Pandangan Alkitab Tentang Astrologi

Sesuai janji saya kali ini kita akan membahas topik-topik yang berbau sci-fi, dimana sebelumnya kita sudah membahas tentang Zombie Apocalypse, kali ini kita akan membahas mengenai Astrologi. Sebelumnya saya sudah membuat suatu polling mengenai Astrologi. Dari hasil polling kita ada sekitar 25% yang merasa setiap ramalan bintangnya cocok dengan apa yang terjadi, sisanya seimbang antara yang buat iseng-iseng saja dan yang menolak dengan tegas mau cocok atu tidak ramalannya.

Bisnis horoskop memang telah menjadi bisnis yang besar tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri, lihat saja begitu banyak tabloid atau majalah ada rubrik khusus untuk ramalan bintang. Hal ini terjadi karena kegunaan horoskop hanya satu kali saja, setelah itu basi dan harus beli yang baru.

Mengenal Astrologi

Astrologi berasal dari dua kata yaitu “aster” dan “logia”. Aster = bintang dan logia = ilmu, sedangkan horoscope berasal dari kata “hora” dan “scope”. Hora = waktu dan scope = lihat. Dengan demikian astrologi adalah:

Kepercayaan bahwa keadaan bangsa-bangsa dan individu-individu ditentukan berdasarkan kedudukan bintang-bintang di angkasa yang diberikan oleh horoskop-horoskope dan ahli-ahli astrologi

Kedudukan bintang dibagi atas 12 zodiac (bagian) untuk 1 tahun:

  1. Aquarius (20 Jan – 18 Feb)
  2. Pisces (19 Feb – 20 Mar)
  3. Aries (21 Mar – 19 Apr)
  4. Taurus (20 Apr – 20 Mei)
  5. Gemini (21 Mei – 20 Jun)
  6. Cancer (21 Jun – 22 Jul)
  7. Leo (23 Jul – 22 Agust)
  8. Virgo (23 Agust – 22 Sept)
  9. Libra (23 Sept – 22 Okt)
  10. Scorpio (23 Okt – 21 Nov)
  11. Sagitarius (22 Nov – 21 Des)
  12. Carpricornus (22 Des – 19 Jan)

Kepercayaan terhadap kedudukan bintang ini sudah amat tua, yaitu berasal dari Babilonia dan Mesir. Mereka percaya bahwa bintang memiliki kuasa atas manusia. Oleh karena itu bintang disembah-sembah dan dimintai pertolongan.

Didalam kejadian 11-1-9 dikisahkan tentang menara Babel. Menurut arkeologi, menara Babel adalah sebuah ZIGGURAT, yaitu bangunan yang digunakan untuk keperluan menyembah bintang-bintang dan dipakai untuk keperluan ramalan keadaan manusia.

Sebenarnya kita dapat melihat gejala-gejala astrologi ini didalam PL. Misalnya: Anak lembu emas Harun mirip dengan dewa bintang Mesir Taurus, Ulangan 18:9-12 dan Yesaya 47:11-14

Nabi-nabi Perjanjian Lama jelas menentang astrologi. Dasarnya adalah:

  • Astrologi merupakan bentuk polytheism dan membawa kepada penyembahan bintang-bintang
  • Astrologi merupakan bentuk occultism. Umat Allah harus tanya kepada Tuhan bukan kepada bintang, jika mereka perlu memperoleh informasi

Dahulu astrologiĀ  hanya diperuntukan bagi raja-raja dan bangsa-bangsa. Kemudian Alexander The Great membawa astrologi ke Yunani. Orang-orang Yunani segera menata kembali astrologi tersebut sehingga dapat menjadi suatu ilmu yang dapat diterapkan tiap-tiap orang.

Tokoh utama adalah: Ptolemeus (130 AD). Ia menulis buku berjudul Tetrabiblos yang isinya adalah menginstruksikan metode membuat horoskop dengan melihat posisi 7 bintang yaitu: matahari, bulan, merkurius, venus, mars, yupiter & saturnus pada saat seseorang lahir. Jadi jikalau tahu saat lahir seseorang, maka ramalannya bisa dibuat. Pada saat itulah astrologi tidak lagi diperuntukan bagi raja, tetapi untuk semua orang.

