haha) hanya demi bisa kerumah wanita yang aku suka. Aku juga teringat ketika aku menyukai seorang gadis di sekolahku ketika SMU, dia sangat menyukai basket dan aku sangat tidak bisa bermain basket bahkan sebenarnya aku trauma dengan olahraga yang menggunakan bola spt basket, sepakbola, volly etc yang ada bolanya, aku sangat takut dan tidak PD untuk menendangnya. Ini dikarenakan (ini cerita tidak pernah aku ceritakan ke siapapun sebelumnya, temen-temenku sering bertanya kenapa aku takut bermain bola well ini penyebabnya) ketika aku SD aku hanya sering disuruh menjadi penjaga gawang, saat itu aku meminta agar aku jangan jadi penjaga gawang terus, well aku dikasih kesempatan (bangga dong rasanya) nah karena aku baru jadi seorang Back (hahah ngeness banget tak kirain jadi seorang stricker wkwk) ketika aku mendapatkan bola pertama kali, aku kebingungan dan cangggung dan suatu kebodohan aku lakukan aku memasukkan bola ke gawang ku sendiri (fuihhh akhirnya aku bisa menceritakannya) ketika itu jelas temen-temen ku senang horee cakra masukin bola haha SALAHHH.. jelas lah teman-temen teamku pada marah dan mereka mulai menghina ku. Sejak saat itu aku takut untuk bermain bola. Tetapi demi cinta aku bisa berusaha belajar bermain basket, honestly it was horrible, I was suck dude… but again semua demi cinta, walau at the end of the day aku tidak bisa mendapatkan wanita itu (untuk ini aku ga sebutin nama… eitss awas kamu gus and ocy membuka aib ini wwkkwkw) makanya aku bilang ini mungkin takdir hahaa. Well my point is that is the power of love, you can do anything even the most craziest, scariest thing ever.Begitu juga saat kita mencintai Tuhan sampai pada level Jesus Freak (bahasanya Richard) you will do anything just for Him.

Nah waktu itu disekolahku belum dikenal istilah PSK (houpss jangan ngeres dulu maksudnya Persekutuan Siswa Kristen), so karena waktu itu kita suka nongkrong di GO Studio setiap jumat pulang sekolah (nongkrong geje gitu), tetapi luar biasanya hal itu direspons oleh Pak Berthy, so mulailah kita bikin persekutuan tiap pulang sekolah hari Jumat di GO Studio. AKu teringat akan firman Tuhan yang berkata:

 “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”

So again CINTA kata kuncinya. Hari demi hari Tuhan mulai menaruh didalam hati kami untuk menjangkau jiwa, ini tidak lepas peran Pak Berthy sebagai pemimpin kami ketika itu. Ada satu pesan beliau yang sampai hari ini aku masih terkenang dengan jelas khotbahnya ialah menjadi penjala manusia.So guys its very impotant punya bapak/ibu/kaka rohani, you cant be alone.

NEXT CALL

Suatu ketika aku mendapat telepon dari Rani anaknya pak Berthy, nah waktu itu dia meminta bantuanku untuk membantu pelayanan pelepasan bersama Pak Berthy, karena begitu banyak orang yang ingin dilayani, saat itu beliau tidak memiliki banyak aktivis yang bisa membantu beliau, well tentu saja saat itu aku respons dengan exited. Walau saat itu cuman membantu teriak2 aja hehe, membantu menjaga orang yang manifestasi roh jahat. Well sebenarnya itulah panggilan yang lebih lanjut dari Dia. Seiiringnya waktu Pak Berthy mulai mempercayakan kepada kami untuk melayani pelepasan, dan mulai muncul militansi didalam sanubari kami untuk memenangkan jiwa-jiwa.

Militansi ini kami lakukan dengan setiap hari pulang sekolah kami menyempatkan waktu untuk berdoa keliling sekolah dan kami menumpangkan tangan atas bangku dan mengklaim jiwa-jiwa bagi Kristus. Satu hal yang sebenarnya tidak begitu kami sadari, kami telah memasuki zona peperangan rohani, ketika kami berani untuk menentang kuasa gelap dan mulai memberitakan injil.

Selain mendoakan kami mulai berani melakukan penginjilan kepada teman-teman dan membagikan traktat. Bahkan Tuhan saat itu menuntun kami untuk mulai melakukan penginjilan di luar sekolah kami ke tribun (tempat anak-anak sekolah pada bolos dan mabok), Rumah Sakit, bahkan dimana saja ada kesempatan dan juga doa keliling Palangkaraya.

