Desa Tumbang Habaun

Menindak lanjuti rencana “Mission Trip – Project 100 alkitab untuk anak-anak di pedalaman Kalimantan Tengah” pada awalnya kita masih kebingungan untuk mencari desa mana yang akan dilayani, akhirnya kita memilih untuk pergi ke Desa Tumbang Habaun, yang berada di Kabupaten Gunung Mas, Propinsi Kalimantan Tengah. Puji Tuhan akses jalan darat sudah tembus ke desa ini sekitar 6 jam dari kota Palangkaraya, dahulu jika menggunakan “klotok” (sejenis perahu motor / ketinting) bisa menempuh perjalanan 2 harian, memang tidak semua jalan sudah teraspal dengan baik. Listrik masih belum masuk kedesa ini, jadi para warga menggunakan jenset untuk menghidupkan listrik.

Suasana Desa Habaun - Menonton Pertandingan Volly

Suasana Desa Habaun – Menonton Pertandingan Volly

Team Survey LF ke desa Tumbang Manggu

CIMG2419

Pada tanggal 2-3 Januari 2013 ini kami beberapa team LF melakukan survey, kami berangkat sekitar jam 5 pagi dari Palangkaraya dengan mencarter sebuah mobil PP menghabiskan dana Rp 1.500.000,- di perjalanan kami menyempatkan untuk berhenti di air terjun “Batu Danum Mahasur” di daerah Kurun. Seumur hidup ku baru kali ini aku melihat air terjun di Kalimantan Tengah, dan sungguh indah pemandangannya dan mampu mengobati rasa penat karena perjalanan yang cukup jauh. Kami melanjutkan perjalanan dan melewati objek wisata sekaligus tempat keramat orang Dayak yaitu “Batu Suli”. Menurut legenda orang Dayak Ngaju dan Ot Danum, dahulu kala sebuah tebing batu yang disebut batu Suli pernah roboh sehingga menutup hubungan lalu-lintas ikan dari Kahayan Hulu ke Kahayan Hilir. Kejadian ini sungguh tidak mengenakan bagi bangsa Ikan. Lama kelamaan keadaan itu tidak tertahankan lagi bagi bangsa Ikan, meraka merasa seperti terpenjara akibat putusnya aliran sungai Kahayan itu. Masalah besar bangsa ikan itu harus dicarikan pemecahannya. Untuk menanggulanginya, kemudian para ikan berkumpul dan mengadakan musyawarah besar di Sungai Kahayan. Musyawarah besar bangsa ikan itu akhirnya menghasilkan keputusan yaitu untuk menegakkan kembali tebing yang telah roboh itu. Akhirnya pada hari yang telah disepakati ribuan bangsa ikan berkumpul untuk bersama-sama menegakkan tebing yang menghambat sungai Kahayan itu. Ikan tapa sesuai dengan hasi musyawarah ditunjuk sebagai mandor. Pekerjaannya mengharuskan ia terus-menerus berteriak-teriak secara lantang agar semangat para pekerja bangsa ikan itu selalu tinggi. Hanya ada satu ikan yang tidak mau iku bekerja sama yaitu ikan belida, ketika diajak ikan belida berkata “dia tulangkuh” (ungkapan ini artinya “aku nggak mau repot/malas aku” tapi arti harfiahnya “aku tidak punya tulang”) oleh karena itulah semua ikan menyumbangkan tulangnya untuk ikan belida sehingga dia menjadi bongkok karena mengangkat longsoran batu suli dan ikan ini menjadi banyak tulangnya.

