Meluruskan salah faham antara Kristen dan Islam

Tulisan kali ini mungkin cukup berbahaya, mengingat kebanyakan orang-orang kita tidak bisa berfikir jernih ketika melakukan diskusi interfaith. Memang negara kita adalah negara majemuk dan menghargai hak-hak setiap pemeluk agama, namun kita tidak bisa menutup mata adanya selalu gesekan-gesekan antara dua agama besar ini Kristen dan Islam ambil contoh apa yang terjadi di Bogor penyegelan gereja GKI Yasmin, atau yang hot blunder tidak pilkada DKI bahwa tidak boleh non muslim menjadi pemimpin, dan tidak hanya di negara ini saja tapi hampir di berbagi tempat, dan ini sudah berlangsung ratusan tahun lalu ketika perang salib terjadi. Sebenarnya kenapa ini bisa terjadi??. . Perlu saya garis bawahi tulisan ini tidak akan menyerang iman manapun tetapi mencari titik temu kesalah fahaman antara Islam dan Kristen dari kacamata saya pribadi yang faqir ini dan masalah utamanya ialah orang tidak mau memahami konteks entah itu ketika membaca kitab suci atau melihat suatu kejadian so mari kita bahas poin-poin utamanya.

Gereja Jemaat GKI Yasmi Bogor Disegel

1. Tidak bisa membedakan mana kebijakan politik dan mana isu agama

Contoh yang paling gampang ialah isu-isu yang berkaitan dengan Amerika dan Israel, beberapa kali dalam diskusi dengan teman-teman muslim seolah-olah kebijakan Amerika dalam menginvasi Iraq atau Afganistan dilatar belakangi agama demikian juga dalam hal kebijakan Amerika terhadap Israel. Mari kita coba luruskan, kebijakan Amerika dalam menginvasi Iraq dan Afganistan itu tidak berhubungan sama sekali dengan Kekristenan atau ajaran Kristiani. Kebijakan Amerika adalah murni kebijakan kepentingan politis di Timur Tengah terutama minyak dan terorisme apa lagi setelah serangan 11 September, didalam politik tidak ada namanya 100% musuh dan tidak ada namanya 100% kawan yang ada kepentingan. Hubungan Amerika dan Saudi sangat dekat, jadi bukan masalah Islam yang dimusuhi tetapi sekali lagi poin saya ialah KEPENTINGAN.

US invade Iraq

Mengenai Israel, memang perlu diakui ada beberapa Kristen fundamentalis yang mendukung tindakan Israel atas warga Palestina, tapi mari kita luruskan bersama Orang Israel & Palestina secara sejarah memiliki hak yang sama untuk tinggal di tanah perjanjian itu. Dan tidak ada didalam alkitab seruan untuk mendukung Israel entah itu salah atau benar tindakannya, memang didalam perjanjian lama, tanah Kanaan dijanjikan bagi keturunan Abraham, tetapi bangsa arab palestina telah tinggal dan berasimilasi di kanaan sejak ribuan tahun dengan bangsa Israel sehingga sama-sama memiliki hak hidup yang sama. Lagipulan Israel yang baru dan Yerusalem yang baru yang dijanjikan alkitab bukanlah tempat fana di dunia ini tetapi pada bumi baru dan langit baru.

2.Alkitab kristen adalah kitab yang sudah dipalsukan

Memang di alquran tertulis bahwa alkitab sudah dipalsukan, maka saya menjawa konteks ayat itu muncul pada zaman nabi Muhamad adalah benar. Why? pada zaman itu di jazirah arab kristen juga salah satu agama yang cukup berkembang, namun bukan Kristen yang memegang injil-injil kanonik tetapi injil-injil gnostik. Injil kanonik adalah injil yang diakui kebenarannya sejak gereja mula-mula. Apa yang melandasi injil diakui sebagai kanon atau tidak:

  • Waktu penulisan: apakah injil/surat tersebut ditulis pada masa saksi hidup masih ada? atau jauh rentang waktunya, semua injil kanon yang gereja miliki dari abad pertama sampai hari ini tidak mengalami perubahan.
  • Tulisan tersebut ditulis oleh para Rasul/Nabi yangmerupakan saksi hidup kejadian tersebut
  • Kitab tersebut diakui otoritasnya oleh gereja mula-mula yaitu dengan seringnya ayat-ayatnya dikutip atau digunakan oleh bapa-bapa gereja mula-mual
  • Kitab tersebut mengajarkan hal yang selaras dengan kitab-kitab lainnya yang jelas termasuk dalam kanon.