Well aku akan membagikan beberapa kesaksian tentang itu:

Penginjilan di Tribun

Well waktu itu pas hari sabtu pulang sekolah kami memutuskan bersama teman-teman untuk pergi melakukan penginjilan ke Tribun. Wkatu itu yang pergi ada Antos, Jhoni, Hendri, Ruri, dan beberap orang lain. Well waktu itu aku hanya bertugas menjadi pendoa syafaat untuk mengcover teman-teman ku yang menyebar untuk melakukan penginjilan.

tetapi tak disangka dan tak dinyana saya lah yang akan diserang heheh.. jadi ketika aku lagi berdoa, waktu itu aku melihat ada seorang anak SMU yang seperti habis mabok2an.. well saat itu aku mendekati dia, dan bertanya “apa kamu kenal Yesus?”, well aku pikir Yesus sudah sangat terkenal di dunia akhirat ehh ini orang tiba memberikan pertanyaan “Yesus siapa? sekolah dimana”? (Gubrakkk hadehhhh capee dehhh haha ) Ini orang apa emang g pernah dengar tentang Yesus atau emang becanda.. well by the way setelah aku menjelaskan tentang Yesus yang aku maksudkan dia menjadi sangat marah dan berkata “Ohh Yesus yang aku tusuk semalam dipasar” (langsung tiba-tiba suasannya berubah menjadi rada seram) dan dia langsung memanggil teman-teman gangnya jadilah saya dikerumuni gang ini. Dan saat itu aku mulai diancam dan salah seorang melemparkan rokonya ke kepala ku. tetapi Tuhan tetap menguatkan hatiku dan aku mulai berdoa untuk mereka sambil menangis (bukan karena takut yahh… saat itu rasanya karena aku rindu mereka diselamatkan walau ada juga rasa takut dikit hehhehe halaahhh) nah waktu itu aku membawa uang SPP ku di tas dan hanya ditutup ama kartu SPP ku, mereka mencoba memalak ku dan mengobrak abrik isi tas ku, tetapi herannya tidak ada satupun dari mereka yang melihat uang itu aku yakin itu adalah kuasa Tuhan.

Tiba-tiba datang seseorang yang tidak aku kenal berkata “Jangan ganggu dia, dia adek ku” dan saat itu hampir terjadi perkelahian di antara mereka dan aku diungsikan bersama teman-temanku. dan saat itu kita bergandengan tangan dan berdoa. Dan Puji Tuhan sesuatu yang luar biasa terjadi tiba2 mereka datang dan meminta maaf, bahkan mereka minta ikut ke persekutuan. Well saat itu langsung saja Ruri menghubungi ayahnya untuk menjemput kami. dan aku ingat dengan Pick Up Tua berwarna merah kami mengangkut orang-orang yang hampir saja menganiaya untuk datang kepada Tuhan.

BERDOA KELILING PALANGKARAYA

Tuhan juga menggerakan kami untuk mendoakan Palangkaraya, so beberapa kali kami pagi2 jam 4 pergi berjalan kaki dari rumah Indra Jaya sampai ke bundaran untuk mendoakan Palangkaraya, saat itu yang pergi berdoa ada Agus, Antos dan Indra Jaya. Pernah ketika kami berhenti dan berdoa didepan sapundu (sapundu adalah patung tempat mengikat korban didalam acara tiwah) expressi wajah patung itu kemudia berubah-ubah. Kami tau itu adalah bentuk intimidasi dari kuasa kegelapan. Tetapi FT berkata roh yang ada didalam dirimu jauh lebih besar dari pada roh yang ada didalam dunia ini.Sebenarnya ada banyak kesaksian yang luar biasa namun kapan2 yah aku cerita.

TANTANGAN

Ketika kita berani menentang kuasa gelap dan mulai menyatakan diri kita sebagai orang percaya maka Iblis dan sekutunya tidak akan pernah senang, dia akan memakai segala cara dan lini untuk menjatuhkan iman kita. Ketika itu ia memakai teman-temanku, mulailah saat itu dikit demi sedikit aku dijauhi teman2ku karena dibilang “alim” lah, sok pendeta lah… But puji Tuhan, Tuhan tetap menguatkan dan memantapkan langkahku. Baca ayat ini didalam Lukas:

10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku

Tantangan selanjutnya ialah dari keluarga ku sendiri, setiap kali aku ingin pergi beribadah harus main kucing-kucingan dengan ayahku. Pernah suatu ketika aku diancam diusir dari rumah jika aku tetap pergi beribadah, dan satu hal yang aku ingat ketika itu aku mengambil alkitab dan ingin menaruhnya di dalam laci, ketika itu ayahku melihat dan berkata jangan banyak baca alkitab nanti kamu bisa gila.Tetapi setiap hari aku selalu mendoakan ayahku dan menengking setiap kuasa kegelapan yang mengikat beliau ketika itu, sampai suatu ketika beliau akhirnya bisa menerima Yesus (well nanti aku ceritakan kesaksian ini didalam note yang lain saja okeh hehe)