Air Terjun Danum Batu Mahasur

Air Terjun Danum Batu Mahasur

Batu Suli

Batu Suli

Sekitar jam 11:30 kami tiba di Desa ini dan tinggal di rumah orang tua kakak ipar ku, siang itu juga kami ingin langsung bertemu dengan satu-satunya pendeta yang melayani gereja GKE disana. Tetapi ketika kita kerumah ibu pendeta ini, Ibu pendeta sedang melayani kurang lebih 8 rumah di desa-desa sekitar, sungguh pelayanan yang luar biasa melelahkan buat ibu pendeta ini. Untuk mengisi waktu kami menyempatkan pergi ke Sungai Suran. Sungai ini airnya sangat jernih berbeda dengan sungai Kahayan yang kecoklatan. Di Suran ini ada beberapa riam yang membuat kita harus cukup berhati-hati ketika melintasinya.

Selesai kita menikmati sungai Suran, kita mau mandi … nahhh ini yang akan saya sharingkan agar menjadi kesiapan teman-teman yang hendak mengikuti mission trip ini. Memang rata2 orang desa ini sudah memiliki kamar mandi dirumahnya, namun kadang air tidak jalan sehingga kita harus mandi di “batang” atau di pinggir sungai. Batang adalah semacam pelabuhan terapung pusat semua aktivitas seperti mencuci, mandi, mancing, tempat menambat kapal, buang air besar/kecil dan bahkan tempat memelihara babi. Batang yang ada di tempat kita akan tinggali ini ada 2 ekor babi disana, kadangkala kita harus siap jika perahu yang membawa “gita” / karet ditambatkan dibatang ini, karena baunya seperti kotoran. Nah teman-teman yang memiliki hati buat melayani harus belajar adaptasi dan siap untuk semua keadaan. Disarankan yang wanita untuk membawa sarung untuk mandi di batang.. kalau laki-laki mah bebas-bebas aja wkwkw

Batang - Tempat mandi, mencuci, pelihara babi, mancing dan buang air...

Batang – Tempat mandi, mencuci, pelihara babi, mancing dan buang air…

Siap-siap mandi di Batang

Siap-siap mandi di Batang

Perempuan yang mandi di batang sebaiknya menyiapkan "tapih" atau sarung

Perempuan yang mandi di batang sebaiknya menyiapkan “tapih” atau sarung

Kemudian kita bertemu ibu pendeta stelah beliau selesai pelayanan sekitar jam 5 sore, dan ibu ini sedang sibuk mempersiapkan makanan untuk ibadah pengucapan syukur di rumahnya keesokan harinya. Kita menjelaskan visi dan misi LF buat kegerakan Tuhan di desa Tumbang Habaun. Puji Tuhan ternyata ibu pendeta sangat terbuka untuk kita bisa membantu, apa lagi ternyata guru sekolah minggu di desa ini hanya ada satu orang, animo akan alkitab ini sangat besar karena banyak anak-anak Tuhan disana yang tidak memiliki alkitab, bahkan ada beberapa keluarga petobat baru yang tidak memiliki alkitab. Pendeta ini melayani 2 desa, jumlah anak sekolah minggu di kedua desa ini ada 200 anak itupun masih terbatas hanya pada gereja GKE, belum digabung dengan beberapa gereja lain disana. Awal project kita adalah memang membagikan 100 alkitab, kali ini harus kita tingkatkan menjadi 150 alkitab buat anak-anak dan kita juga akan mengusahakan alkitab untuk beberapa petobat baru yang tidak memiliki alkitab.

Suasana perbincangan dengan Ibu pendeta

Suasana perbincangan dengan Ibu pendeta

Seperti yang saya ceritakan diatas desa ini belum dialiri listrik, jadi untuk menghidupkan listrik penduduk menggunakan jenset, dan suasana malam dan subuh di desa ini sangat dingin jadi sangat disarankan untuk membawa baju yang cukup tebal untuk malam hari. Dalam perjalanan pulang kami melihat tempat billiard yang kebanyakan anak-anak SD apik memainkannya, memang karena kurangnya hiburan didesa ini sehingga permainan billiard dan volly lah menjadi tontononan yang menarik. Namun disayangkan perjudian dan kemabukan cukup menguasai tempat ini, didalam perjalan pulang kami melihat anak-anak SD yang piawai bermain billiard, bahkan ada satu anak yang sangat mahir.. aku berdoa anak ini bisa menjadi atlet billiard yang membanggakan bangsa dan negara dan tidak ada yang jatuh didalam kebiasaan berjudi dan kemabukan. Well itulah tugas kita bukan untuk membawa Kristus bagi sodara-sodara kita..