Sejak abad pertama gereja mula-mula telah memiliki kanon gereja yang tidak berbeda dengan kanon alkitab yang dimiliki sekarang, bahkan kodeks alkitab pada abad-abad pertama masih tersimpan dengan baik di museum-museum terkenal dunia. Injil kanon yang kita miliki sekarang (Matius, Markus, Lukas, & Yohanes) ditulis pada abad-abad pertama dimana saksi hidup Yesus masih ada. Pada abad ke 2 kanon PB telah lengkap. Hal ini kita ketahui dari:

  1. The Old Syriac – terjemahan PB pada abad kedua dalam bahasa Syria. Semua kitab ada, kecuali: 2 Petrus, 2 Yohanes, 3 Yohanes, Yudas, dan Wahyu.
  2. Justin Martyr pada tahun 140 M. Semua kitab PB ada, kecuali: Filipi dan 1 Timotius.
  3. The Old Latin – sebuah terjemahan sebelum tahun 200 M. Terkenal sebagai Alkitab dari gereja Barat. Semua PB ada, kecuali Ibrani, Yakobus, 1 Petrus dan 2 Petrus.
  4. The Muration Canon pada tahun 170 M. Semua PB ada, kecuali: Ibrani, Yakobus, 1 Petrus dan 2 Petrus (sama dengan The Old Latin).
  5. Codex Barococcio pada tahun 206 M. Semua kitab PL dan PB ada, kecuali: Ester dan Wahyu.
  6. Polycarp pada tahun 150 M pernah mengutip: Matius, Yohanes, sepuluh surat Paulus, 1 Petrus, 1 Yohanes dan 2 Yohanes.
  7. Irenaeus (murid Polycarp) pada tahun 170 M. Semua kitab PB ada, kecuali: Filemon, Yakobus, 2 Petrus, dan 3 Yohanes.
  8. Origen pada sekitar tahun 230 M menulis daftar kitab-kitab PB, sebagai berikut: ke-4 Injil, Kisah Para Rasul, ke-13 surat-surat Paulus, 1 Petrus, 1 Yohanes dan Wahyu.
  9. Eusebius di awal abad ke 4 menyebut semua kitab PB.
  10. Pada tahun 367 M dalam Festal Letter yang ditulis oleh Athanasius, Bishop Alexandria, mencantumkan daftar 27 kitab-kitab PB.
  11. Jerome pada tahun 382 M, Ruffinua pada tahun 390 M dan Augustine pada tahun 394 M mencatat kanon PB sebanyak 27 kitab.
  12. Akhirnya pada tahun 397 M, konsili gereja di Carthago mengesahkan 27 kitab PB.

Dan kodex alkitab ini masih tersimpan rapi dibeberap perpustakaan terkenal dunia:

Terjemahan naskah PB dewasa ini umumnya didasarkan pada beberapa manuskrip kuno yaitu :

1. Kodeks Vaticanus
Bertarik abad 4 M. Tersimpan di perpustakaan Vatikan. Terdiri dari PL dan PB. Khusus PB terdiri dari 4 Injil, KPR, Surat-surat Kiriman, Surat-surat Paulus dan Ibrani hingga 9 : 14.
Terdiri dari 759 halaman, dimana 142 halaman adalah PB.

2. Kodeks Sinaiticus
Bertarik abad 4 M. Tersimpan di London British Museum. Terdiri dari PL dan PB. Khusus PB terdiri dari 4 Injil, KPR, Surat-Surat Kiriman, Surat-Surat Paulus, Wahyu, Surat Barnabas dan Penggembalaan Hermas.
Terdiri dari 346 halaman, dimana 147 halaman adalam PB (termasuk Surat Barnabas dan Penggembalan Hermas).

