Tuhan Menjamah Ayahku

Pada part sebelumnya aku menceritakan tentang ayahku yang menentang aku untuk beribadah. Kali ini aku menceritakan bagaimana Tuhan menjamah hati ayahku. Ayahku adalah orang yang keras, bahkan tidak pernah aku mendengar beliau meminta maaf. Tetapi jika Tuhan yang bekerja maka tidak ada yang mustahil, setiap malam aku selalu mendoakan beliau agar Tuhan menjamah hatinya. Aku selalu mengklaim FT

Kis 16:31 Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Suatu ketika ibuku sakit tiba-tiba saja beliau tidak bisa berjalan karena kakinya sakit, pertama sakitnya hanya sampai mata kaki tetapi beberapa hari kemudian naik ke betis, bahkan saat itu beliau tidak mampu menggerakan kakinya karena sakit. Kita sudah membawa ke dokter, saat itu dokter tidak bisa menemukan apa penyebabnya. Satu minggu sakit beliau semakin parah, saat itu aku tidak masuk sekolah untuk menjaga ibuku, kali itu sakitnya naik sampai kedada ibuku. Saat itu aku bingung karena ibuku kesakitan, kemudian aku menelpon Pak Berthy untuk datang kerumah dan mendoakan ibuku (modal nekat saja, saat itu ayahku belum pulang kantor jadi aku pikir aman) well saat pak berthy datang baru saja kami hendak mulai mendoakan eng..ing eng ayahku ternyata pulang lebih awal..

Sempat aku berkata “mati aku” ketahuan ayahku, tetapi puji Tuhan kali itu ayahku tidak berbicara apapun dan bahkan ikut berdoa bersama. Dan hari itu Tuhan menyatakan mujizatnya.. ketika Pak Berthy mendoakan ibuku dan mengusir kuasa kegelapan, kemudian beliau menyuruh ibuku berdiri dan Puji Tuhan tiba-tiba ibuku bisa berdiri lagi bahkan bisa berjalan setelah satu minggu tidak bisa berjalan.

Setelah kejadian itu memang ayahku tidak begitu keras lagi melarangku pergi ibadah ke GO Studio, tetapi tetap ia belum sepenuhnya diubahkan.

Suatu malam ketika aku berdoa Tuhan menyuruh aku untuk tertawa; Tuhan berkata “tertawakan kuasa kegelapan yang mengikat ayahmu” saat itu aku hanya taat dan aku merasa sukacita luar biasa dan mulai tertawa dan mentertawakan kuasa kegelapan yang mengikat ayahku.

Memang kurang lebih satu minggu setalah kejadian itu, Tuhan sedang mengguncangkan keangkuhan ayahku. Sebelumnya aku ingin menceritakan bahwa ayahku dimanfaatkan oleh sodaranya yang berhutang ke bank, dan saat itu rumah kami di gadaikan oleh sodara ayahku ini. Lama kami bergumul tentang itu, dan ketika aku berdoa aku mendengar Tuhan berkata aku akan melepaskan hutang itu dan aku mengatakan nubuatan ini kepada ibuku.

Lama tidak terdengar kabar dari bank, seminggu setelah aku mentertawakan kuasa kegelapan. Tiba dikoran dikabarkan bahwa rumah kami akan dilelang oleh bank. Bagaikan petir menyambar disiang hari rasanya membaca pengumuman itu di Koran, karena kami tidak punya tempat tinggal lain.

Aku bersyukur juga pada saat itu aku memiliki teman yang menguatkan aku, saat itu temenku Prasetya Ocy Tika datang kerumah ku dan menanyakan keadaanku. Dan aku yakin teman ku juga mendukung didalam doa. Saat itu benar-benar moment terberat didalam keluarga kami. Saat itu kami semua berkumpul  dan ayahku menceritakan keadaan kami, dan bersiap untuk kasus terburuk jika kami harus kehilangan rumah kami. Dan hal yang luar biasa lagi saat itu alm. Neneku berkata kemanapun kalian pergi aku ikut tinggal sama kalian bahkan jika kalian tiggal di kolong jembatan. Sungguh moment mangharukan. Saat itu untuk pertama kali ayah kami mengajak kami untuk melakukan mezbah keluarga dan berdoa. Hari demi hari Tuhan mengubah hati ayahku, dulu beliau perokok, pemarah dikit demi sedikit hal itu berubah. Setiap malam kami berdoa, membaca alkitab, bahkan untuk pertama kalinya ayahku bisa meminta maaf untuk semua kesalahannya kepada kami dan ibuku. Kami semua menangis pada malam itu sungguh Tuhan memulihkan keluarga kami.