CIMG2517 CIMG2516

Sebelum aku lanjutkan lagi ceritaku.. saya mau mereview beberapa hal untuk kesiapan mission trip kita:

  1. Rencana acara kita yaitu pada tanggal 8-11 Mei 2013, diharapkan pada tanggal 8 Mei teman-teman sudah ada di Palangkaraya untuk kita bisa berangkat bersama ke desa ini.
  2. Acara kita ada: Outbond buat anak-anak, KKR buat anak-anak, KKR buat Pemuda Remaja dan KKR buat penduduk desa.. Disini butuh bantuan teman-teman untuk aktif terlibat didalam acara ini. Terutama buat outbond dan KKR anak. Kita akan mengambil tema “Yesus Jagoanku” – kemungkinan kita akan dressed up seperti super hero. Untuk konsep acara dan susunan kegiatan kita akan segera diinfokan
  3. Masing2 pribadi mau terlibat menyishkan uang PP Palangkaraya – Tumbang Habaun sebesar Rp. 300.000,-
  4. Mau terlibat karena tujuan kita pelayanan bukan wisata dan blend in dengan penduduk lokal yang sangat ramah dengan pendatang
  5. Menyiapkan baju tebal untuk malam hari dan obat2 yang perlu selama mission trip
  6. Membawa “tapih” / sarung bagi wanita untuk persiapan jika harus mandi di batang
  7. Rencananya kita juga akan membuat baju kaos LF untuk seragam kita, sekalian untuk menambahkan dana kita, mengenai design dan harga akan juga diinfokan.

Oke aku lanjukan ceritaku lagi, malam harinya kita membuat mezbah doa dirumah keluarga tempat kami tinggal, bahkan beberapa tetangga ada yang ikut, ketika kita berdoa Tuhan taruhkan suatu impressi, jika saja setiap rumah di desa ini membuat mezbah doa dan mengangkat pujian bagi Tuhan, seperti FT katakan “Tuhan bertahta di atas pujian umat-Nya” dan ini yang aku sharekan ketika kita membuat mezbah doa.

Keesokan harinya kami mau pergi ke sekolah di desa ini SD dan SMP, kita sudah siap-siap dari jam 7 pagi, karena berfikir biasanya anak-anak sekolah pada jam segitu. Ternyata ini yang menjadi keprihatinan kami lagi, anak-anak sekolah ini ibarat anak ayam kehilangan induknya, tenaga pengajar yang terbatas dan masih kurangnya dedikasi (mungkin kesejahteraan para guru juga kurang) yang membuat jam sekolah itu menjadi suka-suka gurunya, kebanyakan anak-anak di desa ini bersekolah dengan telanjang kaki atau menggunakan sandal tetapi semangat mereka sebenarnya besar untuk mengenyam pendidikan. Sebagai contoh ada beberapa anak SD pada pukul 8 sudah siap kesekolah tapi apa dinyana tidak ada guru saat itu, lalu kami pergi ke sekolah SMP nya. Kami sempat bertemu dengan beberapa anak SMP yang nongkrong di sebuah warung padahal sudah hampir jam 9 pagi, lalu kami bertanya “en keton sakola andau toh nah? – apakah kalian sekolah hari ini?” mereka menjawab “ya”, saat kami tanya jam berapa mereka masuk sekolah, mereka pun menjawab “dia katawan” – nggak tahu.. sedih rasanya, walaupun saat itu ada 2 guru yang sudah datang, tetapi para guru ini pun tidak bisa masuk ke ruang guru karena kepala sekolahnya tidak masuk dan membawa kuncinya.

