Survey Mission Trip II LittleFlocks “Kabupaten Tana Tidung” – Kalimantan Utara

Hi flocks, setelah tahun 2013 ini kita telah melakukan Mission Trip Pertama kita di desa Tumbang Habaun, maka kita punya kerinduan agar hal ini tidak berhenti. Tuhan membawa kita untuk menjangkau sodara-sodara kita di Kabupaten Tana Tidung, suku yang dominan disana ialah Suku Tidung (Muslim) dan Dayak Berusu, disamping itu memang beberap sub suku dayak yang lain seperti Lun Dayeh, Punan dan Kenyah.

Sebenarnya Suku Tidung dan Dayak Berusu adalah satu dayak yang sama, konon leluhurnya adalah kakak – adek, ini juga dpaat terlihat dari segi bahasa yang memiliki kemiripan, namun suku Tidung berbudayakan Melayu, karena sebagian besar sudah memeluk agama islam, sedangkan Dayak Berusu sebagian besar sudah masuk agama Kristen dan Katholik dan sebagian besar masih memegang tradisi yang kuat.

Kabupaten Tana Tidung adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia, yang disetujui pembentukannya pada Sidang Paripurna DPR RI pada tanggal 17 Juli 2007. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari 3 wilayah kecamatan di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, yakni Kecamatan Sesayap, Sesayap Hilir dan Tanah Lia. Sejak tahun 2012, kabupaten ini merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Utara, seiring dengan pemekaran provinsi baru tersebut dari Provinsi Kalimantan Timur.

Mission Trip II LF kali ini akan dilakukan di Desa Sedulun, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Rute Menuju KTT (Kabupaten Tana Tidung) :

Rute Dari Jakarta:

Jakarta – Tarakan VIA udara jika bisa mendapatkan promo rata-rata harganya bisa 580 ribu – 700 ribuan (belum dihitung akibat kenaikan BBM)

Tarakan menuju KTT – Via Speed Boat sebelum kenaikan BBM 155 ribu

Jika dari Jakarta untuk save PP setidaknya menyiapkan budget 1,5 – 2 juta

Rute Dari Palangkaraya:

Jika tidak ingin ribet bisa via udara Palangkaraya – Jakarta – Tarakan bisa memakan biaya 3 jutaan

Atau

Palangkaraya – Banjarmasin Via darat sampai bandara bisa 170 ribuan (tapi jika rombongan apalagi punya keluarga yang bisa bawa mobil bisa tinggal sewa/carter atau pinjam)

Banjarmasin – Balikpapan Via udara – 300 – 400 ribuan

Balikpapan Tarakan – 500 ribuan

Tarakan menuju KTT – Via Speed Boat sebelum kenaikan BBM 155 ribu

Biaya PP dari Palangkaraya setidaknya siapkan budget 2 – 2,5 jutaan

Pada tanggal 22 Juni kami team LF dari Malinau melakukan survey dengan menggunakan motor (kurang lebih 2 jam perjalanan), peserta survey kali ini ada 6 orang. Dalam perjalanan kami sudah mendapat rintangan pertama ketika salah satu motor mengalami kerusakan gearnya.

Motor salah satu team LF mengalami kerusakan gear

Motor salah satu team LF mengalami kerusakan gear

Perjalanan yang sangat menakjubkan dan penuh tantangan karena beberapa jalan yang tidak baik

Dalam perjalanan melewati desa kenyah

Dalam perjalanan melewati desa kenyah

Hutan yang mulai rusak akibat perkebunan sawit

Hutan yang mulai rusak akibat perkebunan sawit

Gunung Rian

Gunung Rian

Sesampianya kami di Tana Tidung, kami mampir ke gereja GKII dan berkenalan dengan pendeta yang melayani disana, kemudian kami sharing tentang kerinduang pelayanan komunitas LF ini. Awalnya kami sempat ragu apakah ini tempat yang tepat untuk kita layani, kemudian kami memutuskan ke Sedulun (tidak jauh dari pelabuhan) awalnya kami hanya memoto lamin adat dayak berusu namun entah rasanya ada rasa cinta akan tempat ini..

Suasana Lamin Adat Dayak Berusu

Suasana Lamin Adat Dayak Berusu

Suasana Lamin Adat Dayak Berusu

Suasana Lamin Adat Dayak Berusu

Berbincang-bincang dengan hamba Tuhan GKII di Tana Tidung

Berbincang-bincang dengan hamba Tuhan GKII di Tana Tidung

Namun memang rencana Tuhan ketika sampai disana, ternyata baru saja selesai acara adat pernikahan Dayak Berusu, awalnya kami dikira mahasiswa yang hendak KKN di Desa Sedulun ini. Kemudian kami berkenalan dan mennceritakan tujuan dan apa itu LF, dan puji Tuhan yang kami ajak berdiskusi ialah ketua adat besar Dayak berusu, awalnya sempat agak formal (maklum belum pernah kenal), sudah sempat berpamitan mau pulang, lalu saya mencoba untuk meminum minumah khas orang dayak berusu “pengasih” sejenis tuak yang ditaruh dalam tempayan dan diisap dengan menggunakan bambu secara bergantian. Mungkin karena mereka melihat kami tidak jijik akan cara dan budaya mereka dan say ajuga ikut “menyipa” (makan sirih) mereka menjadi sangat terbuka dan bahkan awalnya yang hendak pulang kami dijamu makan dan menjadi tamu kehormatan mereka di lamin adatnya.

Salah seorang ibu bahkan bertanya kepada salah seorang anggota LF “kalian kok  ga jijik minum ini?, karena biasanya kalau orang luar yang kesini jijik”. Perlu diingat minum tuak di lamin adat adalah suatu kehormatan bagi orang Dayak Berusu, mereka tidak akan minum ini diluar lamin adat, dan team LF menghargai budaya ini bukan berarti kita mendukung kebiasaan mabuk-mabukan.

Berkenalan dengan ketua adat Dayak Berusu

Berkenalan dengan ketua adat Dayak Berusu

Diskusi dengan tokoh adat dayak berusu

Diskusi dengan tokoh adat dayak berusu

Foto Bersama Tokoh Adat Dayak Berusu

Foto Bersama Tokoh Adat Dayak Berusu

Mencoba meminum pengasih

Mencoba meminum pengasih

Mencoba minum pengasih

Mencoba minum pengasih

Makan sirih - Menyepa/menyipa

Makan sirih – Menyepa/menyipa

Dijamu makan di lamin adat Dayak Berusu - Telu (daging babi yang difermentasikan), Ikan Pari dan daun singkong

Dijamu makan di lamin adat Dayak Berusu – Telu (daging babi yang difermentasikan), Ikan Pari dan daun singkong

Minum Pengasih.. ini semacam kehormatan dalam adat dayak berusu,, kita akan bertanding meminum pengasih sampai tandanya terlewati (ranting ditaruh diatas tempayan) jika gagal akan diberi denda makan atau ditambah minum lagi

Minum Pengasih.. ini semacam kehormatan dalam adat dayak berusu,, kita akan bertanding meminum pengasih sampai tandanya terlewati (ranting ditaruh diatas tempayan) jika gagal akan diberi denda makan atau ditambah minum lagi

Bersantai di lamin adat Dayak berusu

Bersantai di lamin adat Dayak berusu

Bersantai di Lamin Adat Dayak Berusu

Bersantai di Lamin Adat Dayak Berusu

Suasan kekeluargaan didapat di lamin adat ini walaupun tidak saling kenal awalnya

Suasan kekeluargaan didapat di lamin adat ini walaupun tidak saling kenal awalnya

CIMG2689

Bahkan setelah kami selesai makan-makan, mereka pun hendak menjamu kami dengan tari-tarian mereka, namun karena kami harus kembali ke Malinau dan harus bertemu pendeta gereja-gereja lokal di Desa ini kami tidak bisa. Mereka berkata jika, mereka tahu kami akan datang mereka akan siapkan acara penyambutan.. sunggung pengalaman yang tak akan terlupakan merasakan keramahan Dayak Berusu, bahkan mereka menjadi sangat tertarik ketika mengetahui penulis juga adalah Dayak Ngaju.

Setelah dari lamin adat kami pun bergegas bertemu Ibu Dolfina pendeta GKPI dan mencari romo di gereja Katholik, namun sayangnya romo sedang pergi pelayanan. Dari pembicaraan kami, para pendeta ini sangat antusias dengan ide mission trip dan pembagian alkitab edisi anak-anak. Rencana kita adalah untuk membawa 500 eks alkitab untuk anak-anak di Tana Tidung.

Setelah berpamitan dengan warga Dayak berusu, tetua adat dan pendeta pelayanan disana, kami menyempatkan untuk berkunjung ke tenpat wisata (sekitar 1 jam dari Tana Tidung ini) yaitu air terjung gunung riam, pemandangannya sangat indah bahkan ada semacam kuburan mirip sandung (Dayak Ngaju) ditempat ini, sampai saat ini saya masih belum tahu kuburan dari sub suku dayak apakah ini..

Team Survey LF menuju air terjun sungai riam

Team Survey LF menuju air terjun sungai riam

Team Survey LF menuju air terjun sungai riam

Team Survey LF menuju air terjun sungai riam

Menikmati air terjun gunung rian

Menikmati air terjun gunung rian

Menikmati air terjun gunung rian

Menikmati air terjun gunung rian

Menikmati air terjun gunung rian

Menikmati air terjun gunung rian

Kuburan Dayak di Gunung Rian

Kuburan Dayak di Gunung Rian

 

Mari teman-teman LF yang mau terlibat dalam pelayanan ini, kita sama berjuang mengumpulkan dana untuk pembelian alkitab dan subsidi transportasi bagi teman-teman yang mau ikut pelayanan ini, kami akan kembali menjual baju kaos dan beberapa merchendise lainnya. Selain KTT ini kami sebenarnya juga punya kerinduan menjangkau Ambon-Maluku, namun kami masih belum menemukan link lokal yang bisa diajak bekerjasama. Mau tau lebih banyak tentang mission trip ini, silahkan menghubungi kami di group LF (facebook) atau kirimkan ke email kami di  little.flocks@yahoo.com
 

One thought on “Survey Mission Trip II LittleFlocks “Kabupaten Tana Tidung” – Kalimantan Utara

  1. Trip yang menyenangkan sepertinya lai…bisa bepergian ke tempat yang mungkin jarang dikunjungi orang dan mengenal kehidupan masyarakat di sana, luar biasaaa superrrr. Thumbs up for you guys! God bless.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s