SIKAP GEREJA KUNO

Gereja kuno jelas menentang astrologi. Hal ini dapat kita baca dalam Kis 19:18-20:

19:18 Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu.
19:19 Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.
19:20 Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.

Didalam kitab Didache (antara bab I -II), terdapat peringatan supaya jangan ikut-ikutan dengan astrologi karena membawa kepada penyembahan berhala. Demikian juga didalam Konsili Laodikea (345 AD) disebutkan bahwa astrologi dilarang dan orang-orang yang terlibat dalam astrologi tidak boleh menjadi pendeta.

Argumentasi orang-orang yang suka astrologi
1. Kalau orang rajin membaca horoskopnya, ia akan melihat bahwa astrologi itu benar, karena sesuai dengan pengalamannya.

Para peramal di Amerika telah ratusan tahun meramal ini itu. Apakah mereka menguasai seluruh uang? Jika saja benar mereka bisa meramal, maka dengan mudah mereka akan menguasai pertandingan olah raga, pacuan kuda, bursa saham, dan lain sebagainya. Tetapi kenyataannya tidak demikian

2. Alkitab tidak melawab tetapi justru mendukung astrologi

Argumentasi ini didasarkan pada kisah Nuh yang “meramalkan” akan datang air bah dan juga kisah 3 orang majus yang jelas-jelas mendalami ilmu perbintangan.

Argumentasi ini jelas tidak benar. Tentang orang majus, mereka bukanlah pakar astrologi, melainkan orang-orang kafir yang bertobat dan masuk Yudaisme. Oleh karena itu mereka mengerti Firman Tuhan, khususnya nubuatan tentang Mesias didalam Bilangan 24:17:

24:17 Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.

Lagipula, bintang yang mereka ikuti bukanlah sejenis bintang biasa atau planet. Bintang tersebut merupakan fenomena supranatural yang muncul, bergerak, hilang, muncul lagi dan diam di tempat tertentu (Matius 2: 2; 7; 9)

Sikap Herodes sendiri pada waktu itu juga bertanya kepada ahli-ahli Perjanjian Lama, bukan kepada ahli perbintangan (Matius 2:3-6)

Sebagai tambahan, orang-orang majus ini tidak memakai satrologi untuk mengetahui maksud jahat Herodes, melainkan Malaikat yang datang kepada mereka dan memerintahkan mera untuk pergi.

3. Astrologi itu benar karena dengan tepat dapat meramalkan masa depan, bukankah ini bukti yang hebat?

Ini adalah kebohongan. Salah satu editor koran di Amerika suatu kali dikejar deadline, padahal horoskop baru belum datang. Apakah yang ia lakukan? Ia memakai horoskop yang lama. Nyatanya tidak ada keluhan, karena tidak ada seorangpun yang tahu. Dan hal seperti itu telah berkali-kali dilakukan.

Tentang ketepatan ramalan, para peramal akan bilang bahwa hal itu membuktikan kebenaran astrologi. Tetapi jika ramalan meleset, maka mereka menjawab bahwa hal itu bukan disebabkan karena bintang-bintang tidak menurut, melainkan orang-orangnya saja yang tidak mau bekerjasama dengan bintangnya. Jadi menurut orang-orang yang mempraktekan astrologi, astrologi adalah ilmu yang tidak bisa gagal.

Jika kita melihat ke belakang, ada banyak ramalan astrologi yang meleset, seperti:

  • Voltaire diramal mati pada usia 32 tahun oleh peramal astrologi – kenyataannya, sampai usia 60 tahun ia masih hidup. Untuk kenyataan tersebut astrolog-astrolog menyampaikan permintaan maaf
  • Tidak ada satupun astrologpun yang meramalkan akan terjadi Perang Dunia II – kenyataannya perang tersebut terjadi juga
  • Seorang astrolog terkenal Amerika bernama Manly Palmer Hall, meramalkan bahwa antara tahun 1960 – 1980 Amerika berada di siklus Sagitarius yang membuat negara menjadi jaya – Kenyataannya, justru tahun-tahun tersebut Amerika dalam keadaan terpuruk

  • Astrolog juga meramalkan bahwa pada tahun 1969, California akan masuk kedalam laut – nyatanya hingga hari ini California masih ada dan dalam keadaan baik-baik saja.