Saat itu satu-satunya cara untuk bisa menebus rumah kami ialah ayahku akan mengambil semua tabungan pendidikan ku dan kakaku dan ikut lelang. Saat itu ayahku sudah mengumpulkan tabungan untuk pendidikan aku dan kakak ku didalam dollar. Tapi konsekuensinya kami tidak punya pegangan untuk kuliah nanti. Saat itu benar-benar all out semua tabungan sampai tabungan pendidikan digunakan.

Tiba hari kami untuk mengikuti lelang, saat itu kami berdoa supaya Tuhan menolong. Baru saja kami berdoa kami mendengar kabar bahwa ada salah satu bank ingin ikut lelang. Kami sungguh sangat desperate Karen tidak mungkin kami menang melawan bank karena mereka punya sumber uang yang lebih banyak, bahkan Ibuku sempat bertanya “bukankah kamu bilang Tuhan akan melepaskan?” saat itu aku tidak bisa menjawab apa-apa, apa aku mendapatkan nubuatan yang salah?? Aku hanya berdoa.

Dan Tuhan memang menjawab doa kami, keesokan harinya bank tersebut mengundurkan diri dari peserta lelang dan kami lah satu-satunya peserta lelang dan kami berhasil menebus kembali rumah kami. Untuk sesaat kami bisa bernafas lega, tetapi ada banyak tanda tanya tentang kedepan bagaimana? Tabungan sudah habis, tabungan pendidikan tidak ada. Tetapi Tuhan tetap meneguhkan.

Semakin hari aku melihat ayahku berubah ia telah menjadi seorang imam di rumah, beliau tidak lagi melarang aku untuk ibadah di GO bahkan ibuku juga ikut aku ibadah, ayahku tidak ikut karena memang beliau tidak sanggup duduk melantai lama dikarenakan penyakit diabetesnya. Tetapi beliau suka mendengarkan mimbar agama Kristen GO Studio di RCTI saat itu. Setiap malam kami selalu melakukan mezbah keluarga.

Pernah kami mengalami didalam keluarga kami tidak punya uang buat beli makan, saat itu pure ga ada uang sama sekali. Kali itu aku bilang sama ibuku tenang saja Tuhan pasti tolong. Benar saja tiba-tiba datang salah satu pengurus sekolah minggu (waktu itu aku adalah guru sekolah minggu) dan memberikan “gajih” kami walau sebenarnya saya ga berharap gajih, well waktu itu jumlah nya g banyak cumin Rp. 40.000,- tapi itu cukup untuk makan kami pada hari itu. Bahkan pernah suatu ketika kami juga tidak ada uang, waktu itu aku bekerja mengajar bahasa inggris untuk satu orang anak dan aku ga mematok tariff apapun, ternyata ibunya memberikan gajih 300 ribu sekali lagi Tuhan menolong dengan cara tak terduga.

Perubahan lain terjadi ketika adek ku mengalami masa depressinya, ketika dia kelas 1 smp dia mendengar hal sebenarnya tidak ingin kami sampaikan dulu dan dia melakukan kesalahan. Biasanya ayahku akan sangat marah besar dan pasti memukul kali itu benar-benar ia bersikap sebagai seorang ayah, beliau tidak memarahi adek ku, beliau berkomunikasi dan menanyakan masalah yang dihadapi adek ku. Haleluyah Tuhan memulihkan hati adek ku dan sikap ayahku (Lain kali jika adek ku mengijinkan untuk menceritakan pengalaman hidupnya bagaimana Tuhan juga memulihkan hubungan nya dengan orang tuaku)

Tiba saatnya aku harus kuliah, saat itu kami benar2 tidak ada uang. Aku berkata kepada ayahku “sudahlah pah biar aku kuliah di Palangkaraya saja, atau aku kerja” tetapi ayahku berkata “aku akan lebih malu jika kamu tidak kuliah, mending aku jual rumah ini dari pada kamu tidak kuliah” Kali itu ayahku harus menjual satu-satunya mobil hartopnya (kami sering menyebutnya stom lala) demi untuk aku kuliah di Jogjakarta dan beliau harus naik motor kekantor sekarang.

