Kajian Psikologis dan Theologis mengenai Homosexual – Part 3

Ini part terakhir pembahasan kita mengenai homosexualitas? Jika di part pertama dan kedua kita sudah melihat berbagai pandangan baik itu pandangan gereja, masyrakat, psikologis maka pada bagian ini kita akan melihat pandangan theologisnya. Memang dari Part 1 & Part 2 kita mendapat kesimpulan bahwa keadaan homosexual seseorang 50% dipengaruhi oleh genetika tetapi BUKAN oleh faktor heriditas alias faktor keturunan, ada faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi genetika kita ketika kita sedang dalam kandungan atau bahkan dalam masa pertumbuhan dini, sisa faktor lain ialah faktor-faktor non-genetika yaitu “chance” atau kesempatan dan “Peer” alias pergaulan.

Lantas bagaimana kita mejebatani hal ini? Apakah homosexual memang sesuatu yang tidak normal? apakah homosexual dapat disembuhkan?

Foto diatas seems funny.. tetapi kita harus menemukan titik temu antara homosexualitas dan Alkitab.

Mitos bahwa Gay diikat oleh roh homosexualitas

Banyak para kristen fundamentalis dalam hal ini beberap aliran karismatik yang menganggap seseorang menjadi homosexual disebabkan oleh roh jahat yaitu roh homosexual, sehingga cara untuk melepaskannya ialah dengan pelepasan atau exorcism. Didalam alkitab tidak kita temukan ayat yang mendukung hal ini dimana ada roh homosexual. Bahkan perkataan Yesus sendiri mengatakan ada hal-hal yang disebabkan ketika seseoarng itu lahir sehingga orang tersebut tidak menikah.

Dalam banyak penelitian di Amerika seorang “gay” yang berusaha menjadi “normal” dengan dilakukan pelayanan pelepasan memiliki kecenderungan untuk bunuh diri. Banyak kasus-kasus remaja dan anak-anak yang menyadari mereka “gay” dan mendapat tekanan dari lingkungan sekitar menjadi depresi dan cenderung untuk bunuh diri. Sehingga jika tidak mendapatkan informasi yang baik dan how to deal with it? maka tidak heran kasus-kasus serupa banyak terjadi.

Penyelesaian masalah mereka tidak hanya cukup dengan mengatakan ini dosa dan kamu akan masuk neraka jika tidak bertobat, atau kamu harus didoakan pelepasan. Secara jujur saya katakan ini bukanlah solusi yang tepat. Memang ada beberap kesaksian yang secara permature diberikan tentang kelepasan dari homosexualitas, ambil contoh saja kesaksian artis Indonesia Jupier Fotrissimo yang sekarang berubah nama menjadi George Peter (bukan saya mengecilkan kesaksian beliau). Menurut George Peter ia menjadi homosexual ketika waktu kecil akibat perceraian orang tuannya ia dititipkan kepada om nya, yang kemudian melakukan pelecehan sexual terhadapnya. Kemudian secara cepat mengumumkan ke publik bahwa ia sudah lepas.

Apakah benar alkitab sungguh-sungguh menetang kaum homosexual??

Perlu dibedakan antara “BEING A GAY” dan “DOING HOMOSEXUAL ACTIVITY”. Being a gay adalah suatu yang saya jelaskan sebelumnya didalam part 1 & 2. Alkitab dalam PL & PB nampak jelas menentang bentuk aktivitas homosexual (kita akan kaji nanti), dalam salah satu ayat di Kitab Yesaya 56:

56:3 Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN berkata: “Sudah tentu TUHAN hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya”; dan janganlah orang kebiri berkata: “Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering.”
56:4 Sebab beginilah firman TUHAN: “Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku,
56:5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama — itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan –, suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka.

Dalam bahasa aslinya kaum kebiri adalah (סָרִיס) SARIS, kata ini memiliki beberapa pengertian:

1. Kaum kebiri yang sudah bawaan lahir, artinya orang ini menjadi “kaum kebiri” bukan karena memilih menjadi seperti itu atau juga karena dikebiri (penisnya dipotong orang)

2. Kaum kebiri yang disebakan karena orang lain, ini adalah kaum kebiri yang secara fisik alat vitalnya telah dikebiri

3. Kaum kebiri yang karena pilihannya tidak menikah, bukan berarti mengibiri secara fisik. Walau ada ada juga yang melakukan hal yang demikian. Sebut saja Origenes seorang theolog Kristen pada abad ke-2 yang mengibir dirinya secara fisik.

Ini juga didukung oleh tulisan Ulpian, salah satu penulis undang-udang romawi kuno yang hidup pada tahun (172 -223 Masehi)

“The name of eunuch is a general one; under it come [1] those who are eunuchs by nature [born eunuchs], [2] those who are made eunuchs [by castration or crushing], and [3] any other kind of eunuchs [those who voluntarily abstain from marriage].”

The Digest of Justinian, Vol. IV, University of Pennsylvania Press, Philadelphia, 1985, p. 944.