4. Ilmu astrofisika membuktikan kebenaran astrologi

Dr. Takata berkata bahwa sinar matahari mempengaruhi albumin didalam darah, sedangkan Dr. Brown mengatakan bahwa kerang dapat terbuka/tertutup cangkangnya karena pengaruh gravitasi bulan.

Memang diakui ada pengaruh matahari dan bulan dalam kehidupan. Namun tetap saja, hal itu tidak bisa digunakan untuk membenarkan astrologi, karena:

  • Konsep astrologi mengatakan bahwa tujuh benda angkasa mempengaruhi manusia, bukan hanya matahari dan bulan
  • Konsep astrologi mengatakan bahwa bintang-bintang di atas itu menghasilkan pengaruh yang tetap dalam hidup manusia. Faktanya, pengaruh matahari dan bulan itu hanya sementara dan berubah-ubah
  • Konsep astrologi yakin bahwa bintang-bintang mempengaruhi nasib bagi waktu lahir. Faktanya bahwa radiasi matahri dan bulan itu universal dan konstan.
  • Konsep astrologi yakin ada pengaruh matahari dan bulan terhadap tubuh dan jiwa manusia. Lalu manakah pengaruh 5 planet yang lain (Venus, Merkurius, Mars, Jupiter dan Saturnus)?

Jika dipikir dengan akal sehat, manakah yang lebih besar pengaruhnya terhadap kelahirna bayi apakah dokter yang menangani persalinan ataukah bintang yang jauh?

5. Berdasarkan studi statistik jelas horoskop pribadi menentukan nasib, kepribadian, pekerjaan orang tersebut.

Astrologi mengatakan jika pengaruh planet Mars (Dewa Perang) itu sangat kuat, maka anak akan menjadi atlet atau tentara. Jika yang dominan adalah Venus orang akan berzodiak Libra, maka orang tersebut akan memiliki artistik yang tinggi, namun teori astrologi seperti itu ternyata tidak ada buktinya, alias tidak benar sama sekali.

ASTROLOGI DAN ILMU PENGETAHUAN

Beberapa orang mengatakan bahwa astrologi itu bersifat ilmiah. Apakah benar pandangan seperti itu?

1. Masalah-masalah dengan astrologi kuno

Astrologi kuno didasarkan atas mata telanjang manusia yang melihat bintang-bintang dan langsung menerapkan hal tersebut dalam kehidupannya. Karena keterbatasan mata, tentu ada banyak sekali kesalahan. Misalnya adalah Ptolemeus yang memandang bumi sebagai pusat jagat raya, sedangkan matahari, bulan dan planet-planet lain berputar mengelilingi bumi.

Namun Copernicus membuktikan lain. Apa yang kita lihat tidaklah sama dengan kenyataan yang ada. Copernicus membuktikan bahwa sistem tata surya kita adalah Hellio – Centris yaitu matahari menjadi pusat dan bumi serta planet-planet lain bergerak mengelilinginya.

Seharusnya astrologi sudah hancur dengan kemunculan Copernicus tersebut. Tetapi, mengapa tidak? – Hal ini dikarenakan ada akar keagaamaan dalam astrologi, yaitu ada unsur percaya.

2. Ptolemeus hanya melihat ada 7 bintang

Ptolemeus hanya melihat ada matahari, bulan, venus, mars, jupiter, saturnus dan merkurius. Ia tidak tahu selain itu masih ada planet-planet yang lain, yaitu:

  • Uranus – ditemukan tahun 1781
  • Neptunus – ditemukan tahun 1846
  • Pluto (sekarang bukan planet) – ditemukan tahun 1930

Lalu dimanakah pengaruh 3 planet baru ini bagi kehidupan manusia? Beberapa jawaba diberikan dan semuanya tidak ilmiah:

“Sebab baru ditemukan, tiga planet itu tidak ada pengaruhnya bagi manusia”

“Ada pengaruhnya, tapi kecil. Jadi tidak perlu dipersoalkan”