Bahkan bukan hanya dari lingkungan keluarga tantang selanjutnya datang dari gereja. FYI karena gereja ku sangat konservatif jadi segala yang berbau persekutuan, ibadah bertepuk tangan etc dianggap suatu hal yang sesat, dan setiap minggu di gereja selalu aku mendengar sindiran tentang persekutuan GO, bahkan selalu dianggap sesat. Pernah suatu ketika kami bersama Prasetya Ocy Tika dan Denny Tanggara membuat vocal group kalau tidak salah saat itu lagunya “Jangan Lelah” (hmm gini2 saya pernah juga ikut vocal group walau buta tuli not haha) dan saat itu kami punya nama “verruect team” diambil dari bahasa Jerman artinya gila. So saat vocal group kami ingin memberikan nuansa baru dimana ada sedikit parodi dan akapelanya. Saat berakapela kami bertepuk tangan guess what hal itu saja dianggap suatu yang sesat dan mendapat cemoohan.Itu baru bertepuk tangan di vocal group apa lagi ikut ibdaha bertepuk tangan, pelepasan, bahasa roh.. lebih2 sesatnya hahah

Waktu itu juga aku menjadi guru sekolah minggu di gereja ku, well pernah suatu ketika  waktu aku mengajar di kelas besar, setelah mengajar aku mulai mendoakan mereka satu persatu dan Tuhan menjamah mereka dan mereka tumbang. Hohoh bisa ditebak hal itu langsung saja menjadi headline di gereja, dan salah seorang penatua mendatangi rumah ku dan berkata bahwa saya akan dihadapkan kepada majelis gereja untuk disidang.OMG hohoh

Well tantang tidak hanya berhenti disitu, tantang datang dari guru agama disekolah. Hal ini disebabkan waktu itu kami melakukan penginjilan kepada teman-teman sekolahan, banyak yang bertobat bahkan beberapa yang bukan kristen pun menjadi orang percaya dan mereka ingin menerima Yesus, lalu kami mendoakan mereka di dalam ruangan kosong, dan hal itu dilihat oleh guru ini. So didepan kelas guru agama berkata Cakra itu sinting gila dan kerasukan setan, dan tidak berhenti disitu tiba-tiba aku dipanggil masuk keruangan BP ketika itu aku sangat takut tetapi aku dikuatkan oleh teman-teman ku dengan satu ayat:

Lukas 10:18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.

10:19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.

10:20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu

Benar saja saat itu aku disidang oleh 3 orang guru: Guru agama, Wali kelas ku dan guru BP. Sampai detik ini aku tidak begitu mengingat apa yang aku katakan kepada guru2 ini, tetapi saat itu Tuhan mengaruniakan apa yang harus aku katakan.

Namun ada satu tantang yang aku akhirnya kalah ialah ketika pemimpin rohani ku sendiri yang mulai menuduhkan yang bukan-bukan. Aku dituduh berani membaptis orang. seperti disambar petir rasanya karena jangan kan membaptis orang menjadi pendeta pun aku tidak berani. Sempat sekian lama aku benar-benar menjadi orang yang stress, karena merasa sendiri dan aku sempat meninggalkan Tuhan. Tetapi Tuhan itu tetap baik, Ia tetap memanggil ku untuk kembali dan mengikuti Dia. Dan ini mengingatkan ku pada mimpi ku pertama kali aku menerima Yesus (part 1)

SPARK OF REVIVAL

Seperti yang aku ceritakan sebelumnya Tuhan melalui pak Berthy mulai mempercayakan kepada kami untuk melayani pelepasan, hari demi hari Tuhan memberikan kepekaan untuk bisa mendengar suaraNya dan membedakan roh. Aku masih ingat ketika itu GO memiliki radio “Gema Oikumene”, well waktu itu jam 7 malam ketika aku dirumah sedang belajar sambil mendengarkan siaran radio untuk renungan yang dibawakan Kak Blessy. Tiba-tiba aku merasa ada yang menyuruhku untuk pergi ke rumah Otis (Djatu) dan meminjam kaset khotbah Pdt Gilbert dan memberikannya ke pada kak Blessy. Well aku sempat berkelit ahh jangan2 ini cuman suara hati aja. Tetapi dorongan itu begitu kuat, so dengan naik sepeda aku pergi rumah Otis dan meminjam kaset itu dan langsung pergi ke  GO Studio dan memberikannya kepada Kak Blessy. Well saat itu Kak Blessy berkata “Puji Tuhan”, dia menceritakan saat itu dia bergumul apa khotbah yang akan disampaikan dan dia belum siap sama sekali, dan dia hanya berdoa kepada Tuhan. Well you know akhirnya Tuhan menjawab dengan memberikan kaset khotbah itu untuk diputarkan di radio pada malam itu.