Beberapa tahun setelah kejadian kami membeli rumah kami kembali. Tuhan menunjukan mukzijatNya. Kali ini kami mendengar kabar bahwa ayahku diberi rumah dan mobil oleh kantornya. Sungguh luar biasa kami yang hampir kehilangan rumah dan kehilangan mobil sekarang kami mendapatkan rumah ke2 dan mobil, setelah itu ayahku mengurus untuk kami bisa menebus rumah ke-2 itu dan mobil itu dan kami sekarang bisa memiliki rumah dan mobil itu. Haleluyah.. aku teringat nubuatan yang dahulu benar Tuhan akan melepaskan bahkan melebihi dari apa yang kami pikirkan…

Tuhan memulihkan hubunganku dengan ayahku, bahkan ketika aku sekolah kelas 1 sma untuk pertama kalinya beliau mengambil raport ku, yang sebelumnya tidak pernah dilakukannya dan puji Tuhan saat itu aku dapat ranking 3 yang juga sebelumnya aku ga penah dapat rangking heheh. Satu hal yang aku sering kenang setiap kali aku pulang sekolah beliau selalu menanyakan how are u son? Simple word but really meaningfull. Bahkan ketika aku kuliah beliau sering menelpon kadang aku merindukan ayahku untuk menghubungiku ketika kuliah. Jika aku mengingat ketika aku kecil aku sangat benci ayahku karena sikapnya tetapi Tuhan sanggup mengubah semuanya…

Pada tahun 2005 Setahun setelah kematian nenekku, kesehatan ayahku mulai menurun. Dan beliau didiagnosa terkena gagal ginjal. Kami selalu berdoa agar Tuhan menyembuhkan, nampaknya Tuhan punya rencana lain.

Seminggu setelah pernikahan kakaku ku yang tertua, kami pergi ke Banjar masin untuk mengantarkan ayahku berobat dan check up. Waktu itu dokter mengatakan bahwa kedua ginjalnya sudah tidak berfungsi seminggu kami di Banjarmasin dan uang yang tidak sedikit kami keluarkan. Apa lagi saat itu ayahku sudah pension ditambah benar-benar kami sudah menipis keuangan. Saat itu dokter menyarankan untuk cuci darah.

Sehari sebelum cuci darah beliau berbicara kepada aku, “kayaknya hari ini aku akan pulang” aku sempat berkata kepada ayahku “jangan bicara begitu pah, jika Tuhan berkehendak maka Tuhan sanggup kok melakukan mujizat lagi, yang pasti tetap bersukacita saja” ayahku khawatir karena saat itu aku dan kakaku masih kuliah di jogja dan butuh biaya yang tidak sedikit, aku sempat berfikir untuk berhenti kuliah tetapi sekali lagi beliau berkata aku lebih malu jika kamu tidak kuliah.

So kalo tidak salah saat itu hari sabtu pagi kami pergi untuk cuci darah, sungguh amat menyakitkan melihat ayahku cuci darah. Tetapi anehnya sebelum pergi cuci darah ayahku meminta ibuku memandikan dia dan membersihkan dirinya benar2 bersih karena katanya dia akan pulang hari itu. Proses cuci darah sangat menyakitkan namun satu hal yang aku pelajari dari beliau tidak sekalipun beliau mengeluh kesakitan. Setelah cuci darah sore itu keadaan ayahku bukan tambah baik. Saat itu beliau mengajak aku berbicara dan beliau memberikan pesan yang tidak bisa aku lupakan “kamu harus jadi pahlawan buat keluargamu”  dan setelah beliau bicara demikian aku masuk ke kamar mandi untuk mandi sebentar, tiba-tiba ibuku menggedor kamar mandi dan mengatakan ayahku mulai tidak sadar.