3. Ptolemeus memandang bumi sebagai bidang datar

Ptolemeus menjelaskan bahwa 12 zodiak adalah sabuk imajiner yang hanya bisa dibuat di kedudukan-kedudukan tertentu saja. Misalnya di Yunani bisa dibuat, tetapi di Alaska, Canada, Finlandia, Siberia itu semua tidak bisa dibuat. Jadi sifatnya terbatas

4. Astrologi Ptolemeus diwarnai dengan takhayul dan penyembahan benda-benda angkasa

Planet dipandang sebagai dewa-dewa yang memiliki emosi, kemauan dan akal. Mars adalah dewa kemurkaan, venus adalah dewa cinta, dan saturnus adalah dewa jahat.

 

PENILAIAN KRITIS SEBAGAI ORANG KRISTEN

1. Astrologi memandang rendah manusia sebagai objek permainan bintang-bintang

Hal ini sangat berbeda dengan Alkitab. Alkitab memberitahu kita bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Manusia diberi kuasa untuk mengauasai bumi dan segala isinya (Kej 1:27-28)

Jadi manusia tidak dilihat sebagai objek permainan nasib. Bahkan bagi orang Kristen, bintang-bintang itu memuliakan Tuhan, tidak menentukan nasib.

Mazmur 148:3 Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang!

2. Astrologi meramal ini itu tetapi sebagian besar tidak jadi

Perhatikan ayat Firman Tuhan berikut ini dan lakukanlah perbandingan terhadap astrologi:

Ulangan 18:21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? —
18:22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”

Jadi jika satu saja ramalan astrologi tersebut tidak terjadi dalam kehidupan nyata, maka palsulah astrologi tersebut. Ini sungguh berbeda dengan nubuat-nubuat didalam alkitab. Nubuat-nubuat tersebut terjadi semua, tidak ada yang gagal.

3. Astrologi merupakan bagian dari Occultisme

Occultisme artinya adalah yang rahasia / tersembunyi. Ini dilarang oleh alkitab, demikian pula dengan astrologi. Dengan astrologi manusia mencoba untuk:

  • Mendapatkan pengetahuan supranatural tentang hari depan
  • Mendapatkan pintu terbuka dalam dunia roh untuk menghubingi roh-roh orang mati
  • Berhubungan dengan setan dan roh-roh jahat

Dengan demikian, jelas Alkitab menetang astrologi

4. Astrologi bersifat Polytheistis

Dasar dari astrologi adalah adanya bintang-bintang yang mempengaruhi hidup manusia. Dengan demikian bintang-bintang itu identik dengan dewa-dewa yang punya kuasa menentukan nasib manusia.

Ini sangat bertentangan dengan Alkitab yang percaya Monotheisme. Jadi orang Kristen jangan sekali-kali tertipu dengan agama polytheisme kuno ini, yang menyelubungi diri dengan istilah-istilah modern.

5. Astrologi jelas tidak menyukai kekristenan

Tokoh-tokoh astrologi utama acapkali memperkatakan pandangannya yang menentang kekristenan. Misalnya Dr. Logan yang mengatakan bahwa kisah Adam dan Hawa itu bohong belaka, begitu pula dengan bajir di zaman Nuh. Ia juga berkata bahwa Yesus bukanlah Juruselamat, dan ia sangat sukad dengan orang-orang yang anti kekristenan.

Begitu pula dengan tokoh Linda Goodman, ia juga tidak suka Yesus Kristus. Katanya Yesus hanyalah manusia biasa seperti kita.

Bukankah dengan demikian kita tahu bahwa tokoh-tokoh tersebut termasuk antikristus?

I Yohanes 2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

6. Astrologi suka reinkarnasi

Menurut astrologi, begitu kita lahir kita memiliki nasib-nasib tertentu yang dipengaruhi oleh bintang-bintang. Dalam hal ini, karma seseorang juga turut berperan dalam menentukan hari lahir kembali. Jiwa akan memilih saat ia terlahir kembali (reinkarnasi) untuk menyesuaikan diri dengan pergeseran bintang.