3. Codex Alexandrinus
Bertarik abad 5 M. Tersimpan di London British Museum. Terdiri dari PL dan PB. Khusus PB terdiri dari 4 Injil, KPR, Surat-Surat Kiriman, Surat-Surat Paulus, Ibrani, Wahyu dan I dan II Clement. Terdiri dari 773 halaman, dimana 143 halaman adalah PB

4. Codex Ephraemi Rescriptus
Bertarik abad 5 M. Tersimpan di Bibliothèque Nationale, Paris. Terdiri dari sebagian PL dan PB. Khusus PB terdiri dari 4 Injil, KPR, Surat-Surat Kiriman, Surat-Surat Paulus, Ibrani dan Wahyu.
Terdiri dari 209 halaman, dimana 145 halaman adalah PB

5. Codex Bezae
Bertarik abad 5 M. Tersimpan di University Library, Cambridge. Terdiri dari PB yang terdiri dari 4 Injil dan KPR dalam bahasa Yunani dan Latin. Selain itu terdapat juga Surat-Surat Kiriman. Terdiri dari 510 halaman.

6. P (papiry) 75 Bertarik sekitar 200 M dan berisikan naskah injil Lukas dan injil Yohanes. Dari seharusnya 144 halaman, yang ditemukan hanya 102 halaman.Tersimpan di Bibliothèque Bodmer, Swiss

7. P (papiry) 46 yang bertarik sekitar 200 M dan berisikan 10 kitab surat kiriman PB yang ditulis oleh rasul Paulus. Dari seharusnya 114 halaman, yang ditemukan hanya 86 halaman. Tersimpan di Perpustakaan Chester Beaty Dublin

Keabsahan P75 dan P 46 ini dikonfirmasikan dengan terjemahan versi Syria yang dilakukan antara tahun 150 M – 180 M. Naskah Syria yang ditemukan bertarik 400 M mengkonfirmasikan bahwa teks P75 dan P46 tepat.

Pada abad ke tiga mulai bermunculan ajaran-ajaran bid’ah Kristiani yang memiliki kitab-kitab lancung yang dipengaruhi oleh ajaran gnostik. Kitab-kitab ini tidak diakui keabsahannya karena tidak memenuhi kriteria sebagai kitab kanon yang disebutkan diatas. Didalam quran pemalsuan ini ditujukan bukan untuk orang Kristen tetapi Nasrani. Apa itu Nasrani?? Nasrani bukanlah kristen, ia adalah salah saktu sekte Yahudi yang muncul sebelum era kekristenan, dan kemudian berkembang dan terjadi asimilasi dengan kristen-kristen gnostik.

Salah satu sodara Siti Khadijah yang mendidik Nabi Muhamad muda adalah Waraqah, Waraqah ini dapat saya analogikan sebagai salah pemuka agama kristen gnostik Nasrani ini atau bisa disebut sebagai Uskupnya.  dalam salah satu hadist diriwayatkan:

Diriwayatkan oleh ‘Aisha(R): Volume 4, Kitab 55, Nomor 605:

“….Nabi kembali kepada Khadidjah disaat jantungnya berdetak dengan cepat. Lalu, Khadidjah membawanya kepada Waraqa bin Naufal, seorang nasarah dan yang seorang pembaca Injil dalam bahasa Arab. Waraqa bertanya (kepada nabi),”Apa yang kamu lihat?” Di saat nabi menceritakannya, Waraqa menjawab, “Itu adalah malaikat yang sama Allah utus kepada Musa. Andai aku masih hidup hingga engkau menerima wahyu, pastilah aku akan mendukungmu sekuat tenaga.”