Saat itu aku cepat-cepat keluar dan aku menuntun ayahku untuk berdoa menerima Yesus dan beliau hanya berkata “Yesus Anak Daud kasihiani aku..” terus menerus beliau mengatakan hal itu sampai akhirnya suara itu melemah dan Tuhan telah menjemput ayahku.

Satu hal yang tidak aku ketahui, ketika pemakaman ayahku, ada salah satu sahabatnya bersaksi dikebaktian. Katanya ketika ia menjenguk ayahku, ayahku pernah berkata kepada dia “ mungkin fisik ku tidak sembuh tetapi jiwaku sudah sembuh sekarang”. Puji Tuhan bahwa Tuhan telah memulihkan jiwa ayahku dan bahkan menjadi kesaksian yang luar biasa.

Menulis kisah ini tidak gampang rasanya, sambil meneteskan air mata karena aku sungguh merindukan ayahku. Tetapi aku tahu sekarang ia ditempat yang senang dan suatu saat nanti kami akan berjumpa di Sorga.

Cerita ini g berhenti sampai disitu, setelah pemakaman ayahku kami harus membayar kuburan ayahku sebanyak Rp.800.000,-/bulan selama 6 bulan. Waktu itu benar2 kami g ada uang dan hanya kakak tertuaku yang sudah bekerja. Sedangkan gajih ibuku hanya 1jtan lebih, bayangkan gajih ibuku hanya tersisa 200 rb dan aku dan kakaku masih kuliah di jogja which is butuh biaya hidup rata 800 rb per bulan. Setelah pemakaman ayahku aku sempat lagi berfikir untuk berhenti kuliah dan bekerja membantu ibuku. Seolah-olah aku ragu akan pertolongan dan penyertaan Tuhan.

Setelah pemakaman ayahku saat itu ga ada duit untuk balik ke Jogja, bahkan kalau ada saat itu mesti bayaran SPP dan juga bayar kos. Tapi puji Tuhan, Tuhan membuka jalan aku bisa pergi ke jogja dan saat itu aku ga ada kosan dan aku menumpang di kosan Samuel. Thanks Sam. Disamping itu perfectnya komputerku rusak padahal aku sedang butuh2nya untuk menyelesaikan Tugas Akhirku.

Singkat cerita, aku tidak bisa memahami kedahsyatan Tuhan. Hari ini aku bisa menyelesaikan kuliahku, bahkan sudah bekerja. Jika bukan Tuhan maka siapa lagi?? Bahkan ketika aku butuh untuk computer Tuhan menyediakan laptop, melebihi dari yang aku pikirkan. Kami pun bisa melunasi kuburan ayahku. Pernah suatu ketika aku g ada duit sama sekali buat makan, dan mamah ku juga ga ada duit. Saat itu aku  mengumpul uang receh dan berhasil membeli 2 batang beng-beng  untuk makan ku hari itu dan aku tetap bersyukur saat itu, esoknya masih ga ada duit dan g ada uang receh lagi. Kali itu aku berlutut dihadapan Tuhan dan aku berkata dengan jujur “Tuhan aku lapar, aku tidak mau mengutang Tuhan”, tiba-tiba siang itu Ka Jhon datang ke kosanku, padahal saat itu dia tidak tau kosan ku dimana dan g tau no hp ku. Tapi akhirnya dia bisa menemukan kosanku. Dan dia mengajak pergi, well aku pikir saat itu ka jhon mengajak untuk pergi pelayanan. Ternyata saat itu perayaan ultah Kak Cathrin dan kita makan2.. hari itu aku bisa makan wow Tuhan luar biasa, bahkan saat itu bensin ku habis. Tiba-tiba ada seseoarng minta bantuan untuk mengantarkan ke ATM, aku g cerita sama sekali tentang bensin atau keadaan uangku. Tiba-tiba saja dia bilang “kak nanti aku isiin bensin mu yah”.. Wow sekali lagi aku sungguh terkagum melihat penyertaan Tuhan..