7 thoughts on “Pandangan Alkitab Tentang Astrologi

  1. Pingback: Legenda Vampire | littleflocks

  2. Uraian diatas menurut saya 99% kurang didasari pada pengetahuan yang tepat. Dan terlalu di sambung2 kan. Salah satunya jelas orang magus mengetahui kelahiran Yesus Kristus dari ilmu perbintangan nya. Dimana mereka datang menyembah Yesus. Dan tokoh2 astrologi di atas terkenal bukan karena kemampuan astrologi nya yang hebat. Mereka terkenal karena berbisnis astrologi. Saya tidak percaya dengan ramalan tetapi saya percaya kepada Rencana yang sudah diatur oleh Tuhan. Perkara tokoh astrologi tidak menyukai kekristenan tidak bs dianggap ilmunya tidak menyukai kekristenan. Tapi itu perkara pribadi orang tersebut sekali lagi tidak diajarkan dalam ilmu astrologi. Malahan orang magus tersebut percaya terhadap Yesus sebagai juruselamat. Anda bilang ke 3 planet luar pengaruhnya sangat kecil juga salah total. Bahkan pluto pun memiliki pengaruh yang sangat besar bagi manusia, walau kalangan astronomi menggolongkannya dalam planet kerdil atau planetoid tapi pluto tetap memiliki ciri2 sebagai planet, itu sebabnya tidak digolongkan dalam asteroid. Masih terlalu banyak ulasan anda yang tidak didasarkan pengetahuan yang benar baik tentang astrologi ataupun tentang Alkitab anda mencampur aduk kan dengan mengambil sepotong2 ayat mengenai astrologer dengan nabi. Keduanya jelas berbeda. Nabi palsu yang dimuat dalam Alkitab tidak bisa anda hubungkan dengan para astrologer. Anda mengatakan bahwa orang magus bukan lah astrologer? Sedangkan jelas bahwa mereka tidak mengenal Yesus namun mereka menjadi tahu karena ilmu perbintangan mereka. Bukan maksud saya untuk apa2 tapi memang artikel yang anda tulis tidak.berdasar pengetahuan.yang tepat sama sekali. Ilmu astrologi yang ada atau ramalan2 yg tersebar luas sekarang adalah astrologi2an. Yang digunakan untuk berbisnis semata, dimana didalamnya tidak mengansung ilmu astrologi sama sekali. Pelajari dulu bahan2 pokok yang ingin anda sampaikan supaya anda tidak salah mengerti tentang sesuatu di dunia ini. Saya percaya kepada Yesus lebih dari apapun. Dan saya juga percaya ilmu astrologi memang luar biasa karena saya percaya Alkitab salah satunya adalah tentang orang magus yang datang kepada Yesus dan memberi persembahan. Saya juga percaya ilmu astrologi kuno sekarang sudah menjadi kacau balau. Juga jgn sangkutkan ilmu astrologi dengan menara babel. Jelas diterangkan dalam Alkitab. Silahkan anda baca lagi lebih dalam. Alkitab adalah kitab yang dibuat sederhana dan mudah dimengerti untuk umat manusia. Jadi tidak perlu anda memperumitnya akhirnya tersesat. Terima kasih.

    • Terimakasih juga buat kritiknya.. jika 99% ini tidak berdasar pengetahuan maka anggap lah ini cerita fiksi baik itu yang saya sampaikan mengenai Ptolemeus, ziggurat dan kisah orang majus.. saya akan coba menanggapi krtikan anda:

      1. Statement anda

      Salah satunya jelas orang magus mengetahui kelahiran Yesus Kristus dari ilmu perbintangan nya.

      Saya pikir dalam tulisan saya saya tidak ada menyebutkan statment demikian malaha apa yang saya tulis:
      Tentang orang majus, mereka bukanlah pakar astrologi, melainkan orang-orang kafir yang bertobat dan masuk Yudaisme. Oleh karena itu mereka mengerti Firman Tuhan, khususnya nubuatan tentang Mesias didalam Bilangan 24:17:

      24:17 Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.