Ada satu anak SMP yang sangat antusias dari sejak hari pertama dengan kegiatan pelayanan ini namanya Klara, saat itu Ocy meminta untuk mengumpulkan teman-temannya yang kristen, dengan antusias anak ini langsung berlari mengumpulkan teman-temannya (karena memang tidak ada pelajaran hari itu). Kamipun meminta ijin dengan guru yang ada, dan merekapun memberi ijin untuk kami mengadakan persekutuan singkat disekolah. Ada sekitar 40an anak yang hadir di persekutuan ini, kita ajak bernyanyi sambil bermain puji Tuhan responsenya sangat luar biasa, dan ketika kita bagikan Firman Tuhan hampir semua anak ini memutuskan untuk menerima Yesus dan beberap anak menangis ketika mereka berdoa untuk mengampuni, wow jamahan Tuhan luar biasa. Untuk menguji antusias mereka, selesai berdoa kami mengijinkan anak-anak ini untuk pulang karena persekutuan sudah selesai, tetapi hanya ada stau anak yang keluar untuk pulang.. sisanya masih mau bertahan di ruangan. Kak Ocy bertanya “kenapa kalian masih mau bertahan di ruangan? kita ga bagi-bagi duit, ga bagi-bagi hadiah” mereka semua menjawab mereka masih ingin mendengarkan Firman Tuhan.. WOW inilah awal kegerakan Tuhan atas bangsa ini.. Dan saat kita bertanya siapa yang tidak memilik alkitab di rumahnya, ada sekita 20 anak yang tidak memiliki alkitab sama sekali.. hati ini semakin hancur rasanya, bagaiman anak-anak ini bertumbuh didalam iman jika mereka tidak memiliki alkitab.. Oleh karena itu kami akan berusaha untuk mendapatkan alkitab buat remaja-remaja ini.. satu lagi yang menjadi pergumulan ku, anak-anak ini tidak bisa dibiarkan sendiri, kami rindu untuk mensuply renungan harian buat anak-anak yang memutuskan untuk menerima Kristus… Kami yakin Tuhan tidak akan membiarkan mereka sebagai anak yatim.. kitalah sebagai perpanjangan tangan Tuhan.. come on guys mari terlibat didalam kegerakan revival ini

Anak-anak SMP Tumbang Habaun yang kami layani

Anak-anak SMP Tumbang Habaun yang kami layani

CIMG2530

Anak-anak SMP Tumbang Habaun yang kami layani

Anak-anak SMP Tumbang Habaun yang kami layani

Selesai melayani SMP Tumbang Habaun, kami semua diundang untuk ikut ibadah pengucapan syukur di rumah ibu pendeta. Kagetnya aku ketika diminta untuk menyampaikan Firman Tuhan, aku berdoa dan memohon Tuhan memberikan hikmat untuk apa yang harus disampaikan. Saat itu Tuhan menaruh suatu impressi yang kuat didalam Galatia 5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Puji Tuhan ketika FT disampaikan (ini cerita iparku yang mendengarkan apa yang dikatan jemaat) banyak jemaat yang berkata “yoh bujur jekau – ya benar itu”, responsnya positive akan FT, aku yakin inilah pekerjaan Roh Kudus bagi desa ini, dan sebagai langkah awal untuk mewujudkan revival atas Indonesia. Saat kabtian itu kami bisa memperkanalkan visi dan misi kami, dan apa itu LF. Mungkin banyak teman-teman yang tidak tahu apa itu LF??