Lain kali aku akan cerita bagaimana setelah kelulusan kuliahku dan bagaimana mujizat Tuhan terus bekerja. Satu hal yang aku ingin bagi, jika keluarga mu atau teman mu belum bertobat, keras hati atau apalah jangan berhenti berdoa yakinlah Tuhan sanggup kok mengubah hati orang lain, asal hidupmu lebih dahulu diubahkan dan mau berdiri dihadapan Tuhan dan mengorbankan lutunya untuk bertelut. Jika kamu menghadapi masalah keluarga, ekonomi, tidak ada biaya… Jangan menyerah percaya dan lakukan bagianmu.. hari ini aku menyaksikan bagaimana Tuhan bekerja dalam hidupku. Jika Tuhan sanggup didalam hidupku maka Iapun sanggup melakukannya didalam hidupmu…

I Korintus  2

2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Dari kisah ini aku teringat suatu lagi dari Laura Story judulunya “Blessings” silahkan kalo sempaty disimak lagunya

We pray for blessings

We pray for peace

Comfort for family, protection while we sleep

We pray for healing, for prosperity

We pray for Your mighty hand to ease our suffering

All the while, You hear each spoken need

Yet love us way too much to give us lesser things

Cause what if Your blessings come through raindrops

What if Your healing comes through tears

What if a thousand sleepless nights

Are what it takes to know You’re near

What if trials of this life are Your mercies in disguise

We pray for wisdom

Your voice to hear

And we cry in anger when we cannot feel You near

We doubt Your goodness, we doubt Your love

As if every promise from Your Word is not enough

All the while, You hear each desperate plea

And long that we’d have faith to believe

Cause what if Your blessings come through raindrops

What if Your healing comes through tears

What if a thousand sleepless nights

Are what it takes to know You’re near

And what if trials of this life are Your mercies in disguise

When friends betray us

When darkness seems to win

We know the pain reminds this heart

That this is not, this is not our home

It’s not our home

Cause what if Your blessings come through raindrops

What if Your healing comes through tears

And what if a thousand sleepless nights

Are what it takes to know You’re near

What if my greatest disappointments

Or the aching of this life

Is the revealing of a greater thirst this world can’t satisfy

And what if trials of this life

The rain, the storms, the hardest nights

Are Your mercies in disguise

6 thoughts on “Tuhan Menjamah Ayahku

  1. Pingback: Fenomena Kesurupan | littleflocks

  2. mmm..
    aku sedih bacanya… T.T
    apalagi dengerin lagu ini kak suwer -.-v

    iya.. pertolongan Tuhan tuh tidak terkira…
    aku bukan cuma 1 atau 2 kali mengalami hal gak punya duit dan orangtuaku juga… tapi ketika aku percaya bahwa Tuhan pasti cukupkan, selalu datang pertolongan itu…masa-masa kuliahku yang terberat, karena papaku pun sakit, dan akhirnya di PHK.. setelah itu hanya mamaku yang bekerja.. Luar biasa, Tuhan memulihkan keluargaku.. berproses.. awalnya aku tidak bisa memaafkan papaku (dalam hal ini, aku tahu bahwa semuanya adalah karena ketidaktaatan papaku) namun sedikit demi sedikit aku mulai membenahi rohaniku…. semuanya Tuhan pulihkan dengan luar biasa, sampai akhirnya aku lulus dengan tertatih-tatih.. .sempat timbul keraguan dalam diriku untuk menyelesaikan kuliahku… tapi luar biasa karya Tuhan…. skripsiku selesai dalam waktu 2 minggu setelah pengujian laboratorium, pendadaran dan wisuda.. sekarang sudah bekerja dan keluargaku benar-benar sudah stabil. Puji Tuhan😀

    • Thank you Kitty.. Puji Tuhan jika bisa memberkati… benar pertolongan Tuhan itu tak terkira.. karena apa yang tidak dapat dilihat mata, dan apa yang tidak kita pikirkan itu yang Dia sediakan.. seperti lagu ini bilang What if trials of this life are Your mercies in disguise .. tetap yakin.. Tuhan Yesus sertai

  3. yep.. dan tidak jarang kita meragukan kemahakuasaan Tuhan… “and we cry in anger when we cannot feel You near…we doubt Your goodness, we doubt Your love..”
    Tuhan Yesus selalu setia dalam ketidaksetiaan kita.. dalam setiap keragu-raguan dan putus asa…! (_ _)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s