      Lagipula, bintang yang mereka ikuti bukanlah sejenis bintang biasa atau planet. Bintang tersebut merupakan fenomena supranatural yang muncul, bergerak, hilang, muncul lagi dan diam di tempat tertentu (Matius 2: 2; 7; 9)

      Sikap Herodes sendiri pada waktu itu juga bertanya kepada ahli-ahli Perjanjian Lama, bukan kepada ahli perbintangan (Matius 2:3-6)

      Sebagai tambahan, orang-orang majus ini tidak memakai satrologi untuk mengetahui maksud jahat Herodes, melainkan Malaikat yang datang kepada mereka dan memerintahkan mereka untuk pergi.

      2. Statement anda :

      Perkara tokoh astrologi tidak menyukai kekristenan tidak bs dianggap ilmunya tidak menyukai kekristenan. Tapi itu perkara pribadi orang tersebut sekali lagi tidak diajarkan dalam ilmu astrologi. Malahan orang magus tersebut percaya terhadap Yesus sebagai juruselamat.

      Sata kira anda bingung dengan istilah astronomy dan astrologi.. dua hal ini berbeda.. astronomi itu bagus.. itu ilmu falak, itu science.. tetapi astrologi ketika konstelasi bintang memiliki pengaruh dan menentukan kehidupan dan nasib manusia jelas itu sangat bertentangan dengan alkitab.. dan kebanyakan tokoh2 astrologi seperti yang saya quote didalam artikel ini mengeluarkan statement yang anti akan kekristenan.

      3. Statment anda:

      Anda bilang ke 3 planet luar pengaruhnya sangat kecil juga salah total. Bahkan pluto pun memiliki pengaruh yang sangat besar bagi manusia,

      Saya kira anda harus membaca ulang tulisan ini.. hehe mungkin anda kelewat baca kali.. kene mas e.. dulu iki mbak ptolomeus menulis buku judul’e terabiblos. nah tulisan mbah Ptolomeus ini yang menjadi dasar ilmu astrologi.. beliau membuat horoskop dengan melihat posisi 7 bintang yaitu: matahari, bulan, merkurius, venus, mars, yupiter & saturnus pada saat seseorang lahir. Nah karena jaman mbah ini lom ada teleskop hubble.. makanya dia cuman melihat 7 bintang.. sedangkan planet yang lain tidak ia lihat.. baru 1781 kan ditemukan uranus dst… lantas saya mempertanyakan dimanakah pengaruh 3 planet baru ini bagi kehidupan manusia? padahaln 3 planet itu ada didalam sistem tata surya kita… saya harap mas iso faham.

      4. Statment anda:

      Masih terlalu banyak ulasan anda yang tidak didasarkan pengetahuan yang benar baik

      Terimakasih buat kritiknya lagi hehe.. saya senang kok berdiskusi.. kalo bisa silahkan bikin point2nya supaya bisa ditanggapi dengan sistematis.. kalo memang salah saya akan merevisinya..

  3. Masalah reinkarnasi juga, sifat manusia bisa dilihat dari posisi planet2 dan konstelasi perbintangan. Tetapi nasib manusia ada ditangan sendiri, saya rasa keterangan tersebut tidak dihubungkan pada kelahiran kembali atau reinkarnasi. Karma bukan menjadi acuan kelahiran kembali. Dari mana anda bisa dapat menghubungkannya seperti itu? Pelajari dulu lah astrologi yang sesungguhnya. Bukan astrologi2 an yang anda maksud diatas.

  4. .Babilonia dihukum karena mereka bisa mengetahui banyak hal tentang masa depan dengan ilmu astrologinya dan pada akhirnya menjadi sombong dan menyamakam diri mrk dengan Tuhan. Bukan krn mereka tidak percaya Tuhan. Justru karena ada kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Tahu, yang menyebabkan mereka menjadi sombong dan ingin menyamai Tuhan, karena tidak ada orang yang tidak percaya adanya Tuhan tapi berkeinginan menjadi seperti Tuhan. Itulah dasar yang menyebabkan keruntuhan babilonia sekaligus sebagian besar ilmu astrologi mula2.

    • hmmm??? semua Christian Scholar pada umumnya meyakini menara babel yang dibangun adalah sebuah Ziggurat.. yaitu bangunan yang digunakan untuk keperluan menyembah bintang-bintang dan dipakai untuk keperluan ramalan keadaan manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s