Kesaksian Part 3. Raise and Fall

Pada part 2b, aku menceritakan awal kebangunan rohani yang terjadi disekolah ku dulu SMP 3 Palangkaraya. Tuhan mencurahkan begitu banyak karunia-karunia roh seperti yang tertulis didalam kitab Yoel bahwa pada hari akhir Tuhan akan mencurahkan RohNya keatas anak laki-laki dan perempuan, maka mereka akan bernubuat, berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru. Dan juga apa yang Yesus katakan didalam Markus 16.

16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Ditengah-tengah kebangunan rohani ini tentu saja Iblis dan kuasa kegelapan tidak menyenanginya. Dan saat itu aku yakin Tuhan mengijinkan kami diproses lebih lanjut akan apa arti mengandalkan Tuhan dan kerendahan hati. Saat itu kami mulai dicap sebagai orang-orang aneh, kalo bahasa Richard Jesus Freak. Yes we was!.. Mulai dari tantangan dijauhi teman, di cap sesat oleh gereja, guru dan keluarga. Saat itu kami masih bisa kuat karena ada teman-teman seiman yang menguatkan dan ada bapak dan ibu rohani yang menuntun.  Namun apa jadinya jika pertahanan terkahir (teman-teman dan pemimpin rohani) yang kemudian mengecewakan itu lah tantangan yang paling berat sehingga membuat aku dan teman-teman terpecah.

Hal ini dimulai dengan pernyataan salah seorang pemimpin sell group salah satu gereja GBI yang mengatakan karunia yang kami peroleh ialah ‘karunia setan’. Sehingga beberapa teman-teman yang tergabung didalam kelompok sell group ini mulai memisahkan diri dari. Ketika hal itu dituduhkan Tuhan mengingatkan suatu ayat ketika Yesus pun dituduhkan oleh para Farisi, bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul didalam Matius:

12:22 Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.

12:23 Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: “Ia ini agaknya Anak Daud.”

12:24 Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.”

12:25 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.

12:26 Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, ia pun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?

12:27 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.

12:28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Setelah itu pula muncul tuduhan serupa dari dalam persekutuan kami, anak dari salah seorang pemimpin rohani menuduhkan hal yang serupa bahkan pemimpin rohani menuduhkan kami berani membatis orang. So saat itu persekutuan kami terpecah menjadi 3 golongan. Well satu hal yang aku pelajari bahwa perpecahan adalah senjata ampuh untuk menghancurkan persekutuan dan pelayanan.

Disamping itu muncul juga kesombongan rohani ku dengan semua karunia rohani yang Tuhan berikan. So waktu itu aku semakin tertekan, secara waktu itu masih 13 thn. Di jauhi teman2 karena dicap alim, di ancam diusir dari rumah oleh orang tua, dicap sesat oleh guru-guru, selalu disindir digeraja ketika ibadah, dan makin lengkap teman2 sepersekutuan terpecah dan mengecap hal yang sama, terkahir ialah ketika pemimpin rohani pun melakukan hal yang sama. Padahal saat itu yang dibutuhkan ialah orang yang dewasa membina kami.

Ketika itu Tuhan memberikan nubuatan kepada ku, bahwa tidak lama lagi Tuhan akan mengguncangkan GO Studio. Sebelum itu begitu banyak orang yang beribadah di GO Studio. Memang setelah kejadi dituduh oleh pemimpin rohani aku memutuskan untuk tidak lagi datang ke GO Studio (ceritanya ngambekk hehe) well memang beberapa minggu setelah itu mulai sedikit orang tang ikut persekutuan di GO bahkan sampai hari ini GO Studio Palangkaraya sudah tidak ada lagi.

Makin hari aku makin tidak kuat, karena aku benar2 merasa sendiri. Bahkan aku ingat ditengah kami beribadah dan bersekutu tiba-tiba saja salah seorang teman ku langsung menghardik dan memaki-maki ku. Aku yakin Tuhan saat itu sedang mengajarkan berharap dan bersandar kepada Tuhan dan merendahkan hati ketika dimaki. Namun aku tidak begitu kuat menanggungngya.

So saat itu aku berkata kepada Tuhan aku menyerah, aku mulai meninggalkan jam doaku mulai menjauh dari Tuhan (well ini typical kebanyakan orang kristen ketika mendapat pencobaan kita menjauh dari Tuhan, padahal ketika kita menjauh masalah bukan semakin baik tetapi semakin buruk dan itu yang terjadi). Ketika aku menjauh dari Tuhan aku mulai depresi dan tertekan. Dan ini celah yang iblis gunakan, sebelumnya Roh Kudus yang memenuhi sekarang giliran kuasa gelap yang menguasai diriku. Kekecewaan, sakit hati, depresi adalah celah yang paling mudah iblis berpijak. Oleh karena itu mengapa Yesus mengatakan ampuni dan doakan musuh-musuhmu.

Inilah kejatuhan ku, aku merasa kecewa dengan Tuhan, kecewa dengan teman-teman. Bahkan aku sempat tidak ingin bertemu dengan teman2 persekutuan ku. Aku ingat ketika aku pergi bersama ayahku dan berpapasan dengan salah seorang teman persekutuan ku, aku bersembunyi. So saat itu aku mengambil kesimpulan yang salah. Aku berkesimpulan di dunia ini tidak ada teman, tidak ada saudara yang ada hanya Aku, Aku dan Aku. Ketika masuk SMU pun aku memilih tidak memiliki sahabat, saat itu aku hanya beranggapan teman sekolah hanya teman sebatas say hi.

Tapi puji Tuhan, Tuhan tidak membiarkan ku jatuh begitu lama. waktu kelas 2 SMU aku mulai menyadari bahwa aku tidak bisa sendiri dan aku harus belajar mengampuni. Tuhan mulai mengajarkan lagi untuk memiliki sahabat, saat itu aku memiliki sahabat namanya Fernando Binsar. Namun sayang tidak lama aku mulai bersahabat dia harus pindah keluar kota dan aku loss contact, tapi sekarang aku bisa contact lagi berkat FB heheh, dan kelas 3 SMU aku juga memiliki sahabat bahkan seperti sodara sendiri dia adalah Perry..

Aku teringat akan cerita ku di part1, ketika aku bermimpi bertemu Yesus. saat itu aku berlari untuk memeluk Yesus namun setiap aku berlari beberap langkah aku terjatuh. Namun aku bisa bangkit lagi. Sampai hari ini, bahkan sebelum aku menulis notes ini aku terus bergumul tentang jatuh bangun. Namun sesaat sebelum aku menyelesaikan tulisan ini Tuhan menjamahku. Pada akhirnya satu hal yang aku percaya bahwa aku telah menyerahkan hidupku kedalam tangan Tuhan pencipta alam semesta, Tuhan yang perkasa, Tuhan yang membentuk aku… Ketika Ia memanggil ku Ia punya rencana, dan Ia tidak pernah gagal dan rencanNya sungguh amat luar biasa. Aku hanya harus bangkit lagi tapi kali ini bangkit bukan dengan kekuatan ku.. Aku ingin bangkit bersama Dia yang sekarang telah mengambil alih seluruh hidup ku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s