Walaupun demikian, hatiku masih belum puas karena aku belum dibabtis roh (karena saat itu menurutku dibabtis roh harus bisa berbahasa roh) beberapa kali aku minta didoakan oleh beberapa hamba Tuhan, bahkan saat itu dianjurkan untuk bilang haleluyah..haleluyah terus ketika didoakan (well ini bukan cara yang benar, maklum waktu itu mah percaya2 aja hehe) tetap saja aku tidak menerima tanda itu.

So pada hari Jumat seperti biasa kami mengadakan persekutuan di GO Studio, yang hadir saat itu aku, Hendri, Bebe, Yeri, Noni, etc.. Well saat itu aku yang sharing FT. Nah selesai kami sharing FT, saat itu aku mengajak teman-teman untuk “sela” untuk berdiam diri dihadapan Tuhan. Ketika itu hadirat Tuhan sangat luar biasa, tanpa ku sadari bibirku mulai bergetar dan mulai mengeluarkan bunyi ba.. ba… ba…. dalam hatiku aku berfiikir “apa ini baptisan roh?” kok kenapa aku tidak bergetar-getar ( Dewi Persik kalee bergetar-getar…. karena waktu itu aku fikir kalo orang dipenuhi Roh Kudus dan dibabtis rih mesti bergetar-getar) dan aku bertanya kepada Tuhan, Tuhan kenapa aku tidak bergetar2…  Mungkin Tuhan berkata kamu yang minta yah… hehe well tidak lama setelah itu seluruh tubuhku bergetar-getar dan aku mulai mengeluarkan kata2 yang tidak aku fahami, namun saat itu ada damai yang luar biasa. Pada hari itu aku menerima karunia berbahasa lidahku dan kalau tidak salah saat itu salah satu temanku juga menerima hal yang sama. And you know berapa lama aku kepenuhan, selama satu bulan, aku kadang tidak bisa mengendalikan diriku dan mulai berkata didalam berbagai macam bahasa. Setelah kejadian itu seperti sesuatu yang menular, hampir semua teman-temanku mendapatkan kan hal yang sama. Jika ada salah satu yang sedang kepenuhan maka yang lain pun mengalami hal yang sama. Tuhan mulai mengaruniakan berbagai macam karunia. Karunia bernubuat, mengusir setan, menafsirkan bahasa lidah, karunia penglihatan, pendengaran, dan membedakan roh.

Aku teringat didalam kisah didalam 1 Samuel

19:20 maka Saul mengirim orang-orang suruhan untuk mengambil Daud. Tetapi orang-orang ini melihat sekumpulan nabi kepenuhan, dengan dikepalai oleh Samuel. Dan Roh Allah hinggap pada orang-orang suruhan Saul, sehingga mereka pun kepenuhan seperti nabi.

19:21 Lalu hal itu diberitahukan kepada Saul; ia mengirim orang-orang suruhan yang lain, tetapi orang-orang itu pun juga kepenuhan seperti nabi. Saul mengirim sekali lagi orang-orang suruhan, rombongan yang ketiga, dan orang-orang ini pun juga kepenuhan

Kejadian ini menggenapi nubuatan di kitab Yoel

2:28 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan

Dan terjadi kegerakan yang luar biasa, banyak jiwa-jiwa yang dimenangkan bagi Tuhan. Pernah suatu ketika terjadi di kelas nya Antos, tiba-tiba saja teman-temanya satu kelas menangis dan mereka ingin didoakan, padahal saat itu jam sekolah. Ketika hal itu diberitahukan kepadaku, aku sempat berfikir dalam hati “aduh pasti kena lagi neh ama guru2” but saat itu Tuhan menggerakan untuk membawa mereka ke ruangan lain yang tidak terpakai, saat itu ruangan itu tergembok. Atas kuasa Tuhan, Tuhan menggerakan aku untuk berdoa dan memegang gembok itu “Didalam nama Yesus” tiba-tiba gembok itu bisa terbuka dan akhirnya kami bisa mendoakan teman-teman kami.Bahkan bukan hanya teman-teman sekolah, saat itu beberapa guru akhirnya membuka diri dan mulai sharing tentang Firman Tuhan dan ingin didoakan. Hal yang tidak pernah aku lihat sebelumnya adalah setiap hari jumat seperti orang berparade berbondong-bondong siswa datang ke GO dan bersekutu. Its a revival.

But it wasnt happy ending… ada tantangan lain yang membuat persekutuan yang dibangun menjadi terpecah, ini yang menyebabkan aku kehilangan kontak dengan teman2 SMP ku.. Aku sungguh merindukan mereka dan saat-saat seperti itu lagi. Ini akan aku ceritakan di Part 3 (The last part of this testimony).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s