Suasana ibadah di Tumbang Habaun

Suasana ibadah di Tumbang Habaun

Awalnya dimulai dengan aku membuat persekutuan dikantor ku di Jakarta, dan ketika kita hendak membuat perayaan natal kita tidak diijinkan membawa nama perusahaan dan bahkan tidak diijinkan lagi mengadakan persekutuan. Tetapi kita berkata kita harus tetap jalan dan saat itu kami mengganti nama perusahaan kami menjadi kawanan kecil. Mulailah kami sering berkumpul dengan beberapa teman kosan dan kenal teman2 dari kantor dan gereja yang berbeda, kami merasakan bahwa ini waktunya kegerakan Tuhan atas Indonesia apalagi setelah World Prayer Assembly tahun lalu. Dan kami merasakan kegerakan Tuhan itu melewati komunitas, sebab dengan komunitas kita bisa menyatukan Tubuh Kristus, tidak ada kerinduan untuk membawa nama lembaga dan doktrin gereja tetapi Kristus.. (nanti akan aku posting sejarah awal komunitas LittleFlocks)… Feedback ini yang kami dengar dari warga Tumbang Habaun.. “jetoh je nggau ikei” – ini yang kami cari-cari, memang sebelumnya ada beberap lembag/orang yang membawa bantuan & pelayanan tetapi dengan tujuan politis, dan kali ini mereka melihat suatu yang berbeda dan tulus dari teman2 yang rindu akan kegerakan Tuhan bagi Indonesia, dan mereka sangat menanti-nantikan acara ini segera dilaksanakan.

Saat kami kembali pulang ke Palangkaraya, bahkan ada warga dari desa lain yaitu Tumbang Anoi yang meminta bantuan alkitab. Desa ini belum memiliki akses daratan. Secara sejarah orang Dayak, desa ini adalah tempat rapat damai semua suku dayak pada tahun 1894 untuk berhenti saling mengayau – tradisi saling memenggal kepala, hajipen – perbudakan, hapunu – saling membunuh dan mereka menghasilkan 96 hukum adat. Dimanas saat itu transportasi yang sangat sukar antar semua sub suku Dayak dan perbedaan bahasa.

Kami sadar kami ini terbatas, secara manusia dana kami tidak mencukupi untuk mengcover semua kerinduan ini.. tetapi puji Tuhan hari ini Tuhan menjawab kerinduan jemaat Tumbang Anoi. Hari ini tanggal 4 Januari kami menerima sumbangan 100 eks alkitab berbahasa Dayak Ngaju + Nyanyi Ungkup, sumbangan dari Kel. Intan Kemala. Guys, apakah kita hanya mau menjadi penonton atas kegerakan ini atau mau terlibat, tidak mesti harus dengan dana yang besar, anda bisa terlibat dengan tenaga, ide, atau menyebarkan informasi ini bagi orang lain.. Tuhan tidak butuh orang yang bisa tetapi orang yang mau menyerahkan apa yang ada padanya.. 5 ketul roti dan 2 ekor ikan saja Tuhan bisa lipat gandakan menjadi 5000. Mother Theresa pernah berkata “Aku tidak melakukan hal yang besar, tetapi hal yang kecil tetapi dengan kasih yang besar”

Sumbangan 100 eks alkitab Bahasa Dayak Ngaju + Nyanyi Ungkup

Sumbangan 100 eks alkitab Bahasa Dayak Ngaju + Nyanyi Ungkup

Yoel 3:9 Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju!
3:10 Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan!”

Prasetya Ocy Tika : 08524Sembilan01088Satu

Cakra Wirawan : 08171Tiga164Tujuh

No Rek Kita:

Bank Mandiri KCP Pasar Kahayan

No Rek 159-00-0088258-8

a.n Prasetya Ocy Tika

Untuk mencegah adanya penyalahgunaan nama littleflocks.. Kami beritahukan, rekening yang kami gunakan hanya rek. Mandiri atas nama Prasetya Ocytika seperti yang tertulis diatas.. Dan akan selalu diupate di group LF Facebook dan di Blog.. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih

20130112-140353.jpg

3 thoughts on “Desa Tumbang Habaun

  1. Pingback: Mission Trips To Central Kalimantan | littleflocks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s