Ini kosisten dengan perkataan Yesus sendiri:

Matius  19:12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

Hal ini semakin mendukung pandangan bahwa being a gay adalah sesuatu yang bersifat genetika namun bukan hereditas. Lantas bagaimana dengan ayat yang menetang praktek homosexual bahkan Paulus dengan tegas mengatakan bahwa Banci, pemburit tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Sorga. Kembali ke pembukaan saya diatas antara BEING A GAY and DOING GAY ACTIVITIES adalah dua hal yang berbeda. Memang mengenai Homosexual Activities ini masih banyak perdebatan, ada yang mengatakan yang ditentang alkitab ialah perilaku Free Sex nya, bukan perasaan cinta didalam homosexual, ada juga yang mengatakan bahwa yang ditentang adalah aktivitas sex gay (hubungan sex sesama jenis). Namun saya pribadi berkeyakinan ini adalah dosa, dan mesti bertobat.. namun apa dengan hanya mengatakan ini dosa tentu tidak akan membantu apapun.. yang utama adalah what next? apa yang harus dilakukan…???

If I were a gay?

Apa yang dapat dilakukan jika anda gay?

1. Maka pertama perlu anda telaah apa penyebab homosexualitas anda, apakah anda seoarang yang Predominantly heterosexual, only incidentally homosexual = dominannya seorang homosexual tetapi tidak sengaja terlibat aktivitas sex homosexual entah karena kasus pelecehan sexual ketika masih kecil, akibat teman-teman anda. Atau anda adalah Predominantly homosexual, only incidentally heterosexual = dominannya adalah homosexual bahkana sampai Exclusively homosexual. Kedua hal ini memiliki penanganan yang berbeda. Jika anda seorang Predominantly heterosexual, only incidentally homosexual maka masih cukup mudah bagi anda untuk kembali menjadi seorang heterosexual karena untuk tipe ini pengaruh dominannya ialah “chance” = kesempatan dan “Peer” = Pergaulan. Dengan memutuskan mata rantan chance & peer ini maka akan membantu anda untuk kembali menjadi seoarng heterosexual memang terlihat gampang namun sebenarnya tidak. Lalu bagaiman dengan orang yang Predominantly homosexual, only incidentally heterosexual bahkan Exclusively homosexual yang 50% dipenaruhi oleh genetika, maka anda perlu melihat langkah ke-2

2. Maka anda perlu untuk menjawabnya sendiri who are you? Jika anda meyakini anda seorang homosexual maka disini cuman ada dua pilihan yaitu menerimanya sebagai bagian dari personality anda dan tidak hidup didalam free sex atau yang kedua ialah memilih untuk bertahan artinya anda menyadari bahwa secara genetika anda mungkin tidak akan bisa menikah dengan seorang perempuan karena secara sexual anda tidak memiliki ketertarikan namun juga memilih untuk tidak melakukan aktivitas sexual terhadap sesama jenis. Ini yang disebut dengan “kaum kebiri” secara lahiriah. Dan anda memotong rantai “chance” dan “peer” homosexual yang semakin memperkuat personality anda sebagai homosexual.

3. Setelah anda melalui langkah pertama dan kedua, maka yang ketiga ialah anda didalam ke”kurangan:” anda carilah Tuhan, saya teringat dengan doa seorang pemungut cukai didalam :

Lukas 18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Alkitab menyaksikan orang ini pulang sebagai orang yang dibenarkan dari pada seorang ahli taurat yang menganggap dirinya benar. Artinya dengan kerendahan hati kita memohonkan Tuhan untuk menuntun kita karena Ialah yang menjadi hakim atas hidup anda, bukan orang lain. Biarkan Ia yang menuntun hidup anda, jika memang anda terlahir demikian yakinlah Ia tetap mengasihi anda seperti apapun anda, He’s your FATHER anyway, He’ll help and guide us.

4. It depends on your faith.. Satu hal yang baru aku fahami bahwa gen kita selalu mengalami mutasi. Apakah Tuhan tidak sanggup memulihkan keadaan kelainan genetika seoarang homosexual? now it depends on your faith, Dialah Tuhan yang mencipatakan kita, Dia terlalu kreatif untuk memulihkan setiap keadaan kita. Dan apapun yang sudah kita lewati bahkan tempat tergelap sekalipun, He loves you.. Come to Him now! dengan hati yang hancur

Mungkin tulisan ini tidak banyak menjawab, bahkan mungkin banyak orang yang tidak setuju namun ini hanyalah pandangan pribadi saya. Tuhan Yesus mengasihi kita apapun keadaan kita, bagi kita yang merasa diri kita “normal” maka jangan mengahakimi atau melecehkan kaum LGBT, karena penderitaan dan kebingunngan yang mereka alami bukanlah suatu hal yang gampang difahami. Tetap kasihi mereka dengan kasih Kristus. Tuhan Yesus memberkati

2 thoughts on “Kajian Psikologis dan Theologis mengenai Homosexual – Part 3

  1. Pingback: Kajian Psikologis dan Theologis mengenai Homosexual – Part 2 | littleflocks

  2. Pingback: Kajian Psikologis dan Theologis mengenai Homosexual – Part 1 | littleflocks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s