Sehingga ayat quran yang mengatakan terjadi pemalsuan alkitab dalam konteks pada zaman Nabi Muhamad dan di Jazirah Arab pada masa itu tidaklah salah. Karena Tuhan itu adalah Allah yang Maha Kuasa yang menjaga setiap perkataanNya sesuai dengan janjiNya sendiri baik itu didalam Alkitab dan Alquran, karena kitab-kitab kanon masih bertahan dari abad pertama hingga saat ini dan telah teruji melewati perbagai pegujian akademisi dan masih relevannya pengajarannya sampai kapanpun:

Al-An’am 6:34 Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.

Yesaya40:8 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.

Matius 24:35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

Jikapun ada perbedaan adalah masalah terjemahan, karena alkitab telah diterjemahkan kedalam banyak bahasa di dunia dan banyak terjadi kesalahan dalam proses terjemahan dari bahasa Ibrani dan Yunani kedalam bahasa lain akibat ada kata yang tidak memiliki padanan katanya dlsb tetapi bukan berarti alkitab bahasa asli tidak kita miliki.

3. Kritenisasi alias pemurdatan

Ini sering menyebabkan terjadi pergesekan antara Islam dan Kristen yaitu isu tentang pemurtadan. Disini perlu kita luruskan bersama, bahwa dalam baik dalam ajaran Kristen dan Islam kita sama-sama memiliki kewajiban untuk berdakwah dan kristen menginjili. Almbil contoh Indonesia pada masa pra-islam bukanlah beragama Islam tetapi Hindu dan Budha namun pengaruh para mubalikh dari Arab yang menyebarkan ajaran Islam sehingga bisa diterima. Dalam sudut pandang yang lain terjadi proses islamisasi atau pemurtadan dari agama lamanya pada masa itu, demikian ketika misionaris Eropa membawa agama Kristen terjadi proses kristenisasi terhadap penduduk Indonesia pada masa itu.

Point saya, sah-sah saja kita saling memberitakan apa yang kita anggap sebagai jalan kebenaran, karena toh pada akhirnya yang menentukan untuk percaya atau tidak ialah diri pribadi kita masing-masing. Asal jangan memaksa atau menghina kepercayaan yang lain. Iman itu bukan bersifat inherent atau diturunkan dari orang tua, atau akibat iming-iming uang atau indomie. Iman adalah proses menemukan siapa itu Tuhan. Tuhan tetaplah Tuhan ada atau tidak yang pecaya terhadap Dia. Jika keTuhanan Tuhan ditentukan oleh berapa jumlah pengikutNya maka Ia bukanlah Tuhan. Tuhan tidak butuh orang-orang yang percaya karena iming-iming uang atau indomie.

Dan Tuhan bukanlah Tuhan  yang memaksa, Ia adalah Tuhan yang memberi kebebasan penuh buat kita untuk memilih ini sesuai dengan sifatNya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang dinyatakan baik didalam Alkitab dan Alquran:

Tidak ada paksaan dalam memeluk agama. Sungguh telah jelas antara kebenaran dan kesesatan” (QS. Al Baqarah: 256)

Wahyu  3
3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Sebenarnya masih banyak point yang mesti kita luruskan sehingga tidak terjadi kesalahfahaman dan saling curiga, disinilah diperlukan keberanian untuk berdiskusi lintas agama. Agama tanpa pemahaman yang benar hanya akan menjadi candu yang berbahaya seperti yang dikatakan oleh Karl Marx. Setiap pemeluk agama mesti mencerminkan Sifat Tuhan yang adalah Kasih, Kudus dan Penyayang itu. Jika dalam ajaran dan keseharian kita bertentangan dengan sifat Ilahi tadi maka kita harus berani merevisi pemahaman kita selama ini.

 

Artikel terkait:

Menjawab kesalahfahaman tentang Trinitas

Kesalahfahaman tentang kelahiran Yesus 25 Des

Menjawab kesalahfahaman tentang Berita “ditemukan injil lain”

Menjawab kesalahfahaman tentang paskah

Menjawab kesalahfahaman Dr. Zakir naik Part 1 & Part 2

2 thoughts on “Meluruskan salah faham antara Kristen dan Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s