Mata Kampak Yang Mengapung

Mata Kampak Yang Mengapung

2 Raja-Raja 6 : 1-7

Didunia ini hampir tidak ada jenis logam yang bisa mengapung diair kecuali 3 jenis logam yaitu:

  • Lithium
  • Potassium
  • Sodium

Walaupun ketiga jenis logam ini mampu mengapung diair tetapi akan segera terbakar akibat proses oksidasi – sehingga memang bisa dikatakan kemampuan metal / besi untuk mengapung diair nearly impossible. Ada juga logam yang dikenal Suku Dayak dalam legendanya untuk membuat senjata Mandau yang memiliki kemampuan mengapung diair atau dikenal dengan “SANAMAN LAMPANG” jenis besi ini menurut legendanya bukan berasal dari alam manusia tetapi alam atas atau alam para makhluk Sorgawi. Sehingga kasus mengapungnya logam yang bertentangan dengan hukum fisika dapat secara kebudayaan dapat dikatakan berhubungan dengan suatu yang Sorgawi.

Teks yang kita baca didalam 2 Raja-Raja ini berbicara mengenai mujizat “Mata Kampak Yang Mengapung” – Suatu Mujizat yang bertentangan dengan hukum fisika dan sesuatu yang secara kulturalpun berhubungan dengan sesuatu yang divine. Menarik ketika kita coba menafsirkan teks bacaan ini.

Menurut kisah pada suatu waktu rombongan Nabi (Murid-murid Elisa) hendak membangun rumah / pondok tempat mereka bernaung, saat itu mereka meminjam BELIUNG atau Kampak dari orang lain. Secara kebudayaan Kampak / Beliung adalah alat kerja yang sangat berharga dimana mata kampak / beliung jaman dahulu hanya diikatkan dengan tali / rotan, sehingga umum terjadi mata Kampak / Beliung bisa terlepas dari gagangnya – Hal ini dapat kita lihat didalam Ulangan 19 : 5

misalnya apabila seseorang pergi ke hutan dengan temannya untuk membelah kayu, ketika tangannya mengayunkan kapak untuk menebang pohon kayu, mata kapak terlucut dari gagangnya, lalu mengenai temannya sehingga mati, maka ia boleh melarikan diri ke salah satu kota itu dan tinggal hidup. (Ulangan 19:15)

Ketika mata kampak itu tenggelam kita melihat ekspresi para nabi

Dan terjadilah, ketika seorang sedang menumbangkan sebatang pohon, jatuhlah mata kapaknya ke dalam air. Lalu berteriak-teriaklah ia: “Wahai tuanku! Itu barang pinjaman!” (2 Raja-Raja 6: 5)

Expresi yang digunakan adalah (אֲהָהּ) – ahah yang berarti semacam sial, celaka. Ekspresi ini disebakan kekuatiran mereka bahwa kampak ini merupakan barang pinjaman. Seperti yang dijelaskan diatas “kampak / beliung” merupakan peralatan kerja yang sangat berharga. Bukankah kita juga akan mengalami ekspresi seperti ini ketika apa yang menjadi pekerjaan kita terlepas atau bahkan usaha yang kita kerjakan gagal – padahal apa yang kita pakai merupakan pinjaman, atau hal yang berharga dari hidup kita terlepas begitu saja.

Ketika kita mengalami hal itu ingatlah akan satu hal bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang mampu mengerjakan segala sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam – Jatuh pasti kebawah – Allah kita mampu membuat Mata Kampak yang harusnya tenggelam tetapi mengapung. Maka Ia pun sanggup membuat hidup kita yang terjatuh bukan kebawah tetapi naik.

Tetapi apa yang dilakukan Elisa untuk membuat mata kampak itu mengapung. “Kemudian Elisa memotong sepotong kayu, lalu dilemparkannya ke sana, maka timbullah mata kapak itu dibuatnya.” – ini semakin tidak masuk akal. Tetapi apa yang dilakukan Elisha adalah bentuk act of faith atau tindakan iman. Didalam kebatinan ada istilah “PETUA” atau sesuatu yang dilakukan berulang-ulang dengan sebuah kepercayaan. Sebagai contoh dahulu ada seorang di Kalimantan yang terkenal memiliki ilmu yang jika ia melotot maka bisa membakar – konon apa yang dilakukannya ialah setiap kali sebelum ayam berkokok ia naik ke atas pohon dan menunggu untuk memandang matahari terbit.

Saya bukan sedang mengajak flocks untuk terlibat didalam ilmu kebatinan tetapi jika orang-orang ini dengan kepercayaan yang walaupun keliru bisa membuat suatu hal yang tidak mungkin. Kenapa kita tidak mencoba membuat “simple act of faith” hari demi hari. Bukankah Yesus berkata kalau kamu punya iman sebesar biji sesawi maka kamu dapat memindahkan gunung. Kepercayaan itu perlu dilatih hari demi hari ia tidak hanya muncul sesaat ketika kita mendengar khotbah atau didoakan.

Hal yang sederhana yang dapat kita lakukan ialah setiap pagi mari kita mendaraskan doa-doa mazmur atau doa Yabes sebagai bentuk latihan kepercayaan kita – Bukan sebagai bentuk mantra tetapi dengan kita mengucapkan baik dengan mulut dan hati kita sedang melatih diri kita untuk percaya. Penulis memiliki kebiasaan sejak SMP mendaraskan mazmur setelah berdoa dari Mazmur 25:4-5 dan diakhiri dengan doa Yabes.

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. (Mazmur 25:4-5)

 

“Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” (1 Taw 4:10)

Atau mendaraskan doa Birkat Habayit silahkan baca link:

Birkat HaBayit (ברכת הבית:) : Berkat bagi rumah

Bezeh haaˁar lo yavo ṣaˁar. (בזה השער לא יבוא צער.): Biarlah tidak ada kesedihan yang datang melalui gerbang ini

Bezot haddirah lo tavo ṣarah. (בזאת הדירה לא תבוא צרה.): Biarlah tidak ada bencana yang masuk kedalam kediaman ini

Bezot haddelet lo tavo bahalah. (בזאת הדלת לא תבוא בהלה.): Biarlah tidak ada ketakutan yang masuk melalui pintu ini

Bezot hammaḥlaqah lo tavo maḥloqet. (בזאת המחלקה לא תבוא מחלוקת.): Biarlah tidak terjadi perselisihan ditempat ini

Bezeh hammaqom tehi brakah wesalom (בזה המקום תהי ברכה ושלום): Biarlah rumah ini dipenuhi berkat, sukacita dan damai sejahtera

Shalom,

west madura offshore 16/Juni